news
LIGA ITALIA
Pekerjaan Rumah Pioli
13 December 2019 11:29 WIB
berita
Pelatih AC Milan, Stefano Pioli, mesti memaksimalkan materi yang dimilikinya.-Topskor.id/istimewa-
MILAN - Tidak hanya Theo Hernandez yang berlari dengan cepat (dengan laga versus Bologna FC telah menempuh hampir 31 km), Ismael Bennacer berpengaruh terhadap kinerja AC Milan. Dua taruhan ini dimenangkan Stefano Pioli. Namun, pelatih tidak bisa berleha-leha lantaran ada dua pekerjaan rumah yang mesti dituntaskan, yakni Ante Rebic dan Rafael Leao.

Kebangkitan Hernandez dimulai selama periode pramusim tapi sempat terhenti karena cedera. Ketekunannya mengasah kemampuan mengawal sayap kiri, kini dia berpotensi menjadi pemain ideal di sektor tersebut. Dalam 10 tahun terakhir, ada Luca Antonini, Didac Vila, Taye Taiwo, Urby Emanuelson, Kevin Constant, Pablo Armero, Djamel Mesbah, Luca Antonelli, Leonel Vangioni, Salvatore Bocchetti dan Ricardo Rodriguez, merupakan mantan pemain inti yang dilewati oleh bek kiri asal Prancis itu.




Baca Juga :
- Revolusi Milan Belum Terlihat Dampaknya
- Happy New Zlatan!




Hernandez berhasil meraih kepercayaan dari dua pelatihnya di I Rossoneri. Dia diturunkan sebagai starter tiga kali oleh Marco Giampaolo dan delapan kali masuk tim inti dengan Pioli. Sebanyak empat gol diproduksi sehingga menyamai prestasi bek Kaka Kaladze, musim 2001/02.

Bennacer sangat nyaman dipasang sebagai playmaker. Pesepak bola asal Aljazair itu fundamental untuk memberikan kembali identitas tim yang kebingungan. Jarang sekali pemain baru yang bisa menjalankan peran itu dengan cepat. Dia lebih baik ketimbang deretan pendahulunya yang digadang sebagai penerus Andrea Pirlo: Riccardo Montolivo, Manuel Locatelli, Lucas Biglia dan Tiemoue Bakayoko.


Baca Juga :
- Suporter Inter Harus Minta Maaf, Raiola: Saya Sudah Jadi Jutawan Sejak Usia 20 Tahun!
- Milan Tak Punya Karakter


Di Bologna, Bennacer menjadi gelandang yang menciptakan paling banyak peluang dan sangat  sering merebut bola. Jumlah permainan vertikal Bennacer lebih baik dibandingkan rekan-rekan lain. Dia pun menjadi yang terbaik kedua dalam rata-rata kilometer yang ditempuh selama pertandingan. Hanya kalah dari Hakan Calhanoglu. Sayangnya, prestasi itu dinodai dengan tujuh kartu kuning.

Dua hasil belanja di bursa transfer musim panas sudah menunjukkan nilai setara dengan investasi klub. Tantangan Pioli mengeksplorasi kemampuan Leao. Striker muda tersebut sempat moncer di awal musim tapi grafiknya terus menurun. Konsekuensinya menit bermain pun berkurang dalam tiga laga terakhir.

Attaccante Portugal tersebut hanya muncul 5 menit (lawan SSC Napoli), 26 menit di Parma dan hanya jadi penonton di Bologna. Pelatih menjelaskan, “Leao bukan penyerang murni tapi penyerang yang aktif bergerak.”

Pioli sepertinya tidak ingin mengambil risiko ini dalam formasi 4-3-3. Sambil menunggu Zlatan Ibrahimovic, pelatih mesti memberi kepercayaan kepada Leao. Pergerakannya mungkin bisa dijadikan senjata mematikan lawan.

Mungkin yang paling menarik adalah memulihkan Rebic, melihat dua kemenangan terakhir tim Milan dari bangku cadangan. Bukan masalah adaptasi di Milanello: dia sangat terikat dengan Rade Krunic, yang tahu bagaimana melibatkan diri di dalam grup. Pemuda Kroasia itu berguna untuk pelapis solid bagi Calhanoglu dan Suso di sayap depan. Masih ada dua pekan tersisa untuk menghentikan niat klub melepasnya.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news