news
LIGA 1
Begini Cara Persib Menyiasati Jadwal Padat dalam Empat Laga Terakhir
06 December 2019 15:38 WIB
berita
Pelatih Persib Robert Rene Alberts/Foto:TopSkor/Ady Sesotya
BANDUNG – Faktor kelelahan menghantui Persib Bandung. Dalam sisa empat pertandingan sebelum Liga 1 2019 berakhir, Maung Bandung harus melakoninya secara maraton dalam dua pekan ke depan. Artinya, Supardi Nasir dan  kawan-kawan hanya memiliki waktu sangat singkat untuk recovery.

Sebelumnya, Maung Bandung baru saja menjalani partai kandang melawan Persela Lamongan,  Selasa (3/12) dalam lanjutan Liga 1 2019. Lalu dua hari berikutnya yakni  Kamis kemarin, tim harus melakoni perjalanan menuju Sleman untuk menghadapi PSS,  Sabtu (7/12).




Baca Juga :
- Tes PCR Persib Disaksikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil
- Persib Bandung Lakukan Tes PCR hari ini untuk Semua Jajaran Tim


Setelah meladeni PSS, tim asuhan Robert Rene Alberts itu kembali bersiap terbang ke Samarinda karena 11 Desember menantang tuan rumah Borneo FC. Setelah itu, tim kembali ke Bandung menjamu Perseru Badak Lampung FC pada 16 Desember dan PSM Makassar 26 Desember, sekaligus jadi laga penutup Liga 1.

Untuk dua pertandingan kandang melawan Perseru Badak Lampung dan PSM, Robert masih bisa menoleransi atau menyiasatinya karena masih dalam kapasitas laga kandang. Namun, dalam dua laga tandang  melawan PSS dan Borneo FC, tidak satu pun pemain inti ia tinggalkan di Bandung.


Baca Juga :
- Persib Salurkan Sumbangan APD pada Mapolda Jabar
- Yusuf Bachtiar Mengingatkan Kompetisi U-20 sangat Penting untuk Pemain Muda Persib


Semua pemain inti berjumlah 22 pemain diboyong untuk disiapkan menghadapi dua laga maut tersebut. Bahkan, tidak seperti biasanya, kali ini Robert memboyong tiga  penjaga gawangnya sekaligus yakni I Made Wirawan, Dhika  Bhayangkara, dan M Aqil Savik.

Istirahat Cukup

Sudah menjadi keputusan pelatih asal Belanda itu bahwa usai dari Sleman, Persib tidak kembali ke Bandung namun melanjutkan perjalanannya ke kandang Borneo FC. Dengan kondisi ini dipastikan Robert akan merotasi pemain sebagai cara untuk menyiasati faktor kelelahan anak asuhannya.

"Ya,  kami akan melakoni dua game away dan menurut kami itu sangat berat. Maka itu  kami harus melakukan yang terbaik. Kami membawa semua pemain yang siap untuk dimainkan," ujar Robert.

Menurutnya,  selain menyiapkan para pemainnya agar tetap stabil dari segi stamina, mantan pelatih PSM itu pun berharap para pemain mendapatkan waktu istirahat yang cukup dan asupan makanan yang teratur.

"Intinya, mengatur sebagus mungkin lokasi penginapan untuk berlatih karena bagaimanapun perjalanan akan menguras tenaga. Kami berharap selama perjalanan dalam dua pertandingan itu semua bisa kita manage agar kebugaran pemain tetap terjaga," pelatih 65 tahun itu menambahkan.

Robert mengatakan padatnya jadwal pertandingan cukup berpengaruh terhadap kondisi pemain. Normalnya,  kata Robert lagi,  waktu recovery yang harus  didapat oleh sebuah tim adalah enam atau tujuh hari. "Tetapi, saya pikir semua tim menghadapi persoalan  yang sama dan kami tetap harus menjalaninya," ujarnya.*Arief Nugraha K

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id