news
LIGA CHAMPIONS
Statistik Kiper Utama Chelsea Ini Bikin Waswas
10 December 2019 13:30 WIB
berita
Performa kiper utama Chelsea Kepa Arrizabalaga yang menurun menjadi salah satu problem saat menjamu Lille pada pertandingan di Grup H Liga Champions, Selasa (10/12) malam.
LONDON - Chelsea FC membawa problem serius menjelang pertandingan keenam Grup H Liga Champions 2019/20 melawan Lille OSC, Selasa (10/12) malam. Adalah rapuhnya pertahanan diiringi buruknya performa Kepa Arrizabalaga. Kiper asal Spanyol itu kembali mendapat sorotan setelah The Blues takluk 1-3 di markas Everton FC, Sabtu (7/12) lalu.

Ketika itu, Kepa membuat blunder yang mengakibatkan gol ketiga Everton. Padahal, Chelsea sedang bernafsu untuk menyamakan skor setelah Mateo Kovacic mencetak gol yang memperkecil ketertinggalan.




Baca Juga :
- Lampard Hindari Transfer Spontan, tapi Kalau Ada yang Cocok Oke
- Inter dan Giroud Sudah Sepakat, tapi Tunggu Pemain Ini Pergi untuk Bisa Merapat




Gol Everton itu membuat gawang Kepa kini sudah kebobolan 24 kali di Liga Primer—dan hanya tiga kali clean sheet (tidak kemasukan)—terbanyak di antara tim penghuni 10 besar. Chelsea pun rata-rata kemasukan 1,5 gol per 90 menit pertandingan di Liga Primer. Statistik itu lebih buruk dibanding Newcastle United FC.

Di Liga Champions, Kepa sudah kemasukan delapan kali dalam lima pertandingan. Ia juga baru sekali membuat clean sheet, yang dibuatnya saat Chelsea menang di kandang AFC Ajax, 1-0, pada laga ketiga grup, 23 Oktober lalu.   


Baca Juga :
- 5 Sayap Muda Terbaik di Eropa
- Diego Costa Bertinju Melawan Tukang Pijat, Begini Reaksi Pemain Chelsea


Musim ini, Kepa selalu dimainkan dalam 16 pertandingan Liga Primer. Hal tersebut dirasa wajar karena Chelsea menjadikan Kepa kiper termahal dunia saat dibeli seharga 71 juta paun dari Athletic Bilbao pada 8 Agustus 2018.

Pada musim pertama berseragam Chelsea, Kepa berperan mengantar Chelsea juara Liga Europa 2018/19. Namun, mulai awal musim ini, statistik Kepa turun drastis. Bahkan, persentase penyelamatannya di Liga Primer berada di bawah 50 persen. Statistik ini jelas tidak ideal untuk kiper sekelas Kepa.

Terlepas apakah Kepa mengalami krisis kepercayaan diri atau hanya penurunan performa, mencadangkan Kepa bisa menjadi opsi bagi pelatih Frank Lampard. Mungkin dengan begitu ia menjadi lebih termotivasi untuk kembali merebut posisi utama.

Namun, Lampard harus berhati-hati jika mengambil keputusan ini. Kepercayaan diri Kepa—jika benar ini penyebab performanya turun—bisa tambah hancur.

Mencadangkan Kepa juga bakal menimbulkan masalah baru bagi Chelsea. Mereka tidak memiliki banyak pilihan di posisi kiper. Kualitas penjaga gawang kedua Willy Caballero jauh di bawah Kepa. Ditambah usianya yang sudah 38 tahun. Biasanya, Cabellero hanya diturunkan pada turnamen minor seperti Piala FA atau Piala Liga. Begitu juga dengan kiper ketiga, Jamie Cumming, yang belum mendapat kepercayaan terkait usianya yang baru 20 tahun.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news