news
MOTOGP
Dovizioso Paling Sedikit Jatuh, Zarco Sebaliknya
14 December 2019 10:10 WIB
berita
Andrea Dovizioso (Istimewa).
PARIS – Catatan terjatuh sepanjang Kejuaraan Dunia Balap Motor 2019 menjadi yang terendah sejak 2015. Dari tiga kelas yang dipertandingkan, yakni Moto3, Moto2 dan MotoGP, hanya ada 971 insiden dari 19 putaran, tahun ini. Angka tersebut menurun drastis daripada tahun lalu yang mencapai 1.077 kali. 

Pada kelas tertinggi, MotoGP, Andrea Dovizioso jadi pembalap yang paling jarang terjatuh di mana ia hanya mengalami empat insiden. Sekaligus yang terendah dalam catatan pribadinya sejak 2014. Maverick Vinales dan Fabio Quartararo ada di posisi kedua dengan enam insiden sepanjang musim ini.




Baca Juga :
- Uang Lionel Messi Dikelola untuk Bisnis oleh Wanita yang Paling Dipercayai tapi Bukan Istrinya
- Valentino Rossi Marah, Serukan MotoGP Hukum Zarco yang Membuat Pacarnya Hancur


Sebaliknya, yang paling sering terjatuh adalah Johann Zarco yang berlomba untuk Red Bull KTM Racing dan LCR Honda, tahun ini. Karakter motor KTM, RC16, yang tak cocok dengan gaya balapnya menjadi faktor utama. Zarco menggantikan Marc Marquez yang pada tahun-tahun sebelumnya paling sering jatuh.

Marquez tercatat 14 kali mengalami insiden atau yang terendah untuknya sejak 2015. Hal itu disebabkan gaya balapnya yang mengalami perubahan serta lebih bijak dalam mengambil keputusan di lintasan. Marquez pernah mengatakan, meski jarang terjatuh, banyak penyelamatan yang dilakukan.


Baca Juga :
- Rossi dan Vinales Selamat dari Maut, tapi Kecelakaan Mengerikan Ini Menunjukkan Red Bull Ring Harus Berubah
- Kecelakaan Hebat di MotoGP Spielberg, Zarco dan Morbidelli Terguling, Rossi Nyaris Celaka


“Tahun lalu, saya selalu punya baju balap baru karena terjatuh hampir di setiap pekan! Tapi, tahun ini, saya mengurangi catatan itu dan hal ini harus terus ditingkatkan. Jika dilihat dari dalam, Honda bukan motor yang mudah dikendarai. Ini semua tentang bagaimana menjaga konsentrasi,” ujarnya.

Sirkuit Le Mans, Prancis, jadi lokasi yang paling banyak menelan korban terjatuh. Secara umum, ada 90 insiden. Trek dengan karakter stop and go memang butuh konsentrasi tinggi untuk pembalap tetap stabil di atas motor. Marquez pun sempat terjatuh di sana namun itu tak mempengaruhi hasil lombanya.

“Bukan berarti pada tahun-tahun sebelumnya saya kurang konsentrasi. Tapi, ketika Anda memiliki pengalaman lebih banyak dan memahami segalanya dengan lebih baik, itu akan sangat membantu. Sekarang, saya hanya berusaha agar lebih tenang, baik saat latihan bebas maupun kualifikasi,” kata Marquez.

Sepanjang tahun ini, performanya memang cukup mengesankan karena tampil dominan bersama RC213V yang dikenal sebagai motor paling agresif. Marquez menegaskan, hal itu karena ia belajar banyak tahun lalu. Di sisi lain, Honda memang memintanya agar tak banyak terjatuh demi finansial tim.

Pembalap asal Spanyol itu juga sering menikung dengan membuat sudut tajam dan itu dianggap membahayakan. “Kenapa saya selalu melakukan itu, bukan karena gaya balap atau menyukainya. Tapi, kami sedang coba mengubahnya karena jika tidak seperti itu, motor tak dapat berbelok,” katanya.

Pemilihan ban yang menyesuaikan dengan karakter trek jadi hal terpenting untuk para teknisi demi meminimalisasi pembalap terjatuh. Pasalnya, mereka yang mengalami insiden biasanya kesulitan dengan ban yang tak kunjung mencapai suhu tepat. Untuk itu, penting memahami karakter trek dengan baik.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati