news
LIGA INGGRIS
Setan Merah Berubah 180 Derajat
14 December 2019 16:15 WIB
berita
Penyerang Man. United Marcus Rashford akan berusaha mencetak gol untuk kali pertama ke gawang Everton pada laga Liga Primer di Old Trafford, Minggu (15/12) malam.
MANCHESTER - Manchester United (MU) yang akan turun di Old Trafford, Minggu (15/12) malam, tidak akan sama dengan yang takluk di kandang Everton FC, 0-4, delapan bulan lalu. Karier pelatih Ole Gunnar Solskjaer di MU berada di titik terendah saat takluk di Goodison Park usai laga Liga Primer pada 21 April musim lalu itu.

Tapi, setelah performa impresif dengan mengalahkan Tottenham Hotspur dan Manchester City, masing-masing 2-1, di Liga Primer serta membungkam AZ Alkmaar untuk memastikan posisi juara grup di Liga Europa, Solskjaer sangat yakin Setan Merah kini memiliki mentalitas dan teknik yang jauh berbeda dibanding delapan bulan lalu. Karenanya, pada pertandingan pekan ke-17 Liga Primer, besok malam, publik takkan melihat MU yang berubah 180 derajat dibanding delapan bulan lalu.




Baca Juga :
- Hanya Jadi Cadangan Selama 90 Menit, Ini yang Dilakukan Bruno Fernandes dan Kawan-Kawan Seusai Laga MU lawan LASK
- Jika Jadon Sancho Bergabung, MU Bakal Punya Kuartet Impresif Seperti Saat Meraih Treble pada 1999


“Ini tim yang berbeda dan diap bertarung keras, siap bermain sepak bola sebenarnya,” ucap Solskjaer seraya yakin pemain yang tidak mau mengikuti filosofi baru MU akan tersingkir. “Sekarang, tim ini sedang menuju ke arah yang benar. Anda tidak akan bisa bermain di sini jika ingin melangkah ke arah berbeda.”

Bagi Solskjaer, menghadapi tim peringkat ke-14 Liga Primer bisa jadi lebih berat ketimbang saat tandang ke markas Man. City lalu. Solskjaer selama ini cukup sukses dengan taktik serangan balik, utamanya lewat kedua sayap, yang sangat cepat.


Baca Juga :
- Menarik! Paul Scholes Sarankan MU Beli Harry Kane Ketimbang Jadon Sancho, Ini Alasannya
- Usain Bolt Curhat, Nama Besarnya Tidak Dihargai di Dunia Sepak Bola


Strategi itu kemungkinan didasarkan MU memiliki sejumlah gelandang serang secepat Daniel James, Jesse Lingard, dan Marcus Rashford. Nama terakhir bertugas mendukung Anthony Martial atau Mason Greenwood sebagai striker. Sedangkan konsentrasi James juga akan terbagi untuk membantu MU bertahan.

Saat melawan MU, baik Spurs maupun Man. City terlalu banyak menurunkan pemain dengan karakter menyerang. Mereka tidak mewaspadai kecepatan dan umpan terobosan cepat dari gelandang seperti Lingard yang didukung Fred.

Solskjaer sebetulnya menerapkan taktik sederhana, blokade pertahanan dengan cara bertahan sangat dalam untuk kemudian langsung melepas operan ke sayap ketika menguasai bola. Sejauh ini, sejumlah pemain bertahan seperti Scott McTominay, Harry Maguire, dan Aaron Wan-Bissaka mampu memastikan MU bertahan sangat rapat dengan celah sangat sedikit sehingga mampu membendung serangan sporadis lawan.

Meskipun begitu, Setan Merah pasti tidak bisa mengaplikasi taktik yang sama setiap pekan. Solskjaer dan pemainnya harus menemukan strategi bila mereka mendominasi penguasaan bola, atau bagaimana agar para gelandang dan penyerang MU bisa tetap cepat bila lawan juga bertahan sangat ke dalam seperti mereka.

Masalah bagi MU bukan hanya saat melawan tim-tim yang bertahan sangat dalam. Dalam sepak bola modern, klub elite dan sebesar MU sering tidak selamanya mampu memainkan gaya (serangan balik) seperti ini.

Saat Solskjaer masih dilatih Sir Alex Ferguson di MU, gaya sepak bola belum sekompleks sekarang. Sangat jarang gaya sepak bola menekan terlihat. Permainan mulai berubah setelah Liga Champions mengguyur hadiah uang menggiurkan. Sangat jarang duel teritorial terjadi. Kini, sebagian besar pertandingan didominasi antara tim elite dengan penguasaan bola dominan melawan tim kecil yang cenderung bertahan.

Melawan MU, pelatih karteker Everton Duncan Ferguson diperkirakan bakal kembali memainkan skema 4-4-2. Dengan bermain cenderung defensif namun reaktif, The Toffees mampu membungkam Chelsea FC, 3-1, akhir pekan lalu. Kemampuan MU membongkar pertahanan Everton akan jauh lebih menantang ketimbang saat melawan Spurs atau Man. City.

MU bakal menuntut kreativitas dari Lingard, Rashford, dan Martial untuk membongkar pertahanan rapat Everton. Fred cenderung bermain buruk jika dimainkan sebagai gelandang sentral. Ia lebih efektif saat melepas operan dari sisi lapangan dan menunggu celah dari lawan.

Kunci penguasaan permainan pada laga besok juga bisa dilihat dari performa dan duel dua gelandang, Lingard di MU dan Morgan Scheiderlin. Everton juga bisa mengandalkan kecepatan Richarlison untuk membongkar pertahanan MU. Namun, Setan Merah memiliki Wan-Bissaka di posisi bek kanan, salah satu pemain dengan tekel dan perebut bola terbaik di Liga Primer saat ini. Di pertahanan Everton, Djibril Sidibe menjadi titik terlemah yang bisa dieksplotasi Rashford.***TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho