news
LIGA ITALIA
Roma Bisa Ganti Pemilik Sebelum Natal
11 December 2019 12:22 WIB
berita
Presiden AS Roma James Pallotta duduk berdampingan dengan bek kanan Alessandro Florenzi.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Delapan tahun memimpin AS Roma, James Pallotta kini dihadapkan pada dilema. Di satu sisi, dia masih mencari sukses bersama I Giallorossi, trofi yang tak belum pernah didapat sejak membeli klub pada 2011. Di sisi lain, ada godaan finansial dari Friedkin Group—kelompok investor asal Amerika Serikat yang tertarik membeli saham mayoritas di Olimpico. 

Pallotta masih berusaha memenuhi hasratnya akan prestasi, tapi kontak dengan Friedkin Group tampaknya berkembang pesat di luar dugaan. Perusahaan raksasa itu ternyata sangat serius untuk mengambil alih kepemilikan Roma, bahkan sekarang sudah bekerja sama dengan JP Morgan dan Goldman Sachs untuk menyerap saham pengendali. Kendalanya adalah soal harga, di mana Pallotta membuka permintaan awal sebesar satu miliar euro (sekitar Rp15,5 triliun).




Baca Juga :
- Hancur Lebur! AS Roma Dibantai Lazio Tanpa Ampun
- Imbang Lawan Roma, Conte: Saya Tidak Butuh Pemain Baru Bulan Ini


Friedkin berusaha menurunkan jumlah tersebut ke angka 800 juta euro atau maksimal 950 juta euro. Itu sudah mempertimbangkan utang Roma sebesar 272 juta euro dan perubahan harga saham. Sekarang, tinggal menunggu kelanjutan negosiasi antara kedua kubu. Jika melihat progresnya, kesepakatan bisa tercapai dalam waktu dekat, mungkin sebelum Natal.

Tapi, ada juga faktor lain yang perlu dicermati dalam transaksi. Itu adalah stadion anyar, proyek idaman Pallotta yang sudah direncanakan sejak bertahun-tahun. Dia tak mau pergi dari Roma sebelum memulai pembangunan. Masalahnya, Roma selalu terbentur masalah izin dan birokrasi dengan pemerintah kota.   


Baca Juga :
- Roma Bekuk Torino, Persaingan Papan Atas Serie A Semakin Memanas
- Roma Ajukan Penawaran pada Bintang Celtic Berusia 20 Tahun


Perkembangan terbaru dari situasi ini adalah pembelian situs Tor Di Valle oleh pengusaha asal Republik Ceko Radovan Vitek. Itu adalah kawasan yang tadinya ingin dijadikan Roma sebagai tempat membangun stadion. Dengan adanya pergerakan tersebut, petinggi I Giallorossi kini perlu menyusun ulang semua rencana, termasuk mengajak Vitek bekerja sama. Pallotta ingin memastikan semua berjalan lancar agar negosiasi dengan Friedkin juga tak terganggu.

Kubu Friedkin sendiri juga telah merancang beberapa langkah seandainya berhasil mengambil alih Roma. Mereka tak hanya ingin mengangkat prestasi Edin Dzeko dan kawan-kawan di lapangan, tapi mengembangkan klub sebagai kekuatan bisnis. Misinya adalah Roma yang modern, bertumpu pada sektor pariwisata dan hiburan.

Dan Friedkin sebagai Chief Executive Officer (CEO) siap menempatkan putranya Ryan untuk jadi kepala operasional di Roma. Peran yang ini mirip dengan yang dilakoni Steven Zhang di FC Internazionale. Selain Pallotta, jajaran direksi klub akan dipertahankan sementara demi stabilitas, sebelum melakukan transformasi. Mulai tahun depan, tifosi tampaknya akan melihat wajah Serigala Ibukota yang berbeda.

Smalling KO

Kabar buruk diterima pelatih Paulo Fonseca. Bek kesayangannya Chris Smalling dan Lorenzo Pellegrini KO. Setelah para penyerang berguguran, benteng yang menjadi sumber perlindungan belakangan ini juga mulai keropos.

Smalling menderita trauma pada lutut kiri dan diperkirakan baru bisa kembali ke lapangan tahun depan. Sementara cedera kaki kiri Pellegrini, yang dioperasi Oktober silam, kambuh. Gelandang 23 tahun itu akan absen dalam laga Liga Europa lawan Wolfsberger AC.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita