news
SEA GAMES 2019
Menjelang Duel Semifinal, Indra Sjafri dan Velizar Popov Perang Kata-kata
07 December 2019 05:23 WIB
berita
Pelatih timnas Indonesia U-22 Indra Sjafri (kiri) bersalam dengan Velizar Popov - TopSkor/Muhammad Pratama
MANILA – Timnas Indonesia U-22 akan melakoni pertandingan krusial, babak semifinal cabang olahraga sepak bola SEA Games 2019, dengan menghadapi Myanmar, di Stadion Rizal Memorial, Sabtu (7/12) sore. Menjelang laga tersebut, pelatih Indonesia indra Sjafri dan pelatih Myanmar Velizar Popov bertemu dalam agenda jumpa pers.

Keduanya pun mengungkapkan isi hatinya terkait pertandingan. Ada analisis, pujian, juga psywar dari keduanya. Pertemuan tatap mata dan bincang-bincang dengan media ini bisa menjadi gambaran bagaimana psikologis dan kepercayaan diri kedua tim. Berikut kutipan yang dirangkum TopSkor saat hadir dalam kegiatan tersebut:




Baca Juga :
- Presenter Seksi Ini Memicu Perang Celtic vs Rangers dengan Tampilan Nakal
- Kritik Pedas Rio Ferdinand Atas Kekalahan Manchester United di Semifinal Liga Europa


Kepercayaan Diri

Velizar Popov (VP) “Kami kembali menunjukkan bahwa sepak bola adalah olahraga yang sulit diprediksi. Sebelumnya Malaysia diunggulkan lolos, tapi kami yang lolos. Kami menunjukkan bahwa kami adalah tim yang memainkan sepak bola dengan lebih baik. Bertemu Indonesia, kami tidak akan mudah dilawan, karena kami juga bisa memberikan perlawanan.”


Baca Juga :
- Setelah Mengalahkan Atletico, Nagelsmann menjadi Orang Paling Bahagia di Dunia
- Enggak Salahkan Varane dan Harus Bangga, Ini Komentar Zidane Usai Dikalahkan Man City


Indra Sjafri (IS) “Alhamdulillah kami melalui fase grup dengan baik. Dari lima laga, kami lolos sebagai runner-up. Kalau media di Indonesia bilang kami berada di grup neraka, tapi gak taunya ini grup surga bagi kami. Malah untuk Vietnam, ini grup hampir jadi neraka buat mereka. Hari ini (kemarin) kami sudah recovery dan kami sudah siap menghadapi Myanmar.”

Ketajaman Osvaldo

IS:“Saya ingat waktu pembentukan tim, banyak kritik yang diberikan oleh pengamat, media, bahwa timnas U-22 SEA Games ini tanpa striker mumpuni. Sekarang, para pemain membuktikannya dengan 17 gol, dan pertanyaannya sekarang berubah, apa resepnya? Resepnya nanti tanyakan saja setelah event ini selesai.”

VP:“Dia (Osvaldo Haay) adalah salah satu pemain terbaik di Indonesia, tapi Indonesia bukan hanya satu pemain, tapi semua pemain mereka berbahaya. Mereka memainkan permainan yang cepat, dan kami akan mencoba menghentikan itu. Bukan hanya mengentikan satu pemain, tetapi semua pemain.”

Sejarah Tak Berpihak

Terakhir kali Myanmar lolos ke babak semifinal SEA Games pada 2003. VP: “Saya tidak pernah menyangka Myanmar dan Kamboja akan lolos. Kami hanya akan melakukan yang terbaik. Kami memiliki kedalaman skuat. Kami bukan tim yang sempurna, tapi kami akan memberikan perlawan ke Indonesia.”

Indonesia terakhir kali meraih emas SEA Games pada 1991. Sejak 1977 sudah 15 kali Indonesia melaju ke babal semifinal, namun 10 kali gagal ke final. IS: “Saya selalu berpikirkan positif tak pernah memikirkan masa lalu. Biarkan masa lalu menjadi masa lalu. Saya harus melihat ke depan dan harus optimistis.”

Istirahat Minim

Myanmar punya istirahat dua hari sedang Indonesia hanya satu hari. VP: “Jadwal istirahat tidak akan membantu kami. Yang jadi hal terpenting adalah bagaimana daya juang dan kekuatan mental. Indonesia juga sama seperti kami, memiliki kedalaman skuat yang baik, kami tidak akan tahu bagaimana formasi Indonesia nanti.”

IS:“Setiap pelatih ada program latihan yang peak-nya ada di final. Tim ini main bagus, saya harap di final performanya lebih baik, dan peak-nya di final. Paling penting buat kami adalah recovery. Tim dokter dan fisio sedang berusaha agar pemain betul-betul bugar agar siap untuk pertandingan.” Muhammad Pratama

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.