news
LIGA EUROPA
Gabigoal Siap Bawa Arsenal ke 32 Besar Liga Europa
12 December 2019 14:26 WIB
berita
Gabriel Martinelli ketika merayakan gol yang dia ciptakan dalam laga lawan West Ham, Senin (9/12).
LIEGE – Kemenangan Arsenal atas West Ham, Senin lalu, memperlihatkan bahwa masih ada harapan di tim asal London ini. Harapan tersebut bernama Gabriel Martinelli. Gol penyerang asal Brasil tersebut ke gawang The Hammers mengakhiri deretan laga (tujuh pertandingan) beruntun tanpa kemenangan di Liga Primer.

Dengan gol itu pula, dia menjadi pemain paling muda dalam sejarah Arsenal yang mencetak gol dalam debutnya sebagai starter di Liga Primer, 18 tahun 174 hari. Aksinya di laga tersebut memberikan pesan bahwa selain Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette, Arsenal masih memiliki mesin gol lain yang lebih segar.




Baca Juga :
- Inilah Harry Maguire dari Belanda! Blunder Virgil Van Dijk lawan Arsenal Picu "Perang" antara Fan Liverpool dan MU di Media Sosial
- Ini Rekor yang Bisa dan Sulit untuk Diraih Liverpool


Martinelli 12 tahun lebih muda dari Aubameyang dan 10 tahun lebih muda pula dari Lacazette. Bersama William Saliba (18 tahun) dan Emile Smith Rowe (19 tahun), ketiganya merupakan Young Guns yang usianya di bawah 20 tahun, dan memiliki potensi menyelamatkan musim The Gunners.

Di antara ketiga pemain tersebut, Martinelli yang paling menonjol karena produktivitasnya. Total, produk akademi Corinthians (Brasil) ini mampu menorehkan delapan gol total (1 Liga Primer, 3 Liga Europa, dan 4 di Piala Liga) dari 14 pertandingan di semua ajang.


Baca Juga :
- Firmino Hanya Punya 90 Menit untuk Mengubah Rapor Golnya yang Buruk di Anfield
- Arteta Harus Bikin Keputusan Drastis, Tiga Pemain Arsenal Ini Bisa Dibuang


Ya, meski baru bergabung dan praktis dalam usia yang sangat muda, Martinelli seperti sudah mengenal lama atmosfer tim dan rekan-rekannya. Dan, gol yang telah ditorehkannya di Liga Europa musim ini, memperlihatkan dia siap untuk beraksi kembali.

Martinelli akan menjadi harapan The Gunners untuk memastikan tiket 32 besar Liga Europa ketika tandang menghadapi klub asal Belgia, Standard Liege, Kamis (12/12) atau Jumat dini hari WIB. Persaingan di Grup F memang belum berakhir dan harus ditentukan dalam pertandingan terakhir ini (laga keenam).

Pasukan Freddie Ljungberg ini memimpin dengan 10 poin. Namun, Standard yang ada di peringkat ketiga masih punya peluang dengan bekal sembilan poin. Di peringkat kedua ada klub asal Jerman, Eintracht Frankfurt (9 poin) yang akan menghadapi Vitoria Guimaraes.

Dengan situasi seperti itu, Arsenal akan lolos ke 32 besar dengan kemenangan dan imbang. Bahkan, mereka bisa tetap lolos jika kalah dari Standard asal tidak dengan margin empat gol. Situasi ini memberikan keuntungan bagi Arsenal karena pada pertemuan pertama di kandang, Stadion Emirates, mereka mengalahkan Standard dengan empat gol tanpa balas.

Modal tersebut dapat membuat Arsenal dalam posisi yang bagus jika memang nanti pada akhirnya ketiga klub (Arsenal, Eintracht, dan Standard) sama-sama mengakhiri fase grup dengan 10 poin. Tekanan memang jauh lebih besar untuk Standard karena mereka dituntut harus menang untuk menjaga peluang ke 32 besar.

Situasi itulah yang harus diwaspadai The Gunners. Bukan kebetulan pula, fan mulai mengharapkan Martinelli kembali membuat “keajaiban” atau kejutan dengan gol-golnya. Laga lawan Standard kali ini, faktanya mengingatkan kembali pers Inggris dan pendukung The Gunners terkait kemenangan 4-0 pada laga pertama itu.

Ya, dari empat gol yang diciptakan Arsenal, dua gol awal di antaranya ciptakan Martinelli. Performa pemain ini menjadi kejutan tersendiri karena dua gol tersebut diciptakannya hanya dalam tempo empat menit! Gol pertama menit ke-13 dan gol kedua menit ke-16. Momen itu pula yang kemudian membuat pendukung Arsenal memberikan sebutan kepadanya dengan: Gabigoal!

Sebutan tersebut membuat publik negeri kelahirannya mengingat Gabriel Barbosa, yang juga memiliki panggilan sama: Gabigol. Keduanya memang berbeda, karena Gabigol bintang Flamengo tentu jauh lebih berpengalaman dan produktif. Meski demikian, pers Inggris tetap membandingkan kedua bintang asal Brasil dari generasi yang berbeda ini.

Contohnya, Martinelli telah tampil dalam 726 laga dengan menorehkan delapan gol. Dengan demikian, dia rata-rata mampu mencetak satu gol setiap 90,7 menit. Bandingkan dengan Gabriel Barbosa yang total telah bermain dalam 4.762 menit musim ini dengan torehan 34 gol atau rata-rata satu gol setiap 110,7 menit. Kini, Arsenal membutuhkan Martinelli untuk memastikan tiket 16 besar.

Meski demikian, besar kemungkinan pula Ljungberg akan melakukan rotasi. Gabigoal di bangku cadangan dan memberikan tempat kepada Lacazette yang pekan lalu lawan Arsenal hanya jadi cadangan. Ljungberg juga dapat menurunkan duet di lini depan antara Aubameyang-Martinelli atau Aubameyang-Lacazette.*

I
Penulis
Irfan Sudrajat