news
LIGA ITALIA
Juventus Paling Sering Taklukkan Udinese di Seri A
15 December 2019 09:59 WIB
berita
Pasangan Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala menghadapi ujian berikutnya lawan Udinese.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Dua tim yang memiliki kostum bercorak zebra akan bertarung di Allianz Stadium, Minggu (15/12). Sejauh ini, Juventus FC memiliki rekor luar biasa lawan Udinese Calcio, dengan kemenangan 61 kali.

Pasukan Maurizio Sarri bertekad mempertahankan torehan cemerlang tersebut, memanfaatkan kondisi prima trio HDR (Gonzalo Higuain-Paulo Dybala-Cristiano Ronaldo). Mereka tampil bersama 97 menit di Liga Champions, dengan raihan gol atau rata-rata satu gol per 19 menit. Para penyerang itu dianggap lebih baik dari Neymar, Kylian Mbappe, Mauro Icardi (Paris Saint-Germain), Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino (Liverpool) atau Lionel Messi, Luis Suarez, Antoine Griezmann (Barcelona).




Baca Juga :
- Cara Zinedine Zidane Mengatasi Kelemahan Madrid: Sedikit Gol namun Lebih Banyak Poin
- Hanya Jadi Cadangan lawan Crotone, Paulo Dybala Marah-Marah kepada Direktur Sepak Bola Juventus di Lorong Stadion


Meski telah membuktikan dapat mengangkat kualitas manuver serangan tim dengan trio Dygualdo, tapi pelatih sepertinya akan kembali ke sikap awal untuk akhir pekan ini. Sarri pernah bilang mustahil menurunkan mereka bersama-sama beberapa waktu lalu. Dengan kehadiran tiga penyerang ini di lapangan, pressing untuk bola semakin berkurang dan para pemain lapangan tengah harus mengisi lebih banyak ruang di lapangan.

Kali ini alasannya untuk menghemat tenaga. Tim baru saja menyelesaikan duel di Liga Champions versus Bayer Leverkusen, Rabu silam, kemungkinan ada yang dikorbankan pada menit pertama lawan Udinese. Favorit pelatih untuk akhir pekan nanti adalah duo Dybala-Ronaldo, sedangkan Higuain diistirahatkan sejenak.


Baca Juga :
- Penyerang Muda Persib Mengakui Beto Goncalves dan Cristiano Ronaldo sebagai Inspirator
- Juventus Siap Mengorbankan Cristiano Ronaldo dan Membayar Rp 6,8 Triliun kepada PSG Demi Mendapatkan Kylian Mbappe


La Joya terbiasa melakukan variasi permainan, karakteristik yang dibutuhkan Juve. Ketika irama permainan lawan menurun dan ruang gerak menjadi terbuka, para penyerang itu langsung menyerbu ke depan. Dybala memiliki kapasitas fisik yang pas untuk mengimbangi pergerakan Ronaldo. Lagipula attaccante muda Argentina itu berpartisipasi aktif atas 13 gol Juve ke gawang Udinese (7 gol dan 6 assist).

Setelah membangkitkan tiga striker tersebut, kini pelatih mesti memoles komponen serangan lainnya. Federico Bernardeschi memiliki tenaga dan otot yang dibutuhkan ketika menjadi gelandang tambahan, memperhatikan playmaker lawan, bisa melindungi ruang yang ditinggalkan oleh mezzala. Dybala tidak bisa melakukan tugas seperti Berna secara penuh selama 90 menit. Trio HDR mungkin kembali muncul dalam situasi genting ketika laga berjalan.

Ketajaman para penyerang Juve membuat kiper Le Zebrette, Juan Musso, sedikit was-was. “Dybala seorang striker sangat kuat, tidak pernah menyerah untuk setiap bola dan selalu berusaha menciptakan gol sebanyak mungkin. Salah satu yang tertangguh, tapi di Juve bukan hanya ada dia,” katanya. “Udinese sedang berkembang, kami sedang berada di tahap pengenalan satu sama lain. Ada banyak pemain seperti saya, berada di tahun kedua di Seri A. Kami mesti selalu bersama untuk menerapkan ide yang sama.”

Skuat besutan Luca Gotti memiliki serangan terburuk di babak kedua (baru menghasilkan tiga gol). Oleh karena itu, mereka meski tancap gas sejak awal. Kevin Lasagna, satu-satunya striker Udinese saat ini yang berhasil meruntuhkan gawang Juve dengan raihan satu gol, akan jadi andalan bersama Stefano Okaka.*** Dari berbagai sumber

Perkiraan pemain :

Juventus (4-3-1-2): 1 Szczesny;13 Danilo, 19 Bonucci, 4 De Ligt, 12 Alex Sandro;23 Emre Can, 30 Bentancur, 14 Matuidi; 33 Bernardeschi;10 Dybala, 7 Ronaldo;
Pelatih : Maurizio Sarri
Cadangan : 77 Buffon, 2 De Sciglio, 28 Demiral, 25 Rabiot, 8 Ramsey, 11 Douglas Costa, 21 Higuain

Udinese (3-5-2): 1 Musso;87 De Maio, 5 Troost-Ekong, 17 Nuytinck;18 Ter Avest, 6 Fofana, 38 Mandragora, 10 De Paul, 19 Larsen; 7 Okaka, 15 Lasagna;
Pelatih : Luca Gotti
Cadangan : 88 Nicolas, 50 Becao, 3 Samir, 11 Walace, 72 Barak, 30 Nestorovski, 91 Teodorczyk
 

X
Penulis
Xaveria Yunita