news
LIGA SPANYOL
Espanyol Kolaps
11 December 2019 08:20 WIB
berita
Kiper Espanyol, Diego Lopez terpuruk menyaksikan gawangnya dibobol penyerang Karim Benzema, akhir pekan lalu. – Topskor/ist
BARCELONA – Setelah melewati 16 jornada, RCD Espanyol masih saja berkubang di zona degradasi. Bahkan makin parah karena mereka kini berada di dasar klasemen, usai kalah dari Real Madrid (0-2) dan di laga lain, rival terdekat mereka, CD Leganes menang Celta Vigo (3-2) di Balaidos. Kondisi ini pun mengingatkan publik Los Periquitos pada situasi 16 tahun lalu.

Pada 2003/04 pada periode yang sama, Espanyol pun terjun bebas ke posisi 20. Ketika itu tim tetangga FC Barcelona ini hanya mengoleksi delapan poin saja. Itu didapat oleh Espanyol dari 12 kekalahan serta menang dan imbang masing-masing dua kali. Pada pekan-16 saat itu, Espanyol kalah dalam derbi Katalunya. Namun berhasil menang dalam dua laga setelah jeda musim dingin. Keberhasilan itu mengantarkan Los Periquitos keluar dari zona tiga terbawah dengan poin 14.




Baca Juga :
- Don Fabio Justru Jagokan Manchester City Singkirkan Mantan Klubnya, Real Madrid
- Gareth Bale Cacat Sejak Tiba di Madrid karena Harganya Lebih Mahal dari Ronaldo


Dan jika dibandingkan pada 2019 ini, satu-satunya kabar baik adalah kekalahan RCD Mallorca dari FC Barcelona (2-5) di Camp Nou, meski di sisi lain SD Eibar juga masih dalam masalah setelah kalah dari Getafe CF 0-1 pada Minggu (8/12). Namun bila menengok jadwal yang akan dimainkan, Espanyol harus kembali bekerja keras. Mereka melawan Real Betis (15/12) dan Leganes (22/12), serta setelahnya bertemu Barcelona (4/1).

Untuk melewati segala rintangan tersebut tentunya ada pekerjaan rumah yang harus dibenahi oleh Pablo Machin, pelatih Espanyol. Satu hal yang sangat perlu diperbaiki adalah pertahanan mereka. Hingga saat ini, Los Periquitos hanya bisa mencatatkan clean sheet satu kali saja, dan itu didapat ketika mengimbangi Deportivo Alaves tanpa gol.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Benzema Penyerang 9 Unik di Eropa
- Tidak Lagi Saling Menyapa dan Menatap, Hubungan Zidane dengan Bale Tidak Mungkin Lagi Diperbaiki


Tetapi delapan pertandingan setelah kedatangan Machin, mereka terus-menerus kemasukan gol. Bahkan saking parahnya, Espanyol kini menjadi tim yang paling banyak kebobolan (30 gol) di LaLiga. “Kami masih hidup, dengan keyaakinan dan komitmen. Ini adalah situasi sulit. Kami berusaha untuk mendapatkan sesuatu, tetapi keberuntungan belum datang. Kami harus berkembang di situasi sulit semacam  ini,” ujar bek tengah Espanyol, Bernardo Espinosa.

Jika mengaanalisa lebih lanjut, kolaps-nya Espanyol tak lepas dari keputusan Machin memainkan tiga bek. Itu memang salah satu skema favoritnya sejak berada di Girona FC. Namun bersama Espanyol terlihat jika lini pertahanan kekurangan pasokan karena harus menambah daya dobrak sektor serang.

Pemilik Turun Tangan

Situasi ini membuat sang pemilik, Chen Yansheng turun tangan. Beberapa hari lalu ia sempat mengunjungi Pusat Olahraga Espanyol di Sant Adria, ditemani oleh Mao Ye selaku penerjemah bahasa dan penasehat. Chen bertemu dengan Machin dan berbicara beberapa menit. Selain itu ia juga mengobrol dengan para pemain Los Periquitos.

Ada kabar yang mengatakan bahwa Chen juga membahas kelanjutan dari Machin. Namun pihak manejemen olahraga percaya bahwa Machin merupakan sosok ideal untuk menukangi Espanyol dan menyelamatkan tim. Pekerjaan dalam latihan sudah maksimal, tetapi pada akhirnya hasil belum datang.* GOGOR HAKIM DARI BERBAGAI SUMBER   

 

D
Penulis
Dini Wulandari