news
SEA GAMES 2019
Indonesia dan Vietnam Berebut Status “Juara Umum” dari Emas Spesial
09 December 2019 05:15 WIB
berita
Pemain timnas Indonesia U-22 Rahmat Irianto (kiri) menjaga pergerakan pemain Vietnam U-22 - TopSkor/Muhammad Pratama
MANILA – Haus emas. Itulah situasi Indonesia dan Vietnam dalam SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Gelar juara umum edisi ke-30 ini kiranya sudah hampir pasti jadi milik tuan rumah, namun gelar runner-up masih sangat ketat.

Per Minggu (8/12), Indonesia memimpin di peringkat kedua dengan 65 emas dan total medali 205, sedangkan Vietnam meraih 54 emas dan total medali 201. Dengan tiga hari tersisa, segala kemungkinan masih mungkin terjadi.




Baca Juga :
- ITN Open IV/2020 Bakal Lahirkan Juara Baru
- Mkhitaryan Ogah Balik, Roma Mau Permanenkan tapi Syaratnya Bikin Arsenal Gondok


Satu yang pasti, gelar “juara umum” ingin digapai Indonesia dan Vietnam. Gelar prestisius yang dimaksud adalah emas spesial dari cabang olahraga sepak bola. Kebetulan, Indonesia U-22 dan Vietnam U-22 akan bentrok, Selasa (10/12) nanti.

Untuk sementara, status “juara umum” bayangan sudah digapai Vietnam. Pasalnya, tim sepak bola putri The Golden Star berhasil menumbangkan Thailand dengan skor 1-0, dalam partai final, Minggu (8/12) malam.


Baca Juga :
- West Ham Butuh Kiper, Mau Ambil Anaknya Dejan Stankovic, Bisa Pinjam dulu dari Inter
- Dianggap Tidak Becus, Wasit yang Pimpin Laga Betis vs Barca Kena Suspensi, Ini Alasannya


Emas sepak bola kian spesial, sebab lagu Indonesia Raya sudah 28 tahun tak berkumandang. Vietnam labih lama lagi, 60 tahun. Terakhir kali Negeri Lumbung Padi itu meraih emas pada 1959, ketika masih bernama Vietnam Selatan.

Modal Indonesia dan Vietnam menjanjikan. Selain sama-sama mengoleksi 21 gol dan empat kebobolan dari enam pertandingan, kedua negara ini sama-sama punya predikat terbaik pada 2019.

Indonesia merupakan juara Piala AFF U-22 2019, sedangkan Vietnam adalah finalis Piala Asia U-23 2018. Bahkan, saat ini Vietnam merupakan pemegang predikat terbaik ASEAN dalam peringkat FIFA, posisi ke-94.

Status pemain tersubur cabang olahraga sepak bola putra juga sedang diperebutkan pemain Indonesia dan Vietnam lewat Osvaldo Haay dan Ha Duc Cinh. Keduanya sama-sama membukukan delapan gol.

Kabar baiknya, gelandang Nguyen Guang Hai dipastikan absen. Pemain Hanoi FC berusia 22 tahun itu mengalami cidere ligamen saat menghadapi Singapura. Quang Hai pun sudah absen saat lawan Thailand dan Kamboja.

Sedangkan Indonesia kemungkinan tak diperkuat Firza Andika. Bek kiri PSMS itu mengalami cedera saat jumpa Myanmar. Ini cedera keduanya selama SEA Games setelah sebelumnya saat babak grup juga sempat absen.

Pelatih Indonesia U-22 Indra Sjafri sangat percaya diri. Meski kalah 1-2 pada babak grup, ia yakin Indonesia bisa membalasnya. “Sesuai dengan periodesasi, kami pikir peak performance pemain akan muncul saat final,” katanya.

Sementara pelatih Vietnam U-22 Park Hang Seo, menyebut kebugaran pemainnya lebih unggul dari Indonesia. Hal inilah yang akan ia manfaatkan saat final nanti. “Kami sangat termotivasi untuk pertandingan ini,” ucapnya.*

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news