news
SEA GAMES 2019
Rawan, Sektor Ini Harus Diperbaiki oleh Timnas Indonesia U-23 sebelum lawan Vietnam di Final
09 December 2019 15:45 WIB
berita
Bek Timnas U-23 Rachmat Irianto (kiri) dan penyerang Egy Maulana Vikri (kedua dari kanan) menganggu pemain Vietnam dalam pertemuan pertama pada penyisihan grup/Foto:TopSkor/M Pratama
JAKARTA – Perjuangan Indonesia untuk merebut medali emas SEA Games 2019 di Manila Filipina tinggal satu langkah. Tim asuhan  Indra Sjafri telah memastikan tempat di final setelah mengalahkan Myanmar 4-2, Sabtu (7/12) lalu. Pada partai final Garuda Muda akan menghadapi Vietnam di Stadion Rizal Memorial, Selasa (10/12) malam.

Garuda muda tentu mempunyai motivasi dan ambisi sangat tinggi dalam partai final pada SEA Games tahun ini. Selain ingin memberikan emas kepada masyarakat Indonesia, mereka juga mengemban misi mengulang sejarah SEA Games pada tahun 1991 yang dilaksanakan di tempat yang sama yaitu Manila.




Baca Juga :
- Kiper hingga Striker Liga Indonesia yang Pernah Tersandung Hukum
- Sudah Memiliki 32 Pemain, Serigala Margonda Mulai Berlatih 6 April


Coach Indra berharap Evan Dimas dan kawan-kawan bisa berada dalam keadaan prima untuk menjalani laga final melawan Vietnam besok. Oleh karena itu IS sapaan akrab Indra pada Minggu (8/12) hanya memberi menu latihan ringan kepada para pemainnya.

Pemain diberikan latihan pemanasan statis dan juga menu joging ringan. Passing-passing bola juga terus diasah agar sentuhan para penggawa Garuda Muda tetap terjaga. Sesi latihan ringan yang digelar di taman pusat kebudayaan Filipina itu berlangsung satu jam.


Baca Juga :
- Makna Tersembunyi dari Logo dan Nama Klub AA Tiga Naga 
- Berada di Zona Merah Covid-19, Ini yang Dilakukan Rama dan Tama


Selain pemanasan di ruangan terbuka para pemain timnas U-23 juga mendapatkan terapi berendam air es di area kolam renang hotel. Para pemain diminta berendam sekitar tiga hingga lima menit secara bertahap. Terapi ini cukup maksimal dalam menjaga kebugaran dan sudah dilakukan timnas sejak babak penyisihan Grup B sebelumnya.

"Latihan hari ini (kemarin) memang fokus untuk mengembalikan kebugaran pemain. Tim dokter dan fisioterapi harus bekerja keras membantu pemain untuk kembali prima. Alhamdulillah prosesnya berjalan baik dan mudah-mudahan semua anggota tim sudah siap saat tampil melawan Vietnam," ujar IS seperti diberitakan situs resmi PSSI, kemarin.

Menurut IS, para pemainnya sangat siap untuk melawan Vietnam dalam laga final nanti. Kekalahan dalam babak penyisihan Grup B dari Vietnam menjadi motivasi bagi tim untuk membalas dan memenangkan pertandingan terakhir. "Saya rasa pertandingannya akan sangat seru dan ketat. Saya minta pemain fokus dan tidak membuat banyak kesalahan," kata Indra.

Benahi Finishing

Menurut salah satu pelatih yang juga sebagai pengamat sepak bola Indonesia, Iwan Setiawan, timnas U-23 masih mempunyai kan besar membawa pulang emas untuk Indonesia, walau pada pertemuan pertama sempat dikalahkan.

“Saya rasa peluang mendapatkan emas masih sangat terbuka. Saya juga menilai skema yang dijalani selama ini sudah benar yaitu mengandalkan counter attack. Tinggal nanti pemain memperdalam saja. Jika laga besok dapat bertanding maksimal dan konsisten sepanjang laga, saya yakin Indonesia bisa memenangkan pertandingan,” ujar Iwan.

Iwan juga mengatakan kekompakan timnas U-23 yang diramu oleh IS sudah sangat baik. Hanya saja, ada faktor lain yang harus dibenahi jika melihat dari pertandingan terakhir. Yakni, finishing yang menjadi pekerjaan rumah IS. “Sebab falam laga final ini sekecil apa pun peluang harus dimaksimalkan dengan baik,” ujar Iwan.*Nizar Galang Gandhimar

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news