news
LIGA SPANYOL
Kekuatan La Masia Hantam Inter
12 December 2019 15:12 WIB
berita
Dua pemain muda produk akademi Barcelona, Ansu Fati dan Carles Perez tampil memukau dengan mencetak gol kemenangan tim atas Inter di Giuseppe Meazza, Selasa (10/12). –Topskor/ist
MILAN – Seperti telah diberitakan TopSkor sebelumnya, FC Barcelona melakukan rotasi besar-besaran pada matchday terakhir fase grup Liga Champions 2019/20. Main tanpa berbagai pilar utamanya termasuk Lionel Messi, tapi para pemuda yang tampil tetap bisa mempermalukan FC Internazionale sekaligus gagal merebut tiket 16 besar, Rabu (11/12) dini hari WIB.

Barca tandang melawan raksasa Italia itu dengan hanya mengandalkan tiga pemain utama; Clement Lenglet, Ivan Rakitic, dan Antoine Griezmann. Namun pada akhirnya laga di Stadion Giuseppe Meazza itu berhasil mereka menangkan dengan skor 2-1, berkat performa menyakinkan dua penyerang asli produk Barca, Ansu Fati dan Carles Perez.




Baca Juga :
- Jornada 34 LaLiga: Real Madrid Makin Dekat dengan Gelar Juara, serta Beberapa Laga Seru di Papan Atas dan Bawah Klasemen
- Miralem Pjanic, 'Sang Pianis' dari Tuzla Siap Menangkan Banyak Gelar bersama Barcelona


Mereka memperlihatkan kekuatan La Masia belum habis, setelah dalam beberapa tahun terakhir lulusannya mulai kehilangan pamor. Ansu Fati menjadi bintang utamanya dengan terus menorehkan prestasi luar biasa sepanjang musim ini. Di usia remaja ia bisa  menonjol bersama Barca. Teranyar, rekor pencetak gol termuda dalam sejarah Liga Champions dipecahkannya.

Fati masuk sebagai pengganti menit ke-85 dan selang semenit menciptakan gol yang mengandaskan asa tuan rumah. Ia berakselarasi sedikit di luar kotak penalti untuk membongkar pertahanan Inter. Umpan satu dua dilakukan dengan Luis Suarez, yang juga masuk sebagai pengganti, sebelum melepas tembakan ke pojok kanan bawah gawang.


Baca Juga :
- Tumbangkan Getafe, Real Madrid Perlebar Jarak dengan Barcelona
- Wow! Legenda Prancis, Christophe Dugarry Sebut Lionel Messi Setengah Autis


Penyerang berusia 17 tahun 40 hari ini akhirnya mengambil alih rekor yang dipegang Peter Ofori Quaye sejak 1997. Pendahulunya itu mencetak gol untuk Olympiacos Piraeus di Liga Champions pada usia 17 tahun 194 hari. Berbagai talenta muda sempat gagal memecahkan seraya Cesc Fabregas hingga Karim Benzema di masa lalu.

“Orang-orang memberi tahu saya (soal pencetak gol termuda Liga Champions). Saya tak pernah mengira apa yang baru saja bisa saya lakukan. Hal-hal hebat yang telah terjadi bersama Barca adalah mimpi dan semua seolah terjadi sangat cepat. Saya selalu belajar untuk jadi yang terbaik. Saya senang mencetak gol dan tim meraih kemenangan,” kata Fati.

Sejak mengalami lonjakan luar bisa dipromosikan dari Barca U-19 ke senior di awal musim ini (tanpa melalui Barca B), penyerang yang sempat mencicipi Akademi Sevilla ini memang terus mencatatkan torehan impresif. Dari menjadi debutan termuda untuk Los Azulgrana –julukan Barca– hingga mengantarnya dinaturalisasi dan tampil memerkuat Spanyol.

Sementara itu penyerang masa depan lainnya yang makin mencuat di Meazza adalah Carles Perez. Sejatinya ia yang berusia 21 tahun sudah  muncul lebih dulu, tapi sinarnya seolah tertutupi oleh kilaunya Fati. Kendati begitu lawan Inter ia memberi bukti dirinya juga terus berkembang, semakin matang untuk bisa menjadi andalan di tim utama Barca.

Malam itu pelatih Ernesto Valverde menugaskannya untuk memimpin serangan tim bersama Griezmann. Rasa gugup sama sekali tak terlihat dan namanya yang bisa mencuat ketimbang duetnya sebab bisa mencetak gol pembuka. Penempatan posisi jadi kunci sebab karena itu penyerang andalan Barca B ini mampu memaksimalkan bola liar di mulut gawang.

“Saya sangat senang. Itu adalah debut saya dan bisa langsung menciptakan gol. Semua bagiakan mimpi. Baik saya ataupun Ansu, adalah contoh dari hebatnya La Masia. Pun bukti Barca memercayai La Masia. Yang kami (pemain muda) perlu lakukan adalah kerja keras dan percaya bisa. Saya pun terus berusaha, memanfaatkan dan menikmati peluang,” kata Perez.*** TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

D
Penulis
Dini Wulandari