news
LIGA EUROPA
Tiga Tim di Grup J Masih Berpeluang ke 32 Besar
12 December 2019 15:40 WIB
MOENCHENGLADBACH  Persaingan di Grup J termasuk salah satu yang paling ketat di fase grup Liga Europa musim ini. Hingga jelang matchday 6, Kamis (12/12) belum satupun dari kedua tiket ke babak 32 besar di grup ini yang sudah ada pemiliknya. Kedua tiket tersebut masih jadi rebutan tiga tim, Borussia Moenchengladbach, AS Roma, dan Istanbul Basaksehir.

 


Baca Juga :
- Belotti Menyamai Rekor Franco Ossola
- Friedkin Ingin Memimpin Roma Saat Derbi




Moenchengladbach masih memimpin Grup J dengan delapan poin dari lima pertandingan. Tapi, mereka hanya unggul head to head atas Roma yang menempel ketat di peringkat kedua dengan nilai sama. Posisi ini membuat kedua tim tersebut menghadapi tugas yang lebih ringan pada laga terakhir mereka daripada Basaksehir yang berada di peringkat ketiga dengan tujuh poin.

Gladbach hanya butuh hasil imbang saat menjamu Basaksehir di Borussia-Park untuk memastikan lolos ke fase knockout. Roma juga hanya butuh satu poin dalam laga kandang lawan Wolfsberger AC di Olimpico untuk merebut tiket ke babak 32 besar. Sebaliknya, Basaksehir hanya akan lolos jika menang atas Die Fohlen.


Baca Juga :
- Misi Khusus Zaniolo di Firenze
- Jadwal Siaran Langsung Undian 32 Besar Liga Europa, Senin 16 Desember 2020


Bahkan kalah sekalipun, Gladbach akan tetap lolos dengan syarat Roma juga kalah dari Wolfsberger. Situasi yang sebaliknya berlaku bagi I Giallorossi. Mereka akan tetap melangkah ke fase knockout meski kalah dari Wolfsberger jika pada saat yang sama Basaksehir gagal meraih kemenangan lawan Die Fohlen.

Dengan demikian, tugas Roma di atas kertas lebih ringan daripada Gladbach. Pasalnya, I Giallorossi hanya akan berhadapan dengan Wolfsberger yang merupakan tim terlemah di Grup J dan telah dipastikan tersingkir. Jadi, tim asuhan Paulo Fonseca itu punya peluang yang sangat besar untuk memetik poin dalam laga ini.

Wajar jika kemudian winger Roma, Diego Perotti, sudah memandang jauh lebih ke depan. Pemain 31 tahun ini optimistis I Giallorossi bisa terus melaju hingga ke final dan keluar sebagai juara sekaligus mengakhiri paceklik gelar selama lebih dari satu dekade. Roma memang belum pernah lagi mencicipi trofi sejak memenangi Piala Italia 2007/08.

“Saya sangat yakin dengan tim ini dan rekan-rekan saya. Kami memiliki kemampuan dan kualitas untuk memenangi kompetisi ini,” kata Perotti yang telah bergabung dengan Roma sejak 2016. “Akan ada tim-tim besar dari Liga Champions (yang datang ke babak 32 besar), tapi kami hanya perlu memikirkan kekuatan kami sendiri.”

Di pihak lain, tugas Gladbach jauh lebih berat daripada Roma. Die Fohlen memang hanya butuh satu poin lawan Basaksehir, tapi mereka bisa dipastikan tidak akan mudah mendapatkannya. Maklum, klub Turki juga masih punya peluang untuk lolos ke babak 32 besar dan hanya kemenangan yang bisa mewujudkan itu.

Karenanya, Gladbach harus tetap waspada dan meski hanya butuh hasil imbang, mereka tidak berniat bermain defensif lawan Basaksehir. Die Fohlen akan turun ke lapangan dengan target merebut tiga poin penuh. “Kami sepenuhnya fokus untuk memenangi ketiga poin dalam pertandingan ini. Lagi pula kami ingin finis sebagai juara grup,” kata winger Patrick Herrmann.

Terlepas dari target meraih kemenangan lawan Basaksehir, pelatih Marco Rose berniat melakukan rotasi dalam starting eleven Gladbach. Sebanyak lima pemain yang terlibat dalam kemenangan 2-1 atas FC Bayern Muenchen di Bundesliga akhir pekan lalu bakal diistirahatkan di bangku cadangan.

Mereka adalah striker Alassane Plea, duet gelandang Laszlo Benes dan Jonas Hofmann serta bek tengah Nico Elvedi dan bek kanan Stefan Lainer. Sebagai gantinya, mantan pelatih Red Bull Salzburg itu bakal menurunkan para pemain lapis kedua seperti Fabian Johnson dan Jordan Beyer di pertahanan, Tobi Strobl, Denis Zakaria, dan Florian Neuhaus di lini tengah serta Herrmann di sayap kanan.

“Penting bagi kami untuk menurunkan para pemain yang masih segar dalam pertandingan ini. Dengan kehadiran mereka di lapangan, kami juga bisa mengandalkan efek kejutan,” kata pelatih 43 tahun asal Jerman itu.*Rijal Alfurqon

 

loading...
I
Penulis
Irfan Sudrajat
news
news