news
LIGA INGGRIS
Inilah Penyebab Kekalahan Spurs dari Setan Merah
06 December 2019 13:25 WIB
berita
Gelandang serang Spurs, Dele Alli (kiri), merayakan gol ke gawang Man. United bersama rekannya, Harry Kane, Rabu (4/12) lalu.
MANCHESTER – Pernyataan mengejutkan dikeluarkan Dele Alli setelah timnya, Tottenham Hotspur FC, menyerah di markas Manchester United FC (MU), 1-2, Rabu (4/12) malam lalu. Gol penyeimbang yang dibuat gelandang serang Spurs itu tidak mampu mengantar Spurs menang karena Marcus Rashford tampik menggila dengan mencetak dua gol pada pertandingan tersebut.

Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri rekor impresif pelatih baru Spurs, Jose Mourinho. Setelah ditunjuk menjadi pelatih Spurs pada 20 November lalu—menggantikan Mauricio Pochettino—Mou berhasil memenangi tiga pertandingan awal secara beruntun, dua di antaranya di Liga Primer, masing-masing 3-2 atas West Ham United dan AFC Bournemouth.




Baca Juga :
- Pogba Pakai Kruk Tiba di Paris Bersama Istrinya, Ini yang Dilakukan
- Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris, Duel Menarik Liverpool vs Manchester United




Dengan bekal tersebut, Mourinho dan pasukannya sangat percaya diri bertandang ke markas MU. Motivasi untuk membuktikan bila manajemen Setan Merah telah salah memecatnya, Desember tahun lalu, juga kian memotivasi Mourinho. Di sisi lain, posisi pelatih Ole Gunnar Solskjaer yang sedang di ujung tanduk setelah tidak mampu menang dalam tiga laga terakhir semua ajang.

“Saat mantan pelatih datang sebagai lawan, setiap tim pasti akan memiliki kepercayaan diri tinggi untuk mengalahkannya,” tutur Alli. “Dari sisi permainan, kami tidak kalah. Namun, sikap kami di lapangan yang terkesan tidak lapar akan kemenangan, menjadi masalah. Mungkn, kami sedikit arogan dan percaya diri berlebihan.”


Baca Juga :
- Rashford Pakai Mesin Portabel Agar Bisa Fit Lawan Liverpool
- Solskjaer Nyesal Mainkan Rashford, Keputusannya Jadi Bumerang


Alli menambahkan, dalam pertandingan melawan tim sekelas Setan Merah, sikap arogan memang perlu sedikit dimunculkan. Yang menjadi problem, menurut Alli, karena terlalu menganggap remeh lawan, para pemain Spurs menjadi sering melakukan tindakan ceroboh.

“Kami terlalu lambat di hampir setiap bola kedua (second ball). Kami juga tidak mampu memenangi duel 50-50. Kondisi seperti ini tidak bisa ditoleransi dalam pertandingan ketat seperi menghadapi MU,” tutur Alli.

Terlepas dari kekalahan di Old Trafford, Alli membuktikan dirinya memang bakal menjadi andalan Mourinho untuk membangun serangan. Alli selalu menjadi starter dalam keempat pertandingan Spurs di semua ajang sejak Mourinho memimpin Spurs.

Sepanjang periode tersebut, ia mampu mencetak empat gol—tiga dibuat beruntun dalam dua laga terakhir Liga Primer—dan satu assist. Total, gelandang serang 23 tahun itu sudah mencetak enam gol dan dua assist dalam 14 kali dimainkan di semua kompetisi musim ini.

“Mencetak gol itu pasti akan terasa indah. Tetapi, tidak ada makna positif dari gol tersebut jika tim Anda kalah. Kami ingin menang bukan hanya untuk pelatih tetapi juga penggemar,” kata Alli.*TRI CAHYO NUGROHO DARI BERBAGAI SUMBER

 

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news