news
BULUTANGKIS
Lolos Sebagai Runner-up Grup B, Hendra/Ahsan Fokus Strategi
14 December 2019 08:50 WIB
berita
Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan (Dokumentasi PBSI).
GUANGZHOU – Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan menelan kekalahan perdana dalam BWF World Tour Finals 2019. Tampil di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Cina, ganda putra Indonesia tersebut takluk 18-21, 18-21 dari wakil Taiwan, Lee Yang/Wang Chi Lin, Jumat (13/12).

Meski begitu, hasil ini tak memengaruhi kelolosan mereka. Ahsan/Hendra tetap melaju ke babak empat besar namun sebagai runner-up Grup B. “Lawan hari ini (kemarin) memang tak mudah. Untuk sementara, yang penting kami lolos semifinal,” kata Hendra dikutip dari situs resmi PBSI.




Baca Juga :
- Ini Alasan Liverpool Mendatangkan Thiago: Butuh Umpan Terobosan
- Ronald Koeman Bilang Busquets Bisa Bertahan dan Bahkan Main Lagi tapi Ada Syaratnya


Untuk babak empat besar, pasangan berjulukan The Daddies itu masih menunggu lawan. Namun, yang perlu jadi catatan, saat menghadapi Yang/Chi Lin, Ahsan mengalami nyeri di tangan. “Setelah ini, kami akan memikirkan strategi yang baik untuk pertandingan berikutnya,” Hendra menambahkan. 

Status berbeda didapat salah satu tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting. Pada laga terakhir, dirinya dinaungi keberuntungan karena tak perlu mengeluarkan banyak keringat untuk mengamankan tiket semifinal. Dalam keunggulan 13-6, sang lawan memutuskan mundur. 


Baca Juga :
- Juara Dunia Kelas Ringan Super Ini Tetap Harus Lawan Petinju Thailand Berpengalaman
- Merombak Barca, Ini Prediksi Formasi Ronald Koeman Tanpa Luis Suarez, Pique, dan Busquets


Viktor Axelsen mengalami cedera hamstring sekaligus mengantarkan Anthony sebagai pemuncak klasemen Grup B. Hasil ini didapat karena pada pertandingan lain, Chou Tien Chen asal Taiwan takluk 15-21, 19-21 dari Chen Long. Anthony melaju ke babak empat besar bersama Chen Long.

“Untuk selanjutnya, saya mau coba berpikir seperti kemarin, gimana caranya buat nikmatin permainan dan melakukan yang terbaik di lapangan. Pastinya sambil menentukan strategi apa yang mau saya terapkan. Pokoknya, fokus untuk main yang bagus,” Anthony menuturkan.

Sementara itu, ganda campuran Indonesia babak belur di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Cina, Jumat (13/12). Hasil buruk didapat Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja serta Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti hingga harus angkat koper dari World Tour Finals 2019.

Melakoni pertandingan ketiga Grup B, pasangan ini sama-sama menelan kekalahan. Hafiz/Gloria ditundukkan Yuta Watanabe/Arisa Higashino dari Jepang, 14-21, 12-21. Pada laga lain, Praveen/Melatih dipecundangi wakil Cina, Zheng Siwei/Huang Yaqiong, 8-21, 21-15, dan 20-22.

Hafiz/Gloria mengaku sangat menyesal karena sebenarnya berpeluang ke semifinal. Sebelum menghadapi Watanabe/Higashino, mereka bermodal satu kemenangan dan satu kekalahan. Sayang, dalam laga penentu, ganda campuran nomor sembilan dunia itu tampil mengecewakan.

Watanabe/Higashino pun menang mudah. “Hasil yang tidak memuaskan karena permainan kami tak seperti seharusnya. Kami sangat sulit keluar dari tekanan lawan. Sudah coba mengubah pola serangan namun hasilnya tetap sama,” ucap Gloria dikutip dari situs resmi PBSI, kemarin.

Kendati demikian, Gloria bersyukur karena pencapaiannya bersama Hafiz, tahun ini, lebih baik dibandingkan sebelumnya. Juga berlaga dalam World Tour Finals, mereka menempati posisi keempat alias juru kunci. Sedangkan tahun ini, Hafiz/Gloria berada di peringkat ketiga klasemen. 

Catatannya pun sama, mengantongi satu kemenangan dan dua kekalahan. Bedanya, tahun lalu, Hafiz/Gloria sanggup mengalahkan Watanabe/Higashino dengan rubber game, 21-18, 16-21, dan 21-18. “Sudah pastinya kecewa. Semoga tahun depan ikut lagi dan lolos,” Gloria menambahkan.

Hasil lebih buruk didapat Praveen/Melati yang mengakhiri petualangan di World Tour Finals dengan tiga kekalahan. Ini jadi ironi karena beberapa bulan terakhir, mereka memenangi BWF Super 750, Denmark dan Prancis Terbuka. Praveen/Melati juga  melanjutkan tren positif di Flipina.

Pekan lalu, ganda campuran peringkat kelima dunia itu mempersembahkan emas SEA Games XXX/2019. “Jadi juru kunci sangat mengecewakan. Apa pun alasannya, ini hasil buruk. Tapi, kalau dilihat dari laga ketiga, kami cukup puas karena sudah memberikan performa terbaik,” tutur Melati.

Praveen menambahkan, hasil dalam BWF World Tour Finals 2019 akan jadi pelajaran agar lebih baik dalam rangkaian tur dunia, tahun depan. “Kami akan berusaha keras untuk mengamankan tiket Olimpiade Tokyo (XXXII/2020),” mantan rekan Debby Susanto itu menuturkan.*KRISNA C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati