news
INFOGRAFIS
Motivasi PSSI Hubungi Ruud Gullit
05 December 2019 14:36 WIB
berita
JAKARTA - PSSI masih mencari pelatih terbaik untuk timnas Indonesia. Belum selesai
dengan isu mengenai Shin Tae Yong yang juga mendapat tawaran dari klub Cina dan
juga kabar Luis Milla yang belum memberikan proposal harga. Kini PSSI kembali
memunculkan “drama” baru dengan menjadikan Ruud Gullit sebagai calon baru pelatih
timnas Indonesia.

Ketua Umum PSSI Komjen Pol. Mochamad Iriawan mengaku sudah mengontak pelatih
asal Belanda itu sejak pekan lalu, namun hingga kini belum ada balasan. Tapi, Iwan Bule,
sapaan Iriawan, membantah jika nama Ruud Gullit ini masuk karena PSSI tidak
menemui kesepakatan dengan Shin dan Milla. Bahkan, Iwan menyebut bisa saja PSSI
merekrut keduanya untuk menangani timnas berbeda usia.




Baca Juga :
- Kabar Duka, Mantan Kepala Departemen Wasit PSSI Ngadiman Asri Meninggal Dunia
- PSSI Pastikan Timnas U-19 Lanjutkan TC di Turki setelah AFC Umumkan Penundaan Piala Asia U-19 dan U-16


Tapi, yang jelas Iwan mengontak Ruud Gullit hanya ingin mencari alternatif pelatih.
Iwan juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Sekjen PSSI Ratu Tisha untuk
menunjuk satu pelatih lagi.

“Ruud Gullit belum merespons pesan dari kami. Tetapi kami minta Sekjen (Ratu Tisha)
berkomunikasi dengan dia di Belanda. Memang ini belum ada kepastian dia (Ruud
Gullit) bisa atau tidak,” ujar Iwan.


Baca Juga :
- Soal Lapangan Latihan Timnas dan Kantor Sendiri, PSSI Sangat Berharap Pada Pemerintah
- PSSI dan PT LIB Temui Kapolda Jateng Jelang Kompetisi Musim 2020 Digulirkan


Ruud Gullit merupakan legenda timnas Belanda dan pernah malang-melintang di klub-
klub raksasa Eropa. Penyerang kelahiran Amsterdam itu pernah sukses membawa Tim
Oranye juara Piala Eropa 1988.

Ia juga sempat memperkuat Feyenoord dan PSV Eindhoven, namun Ruud Gullit baru
dapat bersinar sebagai pemain top kala dirinya berkostum AC Milan. Bersamanya AC
Milan dapat mempersembahkan trofi Liga Italia Serie A pada musim 1987/88, 1991/92,
dan 1992/93.

Sebagai salah satu nama besar dalam sepak bola dunia, Ruud Gullit sudah dipercaya
mengemban beban sebagai pelatih saat dirinya masih aktif sebagai pemain. Itu terjadi
kala dirinya membela Chelsea musim 1996/97. Tak main-main, Ruud Gullit mampu
bertahan sebagai pemain dan pelatih bersama Chelsea hingga 1,5 musim.

Total 72 pertandingan dijalaninya bersama The Blues. Capaian prestasinya juga cukup
baik kala itu dirinya berhasil membawa Chelsea menjadi juara Piala FA 1996/97.

Terbilang sukses bersama Chelsea, klub Liga Inggris lainnya Newcastle United terpincut
memakai jasa pria yang identik dengan rambut gimbal itu sebagai manajer. Sayangnya,
bersama Newcastle United, Gullit hanya mampu bertahan dalam 45 pertandingan tanpa
satupun gelar yang bisa diberikan.

Pria keturunan Ambon itu juga sempat melatih Feyenoord pada 2004 dan LA Galaxy
pada 2006. Namun belum ada torehan prestasi yang didapat. Terakhir dirinya menjabat
sebagai asisten pelatih timnas Belanda dari 2017 hingga 2018.***

T
Penulis
TSM