news
LIGA 1
Usai Mengunci Gelar Juara, Bali United Tetap Kerja Keras untuk Mengejar Rekor Baru
06 December 2019 14:47 WIB
berita
GIANYAR - Keberhasilan Bali United menjadi juara Liga 1 2019 tak hanya mencatat sejarah baru. Tetapi, tim Serdadu Tridatu juga bisa menorehkan sejumlah rekor menawan hingga akhir musim ini. Setidaknya, usai meraih juara, para pemain Bali United bisa tetap fokus menjaga permainan terbaiknya demi memecahkan sejumlah rekor.

Sejauh ini, pelatih Bali United Stefano “Teco” Cugurra sudah mencatatkan rekor sebagai pelatih pertama yang dalam dua tahun beruntun membawa dua tim berbeda tampil sebagai juara Liga 1.




Baca Juga :
- Cerita Bio Paulin Saat Kena Semprot Jacksen F. Tiago di Persipura Jayapura
- Robby Darwis Siap Gotong PSKC Sekalipun Tanpa Trio Mantan Persib


Bagaimana tidak, di musim 2018 lalu, pelatih asal Brasil ini juga mampu membawa Persija jawara di kasta tertinggi. Prestasi ini tentunya juga dirasakan mantan pemain Persija di Bali United yaitu Gunawan Dwi Cahyo, Michael Orah, dan Anan Lestaluhu.

Catatan istimewa lainnya yaitu Bali United juga berpeluang besar untuk memecahkan rekor capaian poin dalam satu musim. Saat ini, dari 30 laga yang sudah dijalani, Irfan Bachdim dan kawan-kawan sudah menorehkan 63 poin.


Baca Juga :
- Samudra yang Membantu Menjaga Mesin Tim Persebaya Tetap Panas
- Pemain Bhayangkara FC Jajang Mulyana: Liga 1 Tanpa Degradasi Kurang Seru


Dengan tersisa empat pertandingan, ini berarti terbuka kemungkinan melewati nilai yang dikumpulkan Bhayangkara FC saat juara di 2017 yakni 68 poin. Bahkan nilai 62 milik Persija yang juara di 2018 juga sudah dilewati oleh Bali United.

Bali United hanya butuh dua kemenangan dari empat laga tersisa untuk dapat memecahkan nilai 68 milik The Guardian. Rekor lainnya yang dicatat seiring dengan kedigdayaan Bali United musim ini adalah apa yang ditunjukkan oleh kiper Wawan Hendrawan.

Kiper asal Brebes, Jawa Tengah ini mampu mencatat 12 kali clean sheets alias tidak kebobolan dari 30 pertandingan yang dijalaninya. Penampilan 30 kali ini alias 2.700 menit juga membuat “Spiderwan” sebagai pemain Bali United yang paling tinggi menit bermainnya hingga pekan ke-30.

Dengan empat laga tersisa, Bali United juga punya peluang melewati rekor clean sheets milik Persija dan Arema FC yakni 14 kali tak kebobolan. Ini juga tentunya kembali pada keputusan Teco apakah akan tetap terus menurunkan Wawan atau memberikan kesempatan pada dua kiper lainnya untuk mendapat menit bermain musim ini.

Sebab, Samuel Reimas dan Dicky Indriyana hingga pekan ke-30 sama sekali belum mendapatkan menit bermainnya di Liga 1 2019. “Saya pribadi tidak terlalu memikirkan rekor yang ada. Semua adalah juga karena andil tim secara keseluruhan dalam tiap pertandingan. Terpenting bagi saya adalah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya saat dipercaya oleh pelatih,” kata Wawan Hendrawan kepada TopSkor, Kamis (5/12).

Dia juga mengaku tak memiliki ambisi pribadi untuk dapat terus menambah menit bermainnya untuk memecahkan rekor tertentu. “Empat laga tersisa, kalau saya memang dipercaya untuk mengawal gawang tim, ya pasti saya akan bekerja keras untuk terus mempersembahkan hasil terbaik meski kami sudah memastikan gelar juara. Namun jika pelatih ingin memberi kesempatan pada rekan kiper yang lain saya juga tentu akan support,” ucap Wawan .

Sedangkan bagi striker Bali United, Ilija Spasojevic, gelar juara Liga 1 2019 ini menjadikan dia mampu menjaga tradisi juara di tim yang dibelanya. Di musim 2015, Spaso mampu membawa Persib juara Liga 1. Lalu, penyerang naturalisasi ini mengantarkan Melaka United tampil sebagai juara di Malaysia Premier League 2016.

Dia kemudian juga sukses membawa Bhayangkara FC menjadi yang terbaik di Liga 1 2017. Libur di musim 2018, kini giliran Bali United yang dibawanya menjadi kampiun 2019. Musim ini, Spaso sudah mencetak 16 gol di 13 laga. Spaso sendiri sudah bermain pada sebanyak 28 pertandingan musim ini.

Pemain naturalisasi asal Montenegro ini mencatat tiga kali brace alias mencetak dua gol dalam satu laga. Yang perlu dicatat dari Spaso yang sebenarnya baru diselimuti duka cita atas meninggal dunianya sang istri tercinta adalah bahwa Bali United tak pernah merasakan kekalahan saat Spaso mampu mencetak gol.

Selain itu, Bali United juga memegang rekor kemenangan beruntun terpanjang dalam Liga 1 2019 dengan delapan laga berturut-turut selalu meraih poin. Tim Serdadu Tridatu juga tercatat sebagai tim paling sering menebar teror ke gawang lawan. Yakni, melepaskan tembakan 309 kali ke gawang lawan yang menghasilkan 45 gol. ***SRI NUGROHO 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah