news
LIGA CHAMPIONS
Haaland Disarankan Ikuti Langkah Dua Pemain Liverpool
12 December 2019 14:09 WIB
berita
Striker muda RB Salzburg, Erling Braut Haaland, 19 tahun, diminta tidak langsung bergabung dengan klub besar jika meninggalkan Austria.
WALS-SIEZENHEIM - Erling Braut Haaland tidak mampu membantu timnya fase knock-out Liga Champions. Pasalnya, FC Red Bull Salzburg menyerah 0-2 dari sang juara bertahan, Liverpool FC, pada laga terakhir Grup E, Selasa (10/12) malam lalu. Laga tersebut juga menjadi satu-satunya Haaland tidak mencetak gol pada musim perdananya di Liga Champions.

Meskipun demikian, penyerang tengah asal Norwegia, 19 tahun, itu tetap menjadi buruan banyak klub elite Eropa. Musim ini, ia sudah mencetak 28 gol dari 22 laga kompetitif semua ajang. Delapan gol di antaranya dibuat dari enam pertandingan di Grup E Liga Champions.




Baca Juga :
- Bruno Fernandes Ungkap Nasihat Pogba yang Membantunya Cetak Gol dari Tendangan Bebas lawan Bournemouth
- Penampakan Rumah Mewah Ryan Giggs, 18 Bulan Belum Laku Dijual Setelah Bercerai


Karenanya, tidak heran bila klub-klub elite Liga Primer sekelas Manchester United FC serta dua tim top Bundesliga, Borussia Dortmund dan RB Leipzig, berlomba memburu tanda tangan Haaland. Seusai laga melawan Liverpool, pelatih Salzburg Jesse Marsch justru mencermati perancang dan pencetak gol pertama The Reds, Sadio Mane dan Naby Keita, sebagai gambaran untuk masa depan Haaland.

Mane melepas umpan lambung yang dikonvesi Keita lewat sundulan dan menjadi gol pertama pada menit ke-57 laga tersebut. Mohamed Salah memperbesar keunggulan Liverpool lewat sontekan, satu menit kemudian.


Baca Juga :
- Selebrasi Janggal Paul Pogba Saat Rayakan Gol Anthony Martial Mengundang Tanda Tanya Fan MU
- Greenwood Lebih Hebat dari Ronaldo dan Rooney di Usia Muda di Manchester United


Mane dan Keita adalah dua pemain yang ditemukan lalu dikembangkan Salzburg. Setelah dua tahun bergabung (2012-2014), Mane pindah ke Southampton FC lalu ke Liverpool pada 2016. Keita yang memperkuat Salzburg pada 2014-2016 lalu bergabung ke Leipzig pada 2016. Setelah dua tahun, ia resmi pindah ke Liverpool pada pertengahan 2018.

Haaland, menurut Marsch, bisa mengikuti apa yang dilakukan Mane dan Keita. “Secara teori, pindah ke Leipzig akan sangat baik bagi Haaland.

Pelatih Leipzig Julian Nagelsmann memang sudah lama menginginkan Haaland. Dari sisi klub, hampir dipastikan tidak akan jadi masalah bagi Salzburg karena mereka dan Leipzig sama-sama dimiliki perusahaan minuman berenergi, Red Bull.

Di Leipzig, Haaland bisa mengasah skill dan mentalitas bermain. Karena permainan impresifnya, musim ini Haaland diperkirakan mendapatkan tekanan berat karena sangat diandalkan Salzburg. Ulahnya yang membanting botol minuman saat Salah mencetak gol kedua Liverpool ke gawang Salzburg mengindikasikan Haaland sangat tertekan dan kecewa tapi tidak mampu menutupi atau menahannya.

“Bila bicara taktik dan strategi, klub-klub top seperti (FC Bayern) Muenchen dan Liverpool mungkin terlalu tinggi bagi Haaland. Sejauh ini, ia juga baru bermain di (liga) Norwegia dan Austria dengan waktu tidak lama pula,” kata Alf Ingve Berntsen, pelath Haaland semasa memperkuat Bryne FK di Norwegia.

Tidak ada yang memungkiri performa Haaland menanjak drasis dalam enam bulan terakhir di bawah Marsch, pelatih Salzburg asal Amerika Serikat. “Saya cocok dengan gaya pelatihan yang baru di sini (Salzburg). Setelah Piala Dunia U-20, saya merasa semakin tajam dan fit,” tutur Haaland. “Namun begitu, harus saya akui, latihan di sini sangat, sangat berat.”

Marsch hanya tersenyum mendengar komentar Haaland. Ia mengatakan hanya melanjutkan program Marco Rose—kini pelatih Borussia Moenchengladbach—sejak Juni lalu. Soal kabar bakal perginya Haaland, Marsch mengaku itu hal yang lumrah. Harga Haaland kini ditaksir di kisaran 30 juta euro atau 27 juta paun (sekira Rp467 miliar).*TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho