news
SEA GAMES 2019
Indonesia Terpatri di Posisi 4 Besar, Itu Persoalan Klasik
10 December 2019 09:33 WIB
berita
Kontingen Indonesia harus puas bersandar di posisi keempat klasemen SEA Games 2019 di Filipina.
Harapan Presiden Joko Widodo tak tercapai. Kontingen Indonesia harus puas bersandar di posisi keempat klasemen SEA Games 2019 di Filipina. Hingga Selasa (10/12)--sehari jelang pesta Asia Tenggara itu ditutup- para duta olahraga Indonesia meraih 70 medali emas, 78 perak dan 99 perunggu.

Harapan mengais tambahan medali tentu masih terbuka. Hari ini masih ada sekitar 90 medali emas diperebutkan. Mayoritas dari cabang olahraga beladiri. Peluang medali emas juga terhampar dari cabang sepak bola. Indonesia akan berhadapan dengan Vietnam di laga pamungkas, Selasa (10/12) malam. Sementara tim bola voli putra melawan tuan rumah Filipina pada partai puncak.




Baca Juga :
- Markis Kido dan Luluk Turun Gunung Berbagi Ilmu
- Deputi 3 Kemenpora Menjemput Akar Rumput di Wonosobo




Tapi, dua medali itu tidak cukup untuk mengatrol Indonesia. Sulit mengejar Thailand yang koleksi 84 emas dan Vietnam (80). Kedua negara masih terlibat pertarungan keras merebut posisi kedua klasemen akhir di bawah Filipina yang telah mendulang 135 emas.

Menariknya, Thailand dan Vietnam akan jor-joran menggali medali emas di cabang olahraga beladiri yang masih menyisakan pertandingannya seperti muaythai, king boxing, jujitsu dan tinju.


Baca Juga :
- Indonesia Incar 100 Emas di ASEAN Para Games
- Kemenpora Pastikan Bonus SEA Games Rampung Sebelum Natal


Bagi kontingen Indonesia yang berkekuatan 1200-an personel yang terdiri dari 863 atlet dan 400-an ofisial itu posisi keempat di SEA Games 2019 ini sedikit lebih baik dibanding SEA Games sebelumnya, 2017 Kuala Lumpur, Malaysia, peringkat kelima. Ketika itu Indonesia hanya merangkum 37 medali emas.

Tapi, kini berbekuatan 52 cabang olahraga dari 56 yang dipertandingan, rasanya kurang elok dibandingkan dengan SEA Games Malaysia. Terlebih saat ini kontingen Indonesia menyedot anggaran sebesar Rp 59,23 miliar.

Sejak ikut pertama kali SEA Games yakni tahun 1977, Kuala Lumpur, Malaysia, kontingen Merah Putih sudah empat kali terlempar dari posisi tiga besar. Yakni pada SEA Games 2005 (peringkat 5), SEA Games 2007 (4), SEA Games 2015 (5) dan SEA Games 2017 (5).

Indonesia sendiri tercatat 10 kali menikmati gelar juara umum mulai 1977, 1979, 1981, 1983, 1987, 1989, 1991, 1993, 1997 dan 2011.

Sebenarnya ini persoalan klasik. Indonesia terlalu mengandalkan cabor permainan. Bukan empat cabor olimpiade: atletik, renang, senam, menembak. Jika ingin juara umum, keempat cabor ini harus dikencangkan. Minimal bisa mengais 25 persen dari total medali yang diperbutkan.

Renang misalnya memperebutkan 45 medali emas, atletik 48, senam 20, menembak 14. Total keempat cabor tersebut menyiapkan 127 medali emas. Jika kita bisa mencuri 25 persen atau sekitar 25 medali, mungkin relatif lebih aman.

Pada empat cabor tersebut Indonesia mendulang 14 emas, menembak paling banyak: 7 emas, 6 perak, 2 perunggu. Renang hanya kebagian satu medali emas, enam perak dan tujuh perunggu. Atletik menyumbang 5 emas, 4 perak dan 2 perunggu, sedangkan senam Indonesia kecipratan dua emas, tiga perak dan satu perunggu.

Bisa juga memanfaatkan paket cabang beladiri: jujitso (11), judo (16), karate (13), kickboxing (8) dan kurash (10), pencak silat (9), sambo (7), gulat (14) dan wushu (16). Hal ini untuk menambal segala kekurangan pada empat cabor wajib tersebut.

Dari 11 cabor beladiri ini ada 119 medali emas diperebutkan. Kalau saja Indonesia bisa merebut 30 medali emas sudah bisa menutupi kekurangan suplai medali emas dari empat cabor wajib olimpiade. 

Namun di cabor beladiri pun kita belum maksimal, Taekwondo yang selama SEA Games tak pernah absen menyumbang medali emas, kali ini jeblok. Cabor yang dketuai Pensiunan Jenderal Bintang Tiga itu tanpa emas. Sementara Gulat sama sekali tak mengirim atletnya hanya karena Pengurus PGSI terlambat menanda tangani kontrak dengan Kemenpora terkait anggaran. 

Hanya SAMBO yang menuai prestasi luar biasa. Target satu emas dibayar dengan empat emas, 2 perak, 3 perunggu. Sesujurnya Sambo baru seumur jagung di Indonesia. Bahkan, belum dipandang serius oleh Kemenpora sebagai pemegang anggaran.

Hasil yang ditoreh di Filipina memang berbeda dengan tahun lalu di Jakarta-Palembang. Indonesia berjaya sebagai penyelenggara dan prestasi di Asian Games 2018. Kontingen Merah Putih berhasil menempati peringkat keempat Asia. Tapi, patut dicatat kala itu pencak silat tercatat sebagai penyumbang medali emas terbanyak: 14.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news