news
LIGA 1
Kasus Semifinal Liga 1 Putri Naik ke Meja Komdis
13 December 2019 12:20 WIB
berita
JAKARTA - Polemik untuk menentukan pemenang pada semifinal Liga 1 Putri 2019 yang mempertemukan Persipura Jayapura Tolikara versus Tira Persikabo Kartini sudah menunjukkan sedikit titik terang.

Kabarnya Sekretaris Jendral (sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria yang baru tiba di Tanah Ar selepas mendampingi timnas U-22 di SEA Games 2019 Filipina akan menggelar rapat bersama Komite Eksekutif PSSI untuk mencari jalan keluar masalah ini.




Baca Juga :
- Liga 1 2020 Dua Wilayah? Ini Tanggapan Klub
- Siapkan "Mesin Press", Bali United Bertolak ke Singapura Minggu (12/1)




Perseteruan tim terjadi ketika leg ke-2 semifinal Liga 1 Putri antara Persipura versus Tirakabo bergulir. Tirakabo berhasil menang pada leg kedua di Stadion Cendrawasih, Biak, Sabtu (7/12) dengan kemenangan 2-1. Di mana sebelumnya mereka menelan kekalahan 4-5 dari Persipura di leg pertama.

Dengan skor sama 6-6 jika sesuai regulasi berdasarkan surat PSSI nomor 5308/AGB/1641/XII-2019, tertulis semifinal Liga 1 Purti 2019 digelar tanpa memperhitungkan gol tandang. Dalam poin selanjutnya, dijelaskan pula bahwa jika hasil imbang akan dilanjutkan adu pinalti tanpa adanya perpanjangan waktu. Namun sayangnya pihak Persipura mundur dari pertandingan karena merasa sudah menang dalam gol tandang dan pertandingan dihentikan.


Baca Juga :
- Sentuhan Dramatis dan Kreatif dalam Perkenalan Pemain Baru Liga 1 2020
- Kualitas Tidak Diragukan, 99 Persen Skuat Juara Persib Putri Akan Dipertahankan


Salah satu Exco PSSI, Yoyok Sukawi mengatakan masalah ini tentu akan cepat diselesaikan. Kemarin memang belum ada kejelasan mengenai siapa yang terpilih menjadi tim pemenang dalam semifinal itu karena federasi menunggu keputusan Sekjen.  

“Kemarin saya sudah berbicara dengan pak Ronny Suhatril selaku Direktur Kompetisi, mereka memang belum sempat menjawab masalah ini dengan pasti ke klub maupun ke media karena sedang menunggu Sekjen yang pada saat itu masih di Filipina. Jadi kalau ingin mengangkat suatu masalah ke Komdis memang harus dari instruksi Sekjen. Tetapi tadi pagi semua sudah bertemu dengan Sekjen dan kami naikan masalah ini ke Komdis PSSI,” ujar Yoyok.

Menurut Yoyok persoalan dan perdebatan mengenai regulasi pertandingan memang seharusnya sudah urusan komdis. Maka dari itu federasi menyerahkan masalah ini kepada Komdis agar mereka yang menentukan hasilnya seperti apa.

“Memang persoalan ini ranahnya ke Komdis, agar Komdis nanti yang menentukan secara normatif apakah pertandingan itu mau dilanjut atau ada ketentuan lain. Kami hari ini (kemarin) sudah mendorong Komdis juga untuk segera menggelar rapat mengenai masalah ini, supaya tidak berlarut-larut lagi. Semoga pekan ini sudah keluar hasilnya,” ujar Yoyok.

Sejatinya Yoyok sangat menyayangkan kondisi ini bisa terjadi. Memang Liga 1 putri baru pertama digelarkan namun seharusnya tim-tim yang bermain didalamnya harus dapat terlebih dahulu memahami regulasi yang sudah diberikan. Jadi ketika pada saat pertandingan tidak ada lagi persoalan perbedaan pendapat.

“Kalau menurut saya, federasi tentu sudah membuat regulasi, sudah membuat aturan dan seharusnya tim melihat pertandingan ya sesuai dengan regulasi yang telah dibuat. Saya juga mengimbau untuk masalah ini tidak harus lagi diperdebatkan karena federasi sudah menyerahkan hal ini kepada yang berwenang yaitu Komdis dan tunggu saja hasilnya,” kata Yoyok.

Sementara itu, Ketua Komdis PSSI Asep Edwin mengonfirmasi jika federasi sudah melaporkan masalah ini kepada pihaknya. Namun Asep mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus ini karena sedang mendalami laporan yang diberikan. “Semoga hasilnya bisa keluar pekan ini,” ujar Asep.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

   

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news