news
LIGA INGGRIS
The Foxes Terus Mengintai Liverpool
10 December 2019 15:20 WIB
berita
Striker Leicester, Jamie Vardy merayakan golnya ke gawang Aston Villa, akhir pekan lalu./Istimewa
BIRMINGHAM – Pelatih Brendan Rodgers menyebut “hari bersejarah” bagi Leicester City FC ketika sukses memenangkan laga kedelapan beruntun di Liga Primer. Dua gol striker Jamie Vardy memastikan The Foxes menang 4-1 atas Aston Villa FC, Minggu (8/12) lalu. Hasil ini kian memperkuat posisi mereka di peringkat kedua dan terus mengintai peluang juara. Pasukan Rodgers berjarak delapan poin dari Liverpool FC.

“Itu sungguh hari luar biasa, bersejarah bagi klub dan saya pikir kinerja kami menjamin untuk mencapainya,” kata Rodgers seusai laga. “Kami membuat berbagai jenis gol melawan Villa, kami mengantongi rasio penguasaan bola yang panjang untuk gol kedua, dua serangan balik, satu set-piece dan beberapa peluang lainnya. Kami terus berusaha sampai akhir untuk mencetak gol.”




Baca Juga :
- Roma Minta Liverpool Pinjamkan Shaqiri
- Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris, Duel Menarik Liverpool vs Manchester United




Lebih lanjut Rodgers menjelaskan bahwa tim yang ada di buku-buku sejarah Leicester (untuk kemenangan paling lama di papan atas) mendapat julukan 'Ice Kings'. Sebuah tim yang sangat terkenal sehingga untuk melanjutkan dan memecahkan rekor mereka di papan atas adalah prestasi nyata yang kini diusung Vardy dan kawan-kawan.

“(Melawan Villa) itu adalah pertandingan yang sulit, tetapi saya pikir kami memiliki banyak kualitas dan bermain dengan rasa lapar (kemenangan) yang nyata,” ujarnya. “Dengan beberapa umpan berkualitas di sepertiga akhir kami bisa saja mencetak lebih banyak gol. Ini kemenangan brilian bagi kami dan tiga poin yang sangat penting.”


Baca Juga :
- Rashford Pakai Mesin Portabel Agar Bisa Fit Lawan Liverpool
- Cuma Sisa 2 Bek Tengah, Klopp Berharap Trio Ini Kembali Saat Lawan Manchester United


Bahkan pelatih Villa, Dean Smith pun mengakui Leicester bisa mencetak delapan gol ke gawang timnya. Keempat gol mereka menunjukkan betapa lengkap skuat Rodgers musim ini. Dua gol Vardy tercipta dari serangan balik, Kelechi Iheanacho menuntaskan gol melalui hasil kerja sama timnya dari tengah lapangan, sementara Jonny Evans menyarangkan bola dari aksi sepak pojok.

Gol playmaker Jack Grealish tidak cukup menginspirasi The Villans untuk mengejar ketertinggalan dari Leicester. Smith mengatakan kepada Sky Sports: “Kami melewatkan beberapa peluang tetapi Anda tidak bisa membiarkan lawan melepaskan 23 tembakan di Villa Park, berharap memenangkan pertandingan, terutama menghadapi tim yang tengah on fire.”

Bukan hanya Rodgers yang terkesan dengan Leicester, komentator Sky Sports yang juga mantan pelatih Graeme Souness juga memuji kinerja The Foxes, terutama lini tengah. “Mereka sangat mengesankan,” kata Souness. “Leicester memiliki kombinasi menawan dari beragam jenis pemain, dan masing-masing dari mereka memiliki kualitas,” kata Souness.

Mantan pelatih Liverpool itu melanjutkan, “Saya bisa katakan Youri Tielemans, Wilfred Ndidi dan James Maddison di tengah adalah kombinasi fantastis. Lalu ada Vardy yang sepanjang waktu berlari ke depan. Dia tahu bagaimana untuk memaksimalkan setiap peluang yang didapatkan timnya.”

Vardy memang menjadi pembeda bagi Leicester musim ini. Ia telah mencetak total 16 gol dalam 16 laga Liga Primer musim ini. Torehannya lebih banyak dibandingkan pada periode yang sama saat musim juara The Foxes pada 2015/16. Selain itu, pencapaian musim ini bersama Rodgers pun lebih baik daripada rapor mereka dalam periode yang sama lima musim lalu.***NURUL IKA HIDAYATI

SOROT

Jamie Vardy menjadi pemain pertama yang mencetak gol di delapan laga Liga Primer berturut-turut, setelah rekornya sendiri pada November 2015 (11 laga beruntun). Dia juga pemain kedua yang mencetak gol dalam delapan penampilan Liga Primer berturut-turut pada lebih dari satu kesempatan, bersama Ruud Van Nistelrooy (2002 dan 2003).

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news