news
LIGA CHAMPIONS
I Partenopei Harus Memulihkan Moril
10 December 2019 16:40 WIB
berita
Duo Fernando Llorente dan Dries Mertens jadi ujung tombak Napoli.-Topskor.id/istimewa-
NAPOLI – Cukup satu poin versus KRC Genk di Stadio San Paolo, Selasa (10/12) malam atau Rabu dini hari WIB, SSC Napoli sudah bisa melangkah ke babak perempat final Liga Champions. Namun, bukan itu yang dicari tim asuhan Carlo Ancelotti. Mereka butuh hasil meyakinkan untuk memulihkan moril dan bangkit dari keterpurukan.

Duel imbang di kandang Udinese, akhir pekan kemarin, memperpanjang krisis Napoli di Seri A menjadi 7 laga tanpa kemenangan—terburuk sejak Maret 2020. Ambisi scudetto mulai memudar karena Kalidou Koulibaly dan kawan-kawan kini menukik hingga peringkat ketujuh klasemen, tececer 17 poin dari pemuncak FC Internazionale.




Baca Juga :
- Jadwal Lengkap Liga Inggris Minggu Ini, Leicester, Chelsea, MU, Wolves Bersaing Ketat di Zona Liga Champions
- Dikalahkan Atalanta, Peluang Napoli Raih Tiket ke Liga Champions Menipis


Problem tersebut tak terbatas di liga domestik saja. Jika menghitung semua kompetisi, pencarian kemenangan Napoli  bertambah jadi 9 pertandingan. Faktanya, I Partenopei hanya mampu sekali menang dalam empat penampilan terakhir di Liga Champions. Jadi, duel melawan Genk nanti bukan lagi sekedar mencari tiket aman, tapi momen penebusan.

Ancelotti punya dua kesempatan untuk memperbaiki nasib, dan telah gagal dalam percobaan pertama melawan Udinese. Bukan tak mungkin kapak pemecatan jatuh ke hadapannya bila kembali tersandung versus wakil Belgia. Oleh karena itu, sang pelatih mesti bisa memotivasi pasukannya untuk memaksimalkan peluang yang ada. Tak boleh lagi ada performa di bawah standar.


Baca Juga :
- Solskjaer Punya Delapan Laga Sisa Menyelamatkan MU Musim Ini
- BOOM! Tolak Kontrak Jangka Pendek, PSG Tanpa Cavani di Liga Champions


Di atas kertas, terlepas dari kondisi pelik yang mereka alami, Napoli jauh lebih superior dibanding Genk. Mereka punya materi pemain di atas rata-rata, ditambah dukungan penuh dari publik San Paolo. Yang dibutuhkan tinggal kesungguhan dan keseriusan dalam menuntaskan laga. Sudah saatnya melupakan konflik internal, mereka harus kembali kompak untuk menyelamatkan musim.

Napoli bisa optimistis bila melihat rekam jejak sang lawan di kancah elite Eropa. Saat ini, Genk merupakan tim dengan jumlah laga terbanyak (17) tanpa pernah menang di Liga Champions. Dalam lima pertandingan musim ini, tim asuhan Hannes Wolf itu juga baru mengumpulkan satu poin. Ironisnya, poin tersebut didapat saat melawan Napoli, Oktober lalu.

Tak jauh berbeda dengan Napoli, Genk juga tengah terpuruk di semua kompetisi. Kemenangan 2-1 atas Cercle Brugge, akhir pekan kemarin, merupakan yang pertama setelah 8 pertandingan, dan yang ketiga jika menghitung 15 laga terakhir. Kemudian, itu juga kali pertama gawang mereka kebobolan kurang dari 2 gol dalam sembilan penampilan terakhir.

Jika mampu menerapkan taktik dengan sempurna, Napoli dipastikan bisa menang atas Genk. Pasalnya, pertahanan tim Belgia itu sangat rapuh: kebobolan 16 gol dalam lima laga Liga Champions (hanya kalah dari Red Star Belgrade, 19) dan tak mencatat clean sheet sejak 26 Oktober di semua kompetisi. Rekor tandang Genk di kancah elite Eropa juga suram, tumbang dalam 6 kunjungan terakhir, dan kebobolan 20 gol dalam empat laga terakhir.* Dari berbagai sumber

 

Perkiraan pemain :

NAPOLI (4-4-2) : 1 Meret;22 Di Lorenzo, 44 Manolas, 26 Koulibaly, 6 Rui;7 Callejon, 8 Ruiz, 20 Zielinski, 11 Lozano;14 Mertens, 9 Llorente;
Cadangan: 25 Ospina, 13 Luperto, 23 Hysaj, 12 Elmas, 34 Younes, 24 Insigne, 99 Milik;
Pelatih: Carlo Ancelotti

GENK (4-5-1) : 28 Coucke;31 Maehle, 33 Lucumi, 6 Dewaest, 21 Uronen;7 Ito, 17 Hrosovsky, 46 Cuesta, 25 Berge, 27 Bongonda; 10 Samatta;
Cadangan: 26 Vandevoort, 4 Wouters, 2 De Norre, 8 Heinen, 23 Hagi, 11 Paintsil, 18 Onuachu;
Pelatih: Hannes Wolf
 

X
Penulis
Xaveria Yunita