news
LIGA INGGRIS
Guardiola Akui Standar Man. City Anjlok
10 December 2019 13:12 WIB
berita
Pemain Manchester City, termasuk Bernardo Silva (kedua dari kiri) tampak kecewa setelah timnya mengalami hasil buruk dalam sebuah pertandingan di Liga Primer musim ini./AFP
MANCHESTER – Pencapaian fantastis pada 2017/18 seperti menjadi bumerang bagi Manchester City FC. Kala itu, pelatih Josep “Pep” Guardiola membawa The Citizens mendominasi Liga Primer. Tak hanya gelar juara, Kevin De Bruyne dan kawan-kawan pun mencetak berbagai rekor. Di antaranya, poin tertinggi (100), kemenangan terbanyak (32), hingga jumlah gol (106). Mereka mematok standar yang sangat tinggi.

Jangankan untuk dipatahkan, menyamai rapor Man. City dua musim lalu tersebut bakal sulit bagi tim-tim lain, termasuk mereka sendiri. Prestasi itu terbukti justru membebani pasukan Guardiola. Pada 2018/19, The Citizens harus bekerja ekstra keras hingga pekan terakhir untuk bisa mempertahankan trofi Liga Primer. Mereka berhasil, namun hanya unggul satu angka dari runner-up, Liverpool FC.




Baca Juga :
- Rashford: Semangat Paris Dapat Bangkitkan Manchester United setelah Ditekuk Man City
- Fan Lempari Objek ke Dalam Stadion, Begini Komentar Pelatih Wolves




Statistik Man. City pun memperlihatkan sinyal penurunan. Mereka cuma mengantongi 98 poin dan mencetak 95 gol. Dan, kemunduran itu semakin jelas terlihat pada 2019/20. Belum separuh musim kompetisi bergulir, The Citizens sudah tertinggal jauh dari Liverpool. Kedua tim berjarak 14 poin! Terlepas dari impresifnya performa skuat asuhan Juergen Klopp, itu tidak menutup fakta bahwa Man. City regresif.

“Realitanya kami kini mungkin memang tidak bisa bersaing dengan tim seperti Liverpool, Manchester United, Barcelona, atau Juventus,” kata Pep usai timnya kalah 1-2 dalam Derbi Manchester, akhir pekan lalu. “Kami harus menerima fakta bahwa standar (permainan) kami menurun. Kenyataannya, kami terlalu banyak melakukan kesalahan. Itu yang harus kami benahi.”           


Baca Juga :
- Fan Wolves Lempari Sterling Botol Minum, Manajemen Klub Berikan Peringatan Keras
- Pelatih Wolves Usai Taklukkan Manchester City: Kami Tak Akan Pernah Berhenti


Kendati sudah tertinggal jauh dari Liverpool, Guardiola belum mau menyerah begitu saja. Menurutnya, segala kemungkinan masih bisa terjadi hingga Mei tahun depan. Namun, satu yang pasti, Man. City perlu bekerja jauh lebih keras dibandingkan musim lalu. Masih ada 22 laga dan 66 angka yang tersedia. Semua itu wajib dimaksimalkan jika ingin mengejar The Reds.

Memang ada banyak faktor yang membuat Man. City harus menghadapi situasi sulit musim ini. Selain aspek eksternal seperti progres yang diperlihatkan tim-tim rival, elemen lain datang dari internal klub. The Citizens dianggap melakukan kesalahan fatal dengan tidak merekrut bek tengah anyar musim panas lalu. Padahal, Guardiola sadar timnya butuh sosok pengganti sepeninggal Vincent Kompany.

The Citizens memiliki peluang untuk memboyong Harry Maguire dari Leicester City FC. Alih-alih, dengan angkuh mereka membiarkan bek tengah timnas Inggris itu merapat ke rival sekota, MU. Pep tahu bahwa cedera membekap para pemainnya. Namun apa yang luput dari prediksiknya adalah bahwa Aymeric Laporte, bek utama Man. City di jantung pertahanan, bakal tumbang pada fase awal kompetisi dan harus absen panjang.

Sementara opsi-opsi lain yang ada tidak benar-benar meyakinkan. Nicolas Otamendi dan John Stones bermasalah dengan konsistensi. Situasi ini pun memaksa Guardiola memplot gelandang bertahan, Fernandinho menjadi bek tengah darurat. Di sisi lain, cedera yang dialami Leroy Sane serta Sergio Aguero pun memperburuk situasi di Etihad. Keduanya membuat kekuatan di lini serangan tim ikut tereduksi.

Jika melihat gap dengan Liverpool di liga domestik saat ini, Man. City dinilai lebih baik mengalihkan fokusnya membidik trofi Liga Champions. Ini satu-satunya gelar yang belum mampu diberikan Pep untuk The Citizens. Peluang mereka terbuka lebar setelah meraih tiket ke babak 16 besar. Pada Rabu (11/12) besok, Man. City dijadwalkan melawat ke kandang Dinamo Zagreb untuk melakoni laga pamungkas grup.*** 

Bukti Man. City Mengalami Kemunduran
2017/18
M/S/K: 15/1/0
Gol/Kebobolan: 48/11
Clean sheet: 7
Poin: 46

2018/19
M/S/K: 13/2/1
Gol/Kebobolan: 45/9
Clean sheet: 8
Poin: 41

2019/20
M/S/K: 10/2/4
Gol/Kebobolan: 44/19
Clean sheet: 5
Poin: 32

Keterangan: M=Menang, S=Seri, K=Kalah.

 

     

 

 

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news