news
SEA GAMES 2019
Akhiri Paceklik Emas di SEA Games, PBVSI Pertahankan Li Qiujiang
13 December 2019 10:13 WIB
berita
Li Qiujiang bakal meneruskan kariernya sebagai pelatih timnas voli putra.
JAKARTA – Tim nasional (timnas) voli indoor tiba di Indonesia, Kamis (12/12) dini hari WIB. Nizar Zulfikar dan kawan-kawan disambut meriah oleh rombongan Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI), menyusul kesuksesan mereka mengembalikan tradisi emas di SEA Games.

Dalam laga final di PhilSports Arena, Selasa (10/12), Indonesia menundukkan Filipina dengan skor 3-0 (25-21, 27-25, dan 25-17). Sebagai catatan, ini adalah emas pertama timnas putra sejak terakhir di SEA Games XXV/2009 Vientiane, Laos. Setelah itu, Merah Putih selalu di bawah bayang-bayang Thailand.




Baca Juga :
- Shin Tae-yong Panggil 36 Pemain untuk SEA Games, Ada Nama Egy
- Persahabatan Tanpa Batas, Kemana Aja Loe Doel


Apa yang diraih Indonesia tak lepas dari peran Li Qiujiang yang menerapkan disiplin ketat terhadap anak didiknya. Untuk diketahui, pria asal Cina tersebut bukan sosok asing untuk voli Tanah Air. Saat menangani timnas putra pada 1997 serta 2003-2011, sederet prestasi berhasil ditorehkannya.

Pria yang biasa disapa Mr. Li tersebut mempersembahkan emas di SEA Games 1997, 2003, 2007, 2009, dan perak pada 2005 dan 2011. Ia juga pernah meloloskan Indonesia ke Asian Games XVI/2010 Guangzhou. Wakil Ketua Umum PP PBVSI Irjen Pol. Edy Sunarno menegaskan bakal mempertahankan.


Baca Juga :
- Plong! Maria Lawalata Dipulangkan dari Penjara, Persoalan Utangnya Berakhir Damai
- Pemanggilan Ryuji Utomo, Evan Dimas, dan Osvaldo Haay ke Timnas adalah Opsi yang Bagus


“Saya merasa, Mr. Li kembali menunjukkan tangan dinginnya sebagai seorang pelatih. Ia sosok yang pantas melatih tim putra. Sampai kapan ia di Indonesia? Tergantung bagaimana prestasinya nanti,” ujar Edy di sela-sela acara penyambutan timnas di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Adapun tugas terdekatnya memantau pemain-pemain yang berlaga di Proliga 2020. Selain itu, memimpin timnas putra dalam rangkaian kejuaraan kualifikasi Olimpiade Tokyo XXXII/2020. Edy mengatakan, PBVSI bakal berupaya maksimal meloloskan tim putra ke pesta olahraga dunia empat tahunan itu.

Edy pun cukup yakin Mr. Li kembali melatih Indonesia di SEA Games XXXI/2021 Vietnam. “Kami belum tahu SEA Games 2021 digelar bulan apa. Kalau pertengahan tahun, artinya tak sampai dua tahun lagi. SEA Games 2021 harus jadi perhatian sebab negara lain tentu ingin merebut emas kami,” ucapnya.

Doni Haryono menyebut hasil SEA Games 2019 membuktikan persaingan voli makin ketat. Filipina dan Kamboja menunjukkan kemajuan pesat. “Sebelumnya, di putra, final sudah tertebak, Indonesia lawan Thailand. Vietnam sempat menyingkirkan Indonesia, 2015, tapi waktu 2017 hasilnya sama lagi,” katanya.

Pevoli yang dilabeli warganet sebagai pemain terbaik Indonesia itu mengaku cukup bersyukur dengan kekalahan Thailand di semifinal. “Meskipun saat ini kami di atas Thailand, kalau bertemu mereka, khawatir bakal terbebani. Pasti ada tekanan karena Thailand terbiasa mengalahkan kami,” Doni menuturkan.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati