news
LIGA INGGRIS
Vieira Dianggap Paling Cocok untuk Melatih Arsenal
06 December 2019 14:28 WIB
berita
Nama pelatih Nice, Patrick Vieira belakangan muncul sebagai salah satu kandidat juru taktik Arsenal./AFP
LONDON – Arsenal FC terus mencari pelatih baru untuk menggantikan Unai Emery yang dipecat Jumat pekan lalu. Sejumlah nama kandidat pun bermunculan dan Patrick Vieira mencuat sebagai sosok favorit. Emery kehilangan jabatan sebagai pelatih Arsenal yang belum genap dua musim dia duduki.

Pria 48 tahun asal Spanyol ini dibebastugaskan pada 29 November setelah The Gunners gagal meraih kemenangan dalam tujuh pertandingan beruntun di seluruh kompetisi dengan empat hasil imbang dan tiga kekalahan.




Baca Juga :
- Inilah Harry Maguire dari Belanda! Blunder Virgil Van Dijk lawan Arsenal Picu "Perang" antara Fan Liverpool dan MU di Media Sosial
- Ini Rekor yang Bisa dan Sulit untuk Diraih Liverpool


Untuk sementara, tugas melatih dijalankan oleh asisten pelatih Karl Fredrik “Freddie” Ljungberg. Tapi, mantan winger Arsenal asal Swedia itu tak pernah diproyeksikan untuk menduduki jabatan tersebut secara permanen. Apalagi, dia hanya mempersembahkan hasil imbang 2-2 lawan Norwich City pada laga pertamanya, akhir pekan lalu.

Nama-nama pelatih kawakan seperti Nuno Espirito Santo, Massimiliano Allegri, dan Brendan Rodgers dihubung-hubungkan dengan kursi pelatih Arsenal. Kandidat lainnya adalah mantan gelandang The Gunners yang kini bekerja sebagai asisten pelatih Pep Guardiola di Manchester City, Mikel Arteta.


Baca Juga :
- Firmino Hanya Punya 90 Menit untuk Mengubah Rapor Golnya yang Buruk di Anfield
- Arteta Harus Bikin Keputusan Drastis, Tiga Pemain Arsenal Ini Bisa Dibuang


Tapi, nama-nama tersebut kalah populer dari Vieira. Mantan gelandang tim nasional Prancis yang pernah sembilan tahun memperkuat Arsenal antara 1996 dan 2005 ini dipandang sebagai sosok yang paling ideal untuk jadi pelatih The Gunners berikutnya. Apalagi, dia punya status legenda di mata publik Emirates Stadium.

Maklum, Vieira adalah bagian tidak terpisahkan dari generasi emas Arsenal di bawah asuhan Arsene Wenger yang memenangi tiga gelar Liga Primer pada akhir era 1990-an dan awal 2000-an. Termasuk era Invincibles pada musim 2003/04 di mana The Gunners menjuarai kompetisi elite Inggris itu tanpa terkalahkan.

Vieira juga dinilai sudah memiliki pengalaman yang memadai sebagai pelatih untuk menangani Arsenal. Pria keturunan Senegal berusia 43 tahun ini telah menekuni profesi itu sejak 2013 dengan menukangi tim junior City atau lebih dikenal dengan Elite Development Squad (EDS) dan memenangi Piala Internasional Liga Primer 2014/15.

Pada 2016, Vieira diangkat sebagai pelatih klub Major League Soccer (MLS) Amerika Serikat, New York City FC, yang masih bagian dari City Football Group. Selang dua tahun kemudian, mantan pemain Juventus FC ini pulang ke Prancis untuk menerima tawaran melatih klub Ligue 1, OGC Nice.

Vieira membawa Nice finis di posisi ketujuh klasemen Ligue 1 pada musim debutnya. Tapi, situasi yang dihadapinya saat ini jauh lebih sulit. Les Aiglons masih tertahan di peringkat ke-14 setelah hanya mengais 20 poin dari 16 pertandingan.

Barangkali, situasi ini pula yang membuat Vieira tidak mau terlalu menanggapi isu soal rencana Arsenal merekrutnya. “Saya merasa isu ini lebih memberatkan pikiran kalian daripada saya atau Arsenal,” katanya. “Tidak ada yang harus saya katakan soal itu. Tak ada yang serius, tak ada yang nyata. Saya tidak punya komentar apa-apa soal isu itu.” 

Terlepas dari sikap Vieira yang terkesan tak peduli, mantan striker Manchester United, Louis Saha, menilai rekan senegaranya itu sangat cocok jadi pelatih Arsenal. Keduanya bersahabat dekat karena pernah sama-sama memperkuat timnas Prancis.

“Saya ingin melihat Patrick Vieira sebagai pelatih Arsenal betikutnya. Memang ada beberapa kandidat lain, tapi tak ada yang sangat cocok seperti dia,” ujar Saha. “Saya mengatakan ini bukan karena saya sahabatnya. Dia telah bekerja dengan baik sebagai pelatih dalam beberapa tahun terakhir. Dia punya hati sebagai pemain Arsenal dan itulah yang dibutuhkan klub itu.”

Berbeda dengan Saha, legenda Arsenal, Lee Dixon, melihat Vieira sebagai sebuah perjudian. Meski begitu, dia juga mendukung perekrutan itu demi proyek jangka panjang. “Vieira belum berpengalaman melatih klub selevel Arsenal sehingga ini akan jadi perjudian. Tapi, jika saya pemilik klub saya akan bersedia bertaruh pada Patrick Vieira selama tiga atau empat tahun,” kata Dixon.*RIJAL ALFURQON

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E