news
LIGA ITALIA
Agnelli Tidak Berpaling dari Sarri
11 December 2019 12:13 WIB
berita
Presiden Juventus Andrea Agnelli (kiri) dan pelatih Maurizio Sarri berdiri satu panggung di acara Natal I Bianconeri.-Topskor.id/Juventus-
TURIN – Pelukan Presiden Juventus FC Andrea Agnelli dan pelatih Maurizio Sarri  di panggung pesta Natal, Senin (9/12) malam, membuktikan komitmen keduanya. Ratusan pasang mata menjadi saksi. Dalam suasana bahagia, terlihat bahwa klub dan staf teknik bersatu.

“Mari kita memenangkan pertarungan ini bersama-sama,” ujar Agnelli. Dukungan itu yang diperlukan tim untuk melewati perode suram. I Bianconeri terpaksa menyerahkan singgasananya kepada FC Internazionale akibat kecerobohan sendiri. Ini merupakan sebuah anomali dalam beberapa tahun terakhir.




Baca Juga :
- Arturo Vidal Didapuk Menjadi Pemimpin Inter Milan hadapi Juventus dalam Derby Italia
- Romelu Lukaku dan Cristiano Ronaldo Pasangan yang Cantik


Agnelli melanjutkan, “Musim panas ini, saya dan Direktur Olahraga Fabio Paratici dan Wakil Presiden Pavel Nedved berkeliling untuk memahami bagaimana seharusnya Juve masa depan. Seseorang mendengarkan kami dan percaya. Dan pada konferensi pers perdana, dia mengingatkan kepada kebrutalan dan tekad yang kami inginkan. Itu adalah kebrutalan dan tekad Anda, Maurizio, Anda menginginkan Juve. Anda menghadapi tantangan berat dan sulit tapi bersama-sama, kita tahu bisa menang.”

Tepuk tangan pun bergemuruh. Wajah Sarri berseri-seri menyaksikan sambutan yang positif. Pelatih berkomentar tentang perubahan yang terjadi dalam tim.


Baca Juga :
- Juve Sedang Cari Striker: Keputusan tentang Scamacca Ditunda, Tak Ada Aksi untuk Pelle
- Fonseca Tak Bisa Pura-pura Lagi, Roma Buruk vs Tim-tim Rival: Hanya 16 Poin dari Total 54


“Tentu saja bagi saya ini adalah tantangan penting. Sudah terasa sulit sejak saya menerimanya. Karena saya tiba di sebuah skuat dan klub yang memenangi banyak gelar. Dan mengukir sebuah halaman penting dalam sejarah sebuah klub yang memiliki sejarah yang kaya, pastinya sulit bagi siapapun,” Sarri menandaskan.

Tecnico 60 tahun itu ingin para pemain belajar banyak setelah tim terantuk dua pekan terakhir di Seri A. Mereka harus bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.

“Kami ingin lanjut jadi juara di Italia dan tetap kompetitif di Eropa. Dia Italia, meraih scudetto, kami mengingatkan kepada Anda bahwa ini adalah kewajiban, sedangkan di Eropa kesannya tidak seperti itu tapi hanya seperti sebuah pertarungan besar untuk menyenangkan publik bianconero. Tidak mudah, tapi saya senang berada di sini dan menerima tantangan,” eks arsitek SSC Napoli mengungkapkan.

Awal pekan ini, Juve menyelenggarakan pesta natal bertema Luna Park (taman hiburan) di Officine Grandi Riparazioni. Sebanyak 500 tamu hadir, terdiri dari para petinggi klub, staf teknik, para pemain tim putra maupun putri (skuat U-23 dan senior) serta tim eSports yang baru terbentuk.

Para hadirin berbaur dan berbincang satu sama lain. Situasi penuh keceriaan dibutuhkan oleh Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan untuk melepas ketegangan jelang pertandingan lawan Bayer Leverkusen di Liga Champions. Skuat asuhan Sarri bertolak ke Jerman, kemarin.

Meski duel ini tidak berpengaruh apapun terhadap kepastian La Vecchia Signora lolos ke perdelapan final, mereka dituntut untuk menang. Poin penuh dari Leverkusen bisa mendongkrak semangat tim kembali sehingga dapat memperbaiki prestasi di Seri A.

Pelatih kawakan Marcello Lippi memperhatikan situasi mantan skuatnya. Langkah klub mempercayai Sarri sudah tepat. “Krisis? Mereka baru kalah sekali, Minggu kemarin. Sebelumnya Juve tidak pernah kalah. Sarri butuh waktu, tidak ada yang punya tongkat sihir,” ucapnya.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita