news
TOP INTERVIEW
Simak Saran dari Legenda Persib Terkait Hasil Buruk Maung Bandung Akhir-akhir Ini
10 December 2019 15:50 WIB
berita
Legenda Persib Sutiono Lamso/Foto: Istimewa
BANDUNG - Performa Persib yang menukik tajam pada ujung kompetisi Liga 1 2019 menghadirkan gundah bagi seluruh tim. Juga, bobotoh yang tidak mengerti apa yang terjadi dengan tim pujaan mereka.

Usai kalah dari Bali United, performa Pangeran Biru justru terjun bebas. Sulit ke jalur kemenangan. Apalagi bersaing menuju lima besar. Bagaimana pandangan Sutiono Lamso, striker Persib era 1990-an, terkait hal itu Berikut obrolannya dengan TopSkor:




Baca Juga :
- Tim Akselerasi Perwakilan 36 PS Eks-Anggota Persib Mulai Berbagi Tugas
- Hidupnya Habis untuk Sepak Bola, Soenaryono Tua Mencoba Tidak Menyerah dengan Keadaan


Anda melihat penampilan Persib usai dikalahkan Bali United dan laga-laga berikutnya?

Ya, saya selalu menonton laga Persib. Ada penurunan prestasi dan performa usai Persib dikalahkan Bali United. Dan yang mengenaskan, saat Persib dikalahkan Persela Lamongan.


Baca Juga :
- Tanggal 9 Agustus Diperingati sebagai Hari Berkabung Warga Viking Persib Club
- Persib Selalu Berikan Kesempatan kepada Pemain Junior


Kenapa Anda kecewa dengan penampilan Persib saat lawan Persela?

Karena saat itu Persib main di kandang. Peluang naik ke lima besar masih terbuka lebar. Sayangnya Pesib harus takluk dan tampil jauh di bawah kemampuan terbaik.

Tambah lagi ada gol bunuh diri, ya?

Saya enggak mau komentar soal gol bunuh diri. Yang saya sesalkan performa Persib menurun drastis saat mereka harus memanfaatkan momentum emas di depan publik sendiri. Yang ditampilkan jauh berbeda dengan performa sebelumnya dan yang dibayangkan bobotoh. Pantas coach Robert Rene Alberts juga bingung melihat performa anak asuhnya.

Tapi kan lawan PSS Sleman, Persib bisa membawa satu poin

Benar. Semua pecinta Persib pasti mengapresiasinya. Tapi kalau sebelumnya mereka tidak kalah dari tim papan bawah plus tambahan satu poin dari PSS, posisi tim sudah ajeg di lima besar. Itu yang membuat Persib terkunci di papan tengah.

Tapi kalau lihat statistik musim lalu, laga-laga terakhir performa Persib memang melorot. Lima laga terakhir, Persib dua kali kalah dan sisanya imbang....

Kalau enggak salah saat itu pun Persib kesulitan lawan tim papan bawah, seperti Persela dan Persiwa. Bahkan oleh PSIS kami kalah. Tapi waktu itu Persib peringkat keempat. Sekarang di papan tengah, jangan ulangi hasil musim lalu jeblok laga-laga terakhir.

Mungkinkah statistik itu berubah?

Selalu terbuka kemungkinan di sepak bola. Asalkan pemain mau kerja keras. Jangan kendur hingga kompetisi usai. Kalau tidak bisa tampil apik dan kompetitif, setidaknya, gaya main waktu lawan PSS dipertahankan.

Apa keistimewaan Persib saat duel dengan PSS Sleman?

Di situ Persib bisa menekan dan mendominasi permainan. Banyak peluang gol tercipta. Tapi kurang variasi serangan hingga gol tidak datang. Harusnya dari lini kedua bisa memberi kejutan. Terutama ketika Ezechiel N’Douassel mulai sulit bergerak karena pergerakannya terkunci penjaganya.

Overall, dalam pandangan Anda, kira-kira, apa penyebab prestasi Persib macet dan sulit menembus lima besar?

Saya melihat fighting sprit yang kurang menyala. Kalau itu kuat, tidak pernah kendur bermain di mana pun, Persib sangat sulit dikalahkan. Lawan pun sebenarnya takut lawan Persib. Jadi saya tidak melihat seringnya pemain keluar masuk karena akumulasi kartu atau komposisi pemain yang selalu berubah, penyebab melemahnya Persib.

Apa yang harus diperbuat Persib ketika peluang ke lima besar makin berat?

Lupakan posisi akhir klasemen. Tapi bagaimanapun Persib bisa memberi kebahagiaan buat bobotoh dan manajemen. Itu lebih penting ketimbang posisi tim di klasemen akhir. Sesungguhnya, posisi Persib di papan tengah pun belum aman betul. Jika Persib gagal di laga berikutnya, sementara rival di bawahnya menang terus, Persib bisa dikudeta dan melorot ke bawah.*Dani Wihara

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id