news
LIGA ITALIA
Roma Mesti Belajar dari Kesalahan di Liga Europa
15 December 2019 11:00 WIB
berita
Bek Federico Fazio akan diturunkan sebagai starter untuk mengatasi krisis AS Roma.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Skuat AS Roma merayakan kelolosan ke babak 32 besar Liga Europa, seusai mencatatkan skor 2-2 atas Wolfsberger AC, Kamis (12/12) atau Jumat dini hari WIB. Namun, di balik kegembiraan yang tersaji di Stadion Olimpico, ada wajah kesal pelatih Paulo Fonseca.

Gol penalti Diego Perotti dan Edin Dzeko, dirusak oleh aksi bunuh diri bek kanan Alessandro Florenzi. Tim tamu menyamakan lewat manuver Shon Weissman. Fonseca mengecam, “Bukan pertandingan yang saya sukai. Kami tidak memiliki pendekatan tepat. Beberapa pemain bahkan tidak pantas tampil di laga ini. Kami banyak melakukan kesalahan, operan, sirkulasi bola. Dengan cara seperti ini, mustahil kami menjuarai Liga Europa. Sekarang mesti memikirkan SPAL.”




Baca Juga :
- Antonio Donnarumma Dipaksa Jadi Starter
- Dalam Siklus Mini, Ronaldo Jadi Bomber Terbaik Eropa




Pelatih ingin tim belajar dari rangkaian blunder yang mereka lakukan. Indikasi perbaikan bisa dilihat dalam duel lawan SPAL di Olimpico, Minggu (15/12) atau Senin dini hari WIB. Kendati saat ini sedang mengalami kesulitan, tim yang bermarkas di Ferrara tersebut menyimpan potensi bahaya. Juru kunci klasemen itu satu-satunya skuat yang menundukkan Roma dalam dua pertemuan di Seri A 2018/19.

Situasi di sektor belakang sangat mengkhawatirkan. Florenzi sepertinya akan dicoret menyusul penampilan mengecewakan kemarin. Ini membuat rotasi perlu dilakukan di zona itu. Dengan Chris Smalling cedera dan Gianluca Mancini diskors, pelatih mesti mengeluarkan stok cadangan.


Baca Juga :
- Pemain Roma Ini Terkapar, Inter Memberi Dukungan
- Roma vs Juventus: Fonseca Ingin Ronaldo Mara-marah


Federico Fazio kemungkinan akan ditaruh di jantung pertahanan berpasangan dengan salah satu antara Juan Jesus atau Mert Cetin. Pilihan ini akan menimbulkan konsekuensi hilangnya keseimbangan di lini belakang. Di sisi kanan kiri, akan berjaga Leonardo Spinazzola dan Aleksandar Kolarov.

Jordan Veretout dan Amadou Diawara tetap berdiri di muka palang pintu. “Saya tahu tim kurang bersinar karena kelelahan dan faktor lain. Sekarang kami harus bangkit untuk pertandingan Minggu. Pelatih membantu saya dan mengajarkan banyak hal. Saya percaya diri dan gembira,” ujar eks gelandang Napoli itu.

Lorenzo Pellegrini memiliki kesan khusus terhadap SPAL. Sebab gol perdananya di Seri A dengan kostum I Giallorossi diciptakan di hadapan skuat tersebut, pada Desember 2017. Kemampuannya menyodorkan assist (kedua di Seri A setelah Luis Alberto) sangat diperlukan untuk mengembalikan kesuburan Edin Dzeko.

Sementara itu, tim tamu mengedepankan Andrea Petagna sebagai ujung tombak serangan. Penyerang berpostur 190 cm itu merobek gawang Roma dua kali, semasa membela SPAL. Dia akan dibantu oleh Sergio Floccari.

Allenatore Leonardo Semplici untuk sementara bisa bekerja dengan tenang seiring dengan garansi bertahan yang diutarakan perwakilan klub. Namun, bukan berarti dia bisa santai. “Kami paham dengan situasi menggelisahkan terkait dengan posisi kami di klasemen, tapi poin yang kami dapat tidak merepresentasikan tim. Kami tetap berlanjut dengan pelatih saat ini, tapi semua harus memikul tanggung jawab besar,” kata Direktur Olahraga Davide Vagnati.* Dari berbagai sumber

Perkiraan pemain : 

AS Roma (4-2-3-1): 13 Lopez;37 Spinazzola, 20 Fazio, 5 Juan Jesus, 11 Kolarov;21 Veretout, 42 Diawara;
22 Zaniolo, 7 Pellegrini, 77 Mkhitaryan;9 Dzeko;
Pelatih : Paulo Fonseca
Cadangan : 83 Mirante, 15 Cetin, 24 Florenzi, 8 Perotti, 17 Under, 19 Kalinic, 93 Kluivert

SPAL (3-5-2):99 Berisha;40 Tomovic, 23 Vicari, 3 Igor;4 Cionek, 7 Missiroli, 6 Valdifiori, 11 Murgia, 21 Strefezza; 10 Floccari, 37 Petagna;
Pelatih : Leonardo Semplici
Cadangan : 25 Letica, 27 Felipe, 8 Valoti, 98 Mastrilli, 95 Jankovic, 31 Di Francesco, 9 Moncini
 

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news