news
LIGA ITALIA
Napoli Menyongsong Era Baru
11 December 2019 12:54 WIB
berita
Pelatih Napoli Carlo Ancelotti sulit menyelamatkan kariernya.-Topskor.id/istimewa-
NAPOLI – Carlo Ancelotti makin gelisah mendengar isu yang berseliweran soal nasib kontraknya di SSC Napoli. Kendati demikian, pelatih tersebut mengedepankan profesionalismen. Dia berusaha menekan emosi yang bergejolak dan fokus pada persiapan laga lawan KRC Genk di San Paolo, Selasa (9/12) atau Rabu dini hari WIB.

Siapa tahu itu adalah malam terakhirnya mendampingi I Partenopei. Jadi Ancelotti ingin mempersembahkan kemenangan yang menjamin kelolosan ke perdelapan final Liga Champions. Ini mungkin hadiah perpisahan yang manis. Cukup satu hasil imbang untuk melaju ke putaran berikutnya.




Baca Juga :
- Gattuso Marah Pemain Napoli Banyak Bicara
- Ngeri..! David Ospina Terkapar Bersimbah Darah, Napoli Pun Tak Berdaya


Ancelotti tahu sulit menyelamatkan relasi profesionalnya dengan Presiden Napoli Aurelio De Laurentiis. Apalagi sudah sembilan pertandingan beruntun (7 Seri A dan 2 Liga Champions), tim besutannya kehilangan poin penuh. Dia siap bertanggung jawab dan meletakkan jabatan.

“Seorang pelatih harus selalu menyiapkan koper, tidak bisa membongkarnya,” arsitek 60 tahun itu beranalogi. “Fakta bahwa saya dibicarakan, itu sesuatu yang wajar kalau melihat pada beberapa hasil laga terakhir. Saya sudah siap, saya pernah merasakan pengalaman ini (di Bayern Muenchen) dan saya tidak takut. Bagaimanapun klub dapat memecat saya atau saya yang memutuskan untuk pergi.”


Baca Juga :
- Inter Milan Pesta Gol, Conte Mengamuk: Serang Saya, Bukan Pemain!
- Preview Genoa vs Juventus: Misi Dybala, 7 Gol dalam 10 Laga Sisa


Kemarin timbul isu kalau De Laurentiis sudah mencari jalan keluar sendiri pasca Napoli ditahan 1-1 oleh Udinese Calcio pekan lalu. Dia mengontak dan diam-diam bertemu dengan Gennaro Gattuso, Minggu pagi di kantornya, Filmauro. Hari ini atau paling lambat selepas duel lawan Parma, Sabtu sore waktu setempat, Gli Azzurri menyongsong era baru.

Eks allenatore AC Milan periode 2017-2019 tersebut merupakan pilihan ketiga setelah upaya pendekatan kepada Luciano Spalletti dan Massimiliano Allegri gagal. Dalam diskusi, Gattuso meminta jaminan berupa kontrak berdurasi 18 bulan atau jatuh tempo 30 Juni 2021. Selain gaji tiga juta euro (sekira Rp46 miliar), pria yang akrab disapa dengan Rino itu menginginkan bonus kalau bisa menerbangkan tim ke zona Liga Champions.

Untuk sementara, sebagian besar pemain berada di belakang Ancelotti. Ini terlihat dalam persiapan laga versus Blauw-Wit, di mana pelatih bercanda dengan beberapa anak buahnya. Kiper Alex Meret menegaskan kalau mereka tidak peduli dengan situasi seputar arsitek tim.

“Kami tahu harus memberikan sesuatu yang lebih, kalau tidak maka kami tidak akan keluar dari momen sulit ini. Kami tidak tertarik dengan suara-suara di luaran. Kami harus meninggalkan semua di luar dan hanya berkonsentrasi di lapangan,” kata penjaga gawang tersebut. “Kami tidak mampu mempertahankan ritme tinggi sepanjang pertandingan. Saya kira faktor mental yang mempengaruhi, bukannya fisik.”

Kabar tentang akan digantinya Ancelotti dengan Gattuso mencuatkan pro dan kontra di dunia maya. Banyak yang mendukung suksesi namun pilihan De Laurentiis dipertanyakan. Mereka ragu pelatih 41 tahun tersebut bisa memperbaiki situasi menilik dari rekam jejaknya di Milanello.

Kemungkinan perceraian Ancelotti diperhatikan oleh Arsenal FC, yang baru mendepak Unai Emery. Dia bukan sosok yang asing dengan Liga Primer. Carletto pernah menukangi Chelsea FC pada 2009-2011 dan mempersembahkan gelar juara Liga Primer, Piala FA dan Community Shield.

Dia pun sudah malang melintang di berbagai klub besar. Ancelotti pilihan lebih baik ketimbang caretaker Freddie Ljungberg.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita