news
UMUM
Sepulang dari Filipina, Pengurus PSSI Dinanti Banyak PR
12 December 2019 13:15 WIB
berita
JAKARTA - Permainan apik timnas Indonesia U-22 dari babak penyisihan hingga semifinal seolah terhapuskan dengan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada laga final SEA Games XXX 2019 Filipina, Selasa (10/12) lalu. Hasil yang sangat menyedihkan dan menyesakkan bagi Indonesia yang sudah 28 tahun tidak bisa meraih medali emas.

Namun hasil ini juga tidak aneh karena timnas Indonesia kerap antiklimaks di final kejuaraan ASEAN. Kritik pun bermunculan perihal gagalnya Garuda Muda pada partai final SEA Games 2019 kemarin.




Baca Juga :
- Timnas U-19 Latihan Perdana, Begini Hasil Pantauan Pelatih Shin Tae Yong
- Liga 1 2020 Dua Wilayah? Ini Tanggapan Klub




Mulai strategi yang diterapkan, pemilihan pemain inti, hingga mengenai mental bertanding di lapangan. Timnas U-22 sejatinya harus sudah bisa belajar dari kesalahan yang dilakukan di pertemuan pertama melawan Vietnam pada fase grup ataupun dalam laga-laga yang sudah dijalani.

Memang masalah utama yang kerap menjadi momok bagi timnas adalah saat mengantisipasi serangan set piece atau serangan-serangan udara yang dilancarkan oleh lawan. Hal itu terbukti dari gol-gol yang diciptakan oleh Vietnam dalam laga final.


Baca Juga :
- Liga TopSkor U-16: Grande Partita di Gunung Sindur
- Preview Liga TopSkor Transtama U-15: Papan Tengah Memanas


Pelatih timnas U-22 Indra Sjafri pun mengakui evaluasi yang harus dibenahi bukan pada skema permainan timnya namun lebih kepada mengantisipasi bola-bola set piece. “Ini hasil yang sudah maksimal diberikan oleh para pemain. Saya rasa prestasi ini sebenarnya jauh lebih baik ketimbang enam tahun sebelumnya. Kami juga sudah mencoba untuk menjadi lebih baik dengan mengusahakan medali emas, setelah 28 tahun terakhir,” ujar Indra berusaha membela diri.

Sementara asisten pelatih timnas U-22 Nova Arianto juga mengaku taktikal permainan Garuda Muda sedikit terhambat ketika Evan Dimas Darmono harus terpaksa keluar lapangan karena mengalami cedera pada menit ke-20. Situasi yang di luar prediksi. Sontak permainan timnas pun berubah.

Sementara, Vietnam yang sudah mendikte permainan Indonesia mampu mengambil keuntungan ini dengan baik. Setelah keunggulan 1-0, pemain Vietnam kian percaya diri. Sebaliknya, mental Garuda Muda ambruk dan seperti kehabisan ide untuk meladeni permainan efektif, energik, variatif, dan strong dari Vietnam.

“Memang kami tidak hanya mengandalkan Evan di dalam skuat, namun tidak bisa dipungkiri setelah Evan harus keluar lapangan skema yang kami rencanakan sedikit tidak berjalan. Hingga akhirnya kami mendapatkan hasil negatif. Saya mewakili timnas U-22 ingin mengatakan permohonan maaf ke seluruh masyarakat Indonesia bahwa tidak berhasil membawa pulang medali emas di tahun ini,” ujar Nova.

Mantan pemain jangkar timnas Indonesia itu juga menilai strategi yang dilakukan Vietnam cukup baik. Mereka memainkan skema berbeda dengan ketika pertemuan pertama pada fase grup. Vietnam lebih bermain statis untuk menunggu dan mengandalkan serangan balik.

“Saya juga harus akui para pemain Vietnam berhasil bermain konsisten dengan melakukan marking di sisi sayap kanan dan kiri yang diisi oleh Egy Maulana Vikri juga Saddil Ramdani. Mereka bisa mematikan pergerakan sisi sayap kami. Selain itu, Vietnam juga sangat siap menghadapi partai ini dari kekuatan dan postur kami kalah, sehingga terjadi dua gol melalui bola set piece,” Nova menjelaskan.

Sementara, Ketua Umum PSSI Komjen Pol Mochamad Iriawan tampaknya akan membawa oleh-oleh saat kepulangannya dari Filipina. Salah satunya, soal pelatih timnas Indonesia yang mulai sedikit terkuak.

Dari tiga kandidat pelatih asing tampaknya PSSI akan mencoba memberi kepercayaan kepada Shin Taeyong untuk menjadi pelatih baru timnas Indonesia. “Untuk pelatih senior akan kami pikirkan dan rapatkan di Jakarta,” kata Iwan Bule. “Tetapi kemungkinan besar, kami akan mengambil Shin Taeyong.”

Ke depan tentu banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh pelatih baru timnas Indonesia. Mulai mental, taktik, teknik, dan fisik. Juga tak lupa semua penampilan apik timnas tentu akan berjalan baik, jika jadwal kompetisi ke depan tersusun dengan rapi dan berkesinambungan dari junior hingga senior.***NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

 

 

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news