news
LIGA CHAMPIONS
Malinovsky Cari Pembalasan
11 December 2019 13:52 WIB
berita
Trequartista Atalanta, Ruslan Malinovsky, punya dendam tersendiri dengan Shakhtar Donetsk.-Topskor.id/istimewa-
KHARKIV – Pasukan Atalanta BC terbang menuju Kharkiv untuk melakoni duel penentuan Liga Champions melawan FC Shakhtar Donetsk, Rabu (11/12) malam atau Kamis dini hari WIB. Di antara rombongan La Dea juga ada Ruslan Malinovsky, gelandang Ukraina yang siap memberi kontribusi penting di kampung halamannya. Pemuda 26 tahun itu bisa jadi solusi penting dalam skema serangan tim Gian Piero Gasperini.

Belum ada kepastian Malinovsky bakal jadi starter di Stadion OSK, tapi Gasperini tentu mempertimbangkan aksi cemerlang sang pemain saat menaklukkan Hellas Verona di Seri A, akhir pekan kemarin. Masuk dari bangku cadangan, mantan bintang KRC Genk itu melesakkan roket spektakuler yang menginspirasi kebangkitan Atalanta di kandang lawan.




Baca Juga :
- Pertahanan Barcelona Kerap Melakukan Kesalahan yang Tidak Perlu, Krisis jelang Tandang lawan Juventus
- Gawat! Coutinho Absen Lawan Juventus


Itulah gol perdana Malinovsky di kasta elite Italia, dipastikan mengangkat kepercayaan dirinya. Sekarang, pemain kidal tersebut berharap bisa melanjutkan  prestasi dari menit pertama di Kharkiv. Peluangnya cukup besar, terutama mengingat problem fisik yang dialami Duvan Zapata dan Josip Ilicic. Dalam situasi ini, Malinovsky bisa masuk sebagai trequartista mendampingi Alejandro Gomez, tepat di belakang ujung tombak Luis Muriel.

Jika ada keraguan dari Gasperini, mungkin soal konsistensi. Ruslan selama ini belum mampu mempertahankan performa terbaik secara reguler. Seperti lawan Verona: di balik gol indahnya, Malinovsky juga tercatat kerap kehilangan bola (23 kali). Hal inilah yang membuat sang pelatih masih berpikir menempatkannya sebagai bagian lini tengah Atalanta.


Baca Juga :
- Cetak Dua Gol dan Memberi Dua Assist, Papu Gomez Terpilih sebagai Pemain Terbaik September Seri A
- Antonio Conte Ingin Inter Mencontoh Liverpool: Mereka Kini adalah Mesin Perang


Namun, kali ini Malinovsky punya motivasi kuat untuk tampil super. Selain membantu La Dea mencapai babak 16 besar Liga Champions untuk kali pertama dalam sejarah, dia juga ingin membuat penyelesaian personal dengan Shakhtar. Malinovsky merupakan jebolan akademi The Miners, memperkuat raksasa Ukraina itu sejak 2005-2012. Sialnya, selama tujuh tahun dia lebih sering dipinjamkan ke klub lain, tak pernah diberi kesempatan membuktikan diri.

Mulai dari FC Sevastopol, FC Zorya Luhansk, sampai Genk, Malinovsky tak dibiarkan dekat dengan tim utama Shakhtar. Bahkan setelah dirinya berhasil tumbuh jadi pemain berkualitas internasional di kompetisi Belgia, panggilan tak kunjung datang. Justru Atalanta yang kemudian menebusnya dengan harga 13,7 juta euro pada musim panas lalu. Ketika mengetahui bahwa Shakhtar tergabung satu grup dengan tim barunya, Malinovsky sudah menantikan momen balas dendam.

Sang pemain kini sedang berlatih keras agar diturunkan sebagai starter  di Kharkiv. Dalam pola 3-4-2-1 andalan Gasperini, dia ideal sebagai penyerang lubang di belakang striker utama. Hanya saja, ada pula kemungkinan sang pelatih memilih Mario Pasalic yang bisa menawarkan keseimbangan. Pertimbangan Gasp, karakter Malinovsky terlalu mirip dengan Gomez, sama-sama ofensif. Ini sangat berisiko saat tampil di markas lawan.

“Saya akan tentukan jelang pertandingan, kami harus melihat beberapa situasi,” ujar Gasperini. “Berpeluang lolos melawan Shakhtar merupakan hal istimewa karena kami kalah dalam tiga pertandingan pembuka. Sekarang, kami sudah berkembang jadi tim yang berbeda, jauh lebih siap menghadapi tantangan.”* Dari berbagai sumber

Perkiraan pemain :

SHAKHTAR (4-2-3-1) : 30 Pyatov;98 Dodo, 22 Matvyenko, 4 Krivtsov, 31 Ismaily;21 Patrick, 6 Stepanenko;11 Marlos, 20 Kovalenko, 7 Taison;
10 Moraes;
Cadangan: 1 Shevchenko, 5 Khotcholava, 50 Bolbat, 8 Antonio, 14 Tete, 15 Konoplyanka, 9 Dentinho;
Pelatih: Luis Castro

ATALANTA (3-4-2-1) : 95 Gollini;5 Masiello, 6 Palomino, 19 Djimsiti;33 Hateboer, 15 De Roon, 11 Freuler, 8 Gosens;18 Malinovsky, 10 Gomez;
9 Muriel;
Cadangan: 57 Sportiello, 4 Kjaer, 21 Castagne, 13 Arana, 88 Pasalic, 72 Ilicic, 99 Barrow;
Pelatih: Gian Piero Gasperini
 

X
Penulis
Xaveria Yunita