news
LIGA INGGRIS
Derbi Merseyside Jadi Panggung Favorit Origi
06 December 2019 14:58 WIB
berita
Striker Liverpool, Divock Origi menyumbang dua gol saat timnya mengalahkan Everton dalam Derbi Merseyside di Anfield, Rabu (4/12) lalu./Istimewa
LIVERPOOL – Keberhasilan Liverpool FC mencatatkan keunggulan 4-2 atas Everton FC di babak pertama Derbi Merseyside, Rabu (4/12), ternyata menjadi rekor baru Liga Primer. Sebelum pertarungan 45 menit yang dramatis di Stadion Anfield, belum pernah tercipta enam gol di paruh pertama duel dua klub sekota Liverpool itu.

Hebatnya, hanya ada enam tembakan tepat sasaran selama setengah babak itu dengan semuanya berujung gol, yang membuat malu kiper masing-masing tim, Adrian San Miguel di kubu Liverpool dan Jordan Pickford dari Everton. Laga itu juga menjadi pembuktian kualitas Divock Origi dalam Derbi Merseyside.




Baca Juga :
- Bermaksud Minta Penjelasan, Slaven Bilic Malah Diganjar Kartu Merah
- Calvert Lewin Cetak Hattrick, Trio Everton Makin Menakutkan


Striker asal Belgia itu membuka skor untuk The Reds hanya enam menit setelah kick-off sebelum Xherdan Shaqiri berhasil menggandakan keunggulan tuan rumah. Bek Michael Keane mengembalikan harapan The Toffees dengan penyelesaian cerdasnya pada menit ke-21, tetapi Origi mencetak gol indah, 10 menit kemudian dari umpan Dejan Lovren.

Sadio Mane, yang memasok dua assist, mencetak golnya sendiri sebelum jeda, diikuti gol balasan Richarlison. Namun torehan Georginio Wijnaldum mengakhiri laga 5-2 untuk kemenangan Liverpool. Ini menjadi Derbi Merseyside paling produktif sejak Februari 1933, ketika Liverpool menang 7-4.


Baca Juga :
- Mengejutkan! Pemain Anyar Liverpool Ini Mengaku Lebih Suka Everton
- Jadwal Liga Inggris Hari Ini, Sabtu 19 September


Sepasang torehan Origi membuatnya kini berada dalam jajaran top scorer Liverpool dalam Derbi Merseyside. Dalam enam laga melawan Everton di Liga Primer, pemain 24 tahun itu telah menyumbang lima gol bagi The Reds. Sebelumnya, ia juga sukses menjebol gawang The Toffees pada 2015/16, 2016/17, dan 2018/19.

Koleksinya kini setara dengan mantan penyerang Liverpool asal Belanda, Dirk Kuyt dan hanya kalah dari dua legenda The Reds, Steven Gerrard (9 gol) dan Robbi Fowler (6 gol). Namun Origi sangat berpeluang mengejar dua pendahulunya tersebut mengingat masa depannya di Anfield diprediksi masih panjang.

Di sisi lain, kekalahan dari Liverpool membuat Everton masuk zona degradasi. Kabar pemecatan pelatih Marco Silva kian santer berhembus. Pemilik saham mayoritas klub, Farhad Moshiri telah berada di Liverpool untuk mengambil keputusan. Belum diketahui apakah Silva akan tetap melatih saat menjamu Chelsea FC, Sabtu (7/12) besok.

Sementara, isu bahwa klub menginginkan David Moyes untuk menggantikan posisinya pun sudah beredar sejak beberapa hari terakhir. Kekalahan dari Liverpool ini merupakan kekalahan ketiga beruntun yang dialami Everton, yang semakin membuat suram nasib Silva di Goodison Park.

Lawan skuat Juergen Klopp, Everton menjelma sebagai tim yang nyaris tak memiliki kekuatan penuh. Walau agresif di menit-menit awal, nasib mereka terhenti setelah menit ke-17. Sistem pertahanan lima pemain belakang pilihan Silva hancur berantakan.

Yang parahnya permainan Everton benar-benar kacau sepanjang babak pertama. Sidibe, Mason Holgate, Tom Davies, dan Keane saling berdebat di antara mereka sendiri, menyusul terciptanya gol Shaqiri. Berikutnya Holgate dan Lucas Digne juga terlibat adu mulut setelah Origi menempatkan Liverpool dalam posisi unggul 3-1.

The Toffees memang menciptakan beberapa peluang, tapi tidak satu pun yang terlihat akan seperti mengakhiri aib tanpa menang mereka melawan Liverpool yang terentang kembali ke September 1999. Ini juga pertama kalinya Everton kebobolan empat gol di paruh pertama Derbi Merseyside sejak 1935. Silva pun seperti sudah siap dipecat.***NURUL IKA HIDAYATI

 

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E