news
LIGA INGGRIS
Tradisi Buruk Akhir Desember dan Januari Bayangi The Reds
09 December 2019 14:45 WIB
berita
Pemain Liverpool, seperti Roberto Firmino (kanan), saat merayakan gol yang diciptakan Naby Keita menghadapi Bournemouth, Sabtu (7/12).
LIVERPOOL – Liverpool melalui akhir pekan dengan rutinitas meraih tiga poin setelah mereka mengalahkan Bournemouth. Hasil positif ini kemudian semakin sempurna ketika di Manchester, Manchester City tumbang dari Manchester United. The Reds kini kokoh di puncak klasemen dengan 46 poin, unggul 14 poin atas The Citizens yang ada di posisi ketiga dengan 32 poin.

 


Baca Juga :
- Man City Makin Ganas di Stadion Etihad, Real Madrid Harus Hati-Hati
- Preview Man United vs Bournemouth: Gol Lagi Mason Greenwood!


Jarak 14 poin adalah perbedaan yang sangat besar. Jarak ini membuat The Reds semakin terlihat besar bagi City. Namun, Josep Guardiola menegaskan bahwa timnya tidak akan berhenti untuk terus meraih hasil maksimal dalam pertandingan selanjutnya. Perbedaannya, pelatih City tersebut mengakui bahwa kini menjadi semakin sulit dan nyaris tidak mungkin untuk mewujudkan ambisi mereka meraih gelar Liga Primer untuk kali ketiga secara beruntun.

“Tidak penting jika jarak kami adalah enam, delapan, atau bahkan 14 poin. Kami harus terus melanjutkan pertempuran ini,” kata Guardiola, setelah kekalahan dari MU di Stadion Etihad. “Kami akan bertarung sampai akhir,” bek City, Kyle Walker, menambahkan. City kini nothing to lose. Trofi Liga Primer semakin jauh dari jangkauan David Silva dan kawan-kawan.


Baca Juga :
- Jadwal Lengkap Liga Inggris Minggu Ini, Leicester, Chelsea, MU, Wolves Bersaing Ketat di Zona Liga Champions
- INFOGRAFIS: Bruno Fernandes Ikuti Jejak Cantona di Manchester United


Dan, Desember ini mereka masih memiliki sejumlah laga yang cukup berat di Liga Primer: Akhir pekan ini, tandang lawan Arsenal dan sepekan kemudian menghadapi klub kejutan, Leicester City. Meski demikian, laga sulit bukan hanya “milik” City, melainkan juga Liverpool. Ya, setelah kemenangan atas Bournemouth, Liverpool justru akan memasuki fase di mana mereka bisa berada dalam roller-coaster.

Desember ini, ada laga menghadapi Watford, West Ham, tapi ada juga duel lawan Leicester dan terakhir lawan Wolverhampton Wanderers pada akhir tahun ini. Sedangkan memasuki Januari, setelah lawan Sheffield United di awal tahun, mereka akan tandang lawan Tottenham Hotspur, menjamu MU dan kembali menghadapi Wolverhampton.

Wolves asuhan Nuno Espirito Santo bukanlah tim yang pantas diremehkan. Sebelum menghadapi Brighton, kemarin, Wolves tidak terkalahkan dalam 10 pertadingan terakhir beruntun di Liga Primer. Kemenangan mereka pun ditandai dengan mengalahkan klub kuat, di antaranya mengalahkan Man. City, lalu imbang lawan Arsenal. Lalu ada laga menghadapi The Foxes. Terlepas dari hasil lawan Aston Villa, kemarin, Jamie Vardy dan kawan-kawan kini muncul sebagai salah satu kandidat peraih gelar Liga Primer.

Jadi, sepanjang sisa Desember dan akhir Januari nanti, setidaknya ada lima pertandingan yang masuk dalam kategori “achilles hell”: Leicester, Wolves (dua laga), Tottenham, dan vs Man. United yang berarti (15 poin). Angka tersebut di atas kertas cukup memberikan harapan bagi The Citizens. Hanya memang, Guardiola dan pasukannya harus terus meraih kemenangan di laga selanjutnya dan menunggu The Reds mengalami fase penurunan dari kelima pertandingan tersebut.

Faktor Leicester, salah satu yang bisa membuat The Reds tersandung. Kemarin, The Foxes kembali meraih kemenangan saat mengalahkan Aston Villa. Gol Jamie Vardy dan Kelechi Iheanacho, memastikan pasukan Brendan Rodgers meraih tiga poin sekaligus menjaga jarak tetap delapan poin dengan Liverpool.

Boleh jadi, faktor itulah yang menjadi alasan bahwa ada sejumlah pemain City yang masih optimistis. Bagi Liverpool, rapor bagus ini memang memperlihatkan tanda-tanda mereka semakin berpeluang untuk mengakhiri penantian gelar selama 30 tahun. Tapi, periode sisa Desember dan sepanjang Januari bakal menjadi tantangan The Reds.

Apalagi, mereka masih harus memastikan tiket 16 besar Liga Champions, pada Rabu ini. Lalu Liverpool harus terbang ke Doha, Qatar, untuk laga Piala Dunia Klub yang digelar pada 18 Desember untuk fase semifinal. Jadi, The Reds tetap harus waspada karena faktanya, Desember dan Januari kerap memberikan kejutan buruk dalam sejarah klub ini.

Pada Desember dan Januari 2001/02 contohnya, Liverpool tampil dalam 16 laga dengan 13 pertandingan di antaranya merupakan laga Liga Primer. Ketika itu, di awal Desember 2001, Liverpool unggul tiga poina tas Leeds United yang ada di posisi kedua dan memiliki satu laga lebih banyak.

Namun, apa yang terjadi kemudian? Dari 13 pertandingan tersebut, Liverpool hanya mampu meraih enam kemenangan. Pada awal Februari, posisi mereka sudah turun, di peringkat keempat.

Lalu pada 2008/09. Liverpool, sepanjang Januari 2009, justru meraih enam kali imbang dan hanya dua kali menang. Posisi mereka yang pada Desember memimpin, turun ke peringkat kedua. Semua itu karena dalam tiga laga terakhir Januari tahun itu, The Reds hanya meraih hasil imbang: lawan Stoke City, Everton, dan Wigan.*

 

I
Penulis
Irfan Sudrajat