news
UMUM
Bukan Cuma Evan, Seluruh Pemain Timnas U-22 Akan Dicek Kesehatannya di Jakarta
12 December 2019 13:15 WIB
berita
JAKARTA - Tim nasional (timnas) Indonesia U-22 harus rela dengan kegagalan merebut medali emas SEA Games 2019 di Filipina. Takluk 0-3 dari Vietnam di partai puncak, membuat tim Garuda Muda harus finis di posisi runner-up atau hanya mendapatkan medali perak.

Tidak hanya itu timnas U-23 harus juga merasakan kesedihan melihat cederanya jenderal lapangan tengah, Evan Dimas Darmono. Pasalnya dalam laga final itu, Evan harus menepi lebih cepat yaitu pada menit ke-20.




Baca Juga :
- Timnas Indonesia U-16 Jalani Uji Coba Ketiga, Lawannya Tim dari Bandung
- Keberatan! PSMS Medan Meminta PT LIB Naikkan Nilai Subsidi


Dalam laga itu, Evan mendapat terjangan dari salah satu pemain Vietnam, Doan Van Hau. Akibat permainan keras tersebut, pemain yang sempat menjadi penentu kemenangan Indonesia lewat sumbangan dua gol pada laga semifinal melawan Myanmar itu seketika terjatuh dan tidak bisa melanjutkan pertandingan.

Cedera tersebut memberikan kesedihan tersendiri bagi Evan yang bermimpi dan bertekad untuk kembali memberikan emas kepada Indonesia yang sudah sejak lama (1991) tidak berhasil menggapai pencapaian tersebut.


Baca Juga :
- PT LIB Membuka Opsi Mencampur Liga 1 dan Liga 2 U-20
- Diproduseri Bintang NBA, Film Dokumenter Muhammad Ali Sukses Meraih Penghargaan


Ketua Tim Dokter timnas Indonesia, dr. Syarif Alwi mengatakan Evan akan diberikan perawatan intensif, nanti ketika sudah tiba di Jakarta. Timnas U-2a sendiri baru akan meninggalkan Manila, Filipina pada Rabu (11/12) malam.

“Setibanya di Indonesia, PSSI akan membawa Evan Dimas Dharmono ke Rumah Sakit Royal Progress Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) pada engkel kaki kirinya,” ujar Syarif.

“Kami MRI untuk mendiagnosa kecurigaan kami tentang cedera pada antero talo vibular ligamen. Setelah kami mengetahui, kami baru akan mengambil langkah terapi. Kami juga akan melakukan x-ray ankle kiri untuk mengatahui apakah ada kelainan sekitar tulang ankle kiri,“ Papi sapaan akrab Syarif Alwi menambahkan.

Selama di Filipina, Evan juga tetap mendapatkan perawatan dan penanganan. Papi memberikan fisio terapi dan pemberian obat-obatan medis.

Sampai detik ini tim dokter timnas masih belum bisa memperkirakan keseriusan cedera Evan. Tetapi jika tidak ada kelainan serius, setelah melalui proses terapi dan fisio yang berkelanjutan, Evan diperkirakan baru bisa bermain dengan normal sekitar tiga pekan. “Mudah-mudahan cederanya tidak terlalu parah sehingga penyembuhannya bisa cepat," ujar Papi.

Papi juga menegaskan tidak hanya Evan saja yang akan menjalani proses pengecekan kesehatan. Namun semua pemain timnas kondisi kesehatannya juga akan diperiksa. Hal ini dikarenakan PSSI ingin memastikan bahwa setiap pemain timnas sudah dalam dalam kondisi bugar ketika kembali ke klubnya masing-masing.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

R
Penulis
Rizki Haerullah