news
LIGA 1
"Radikal Jahat" di Dalam Tubuh Persija Mulai Mewabah Kembali
05 December 2019 11:33 WIB
berita
Pelatih Persija Edson Tavares berbincang dengan Bambang Pamungkas - TopSkor/Ady Sesotya
PENYAKIT lama Persija sepertinya mewabah kembali. Sikap ragu-ragu dan tak bervisi ke depan, dihidupkan lagi. Itu terlihat dari langkah manajemen terkait pelatih. Meski penampilan Persija membaik, setelah kepayahan saat diasuh Julio Banuelos, kontrak Edson Tavares tak kunjung diperpanjang.

Padahal, berkaca dari 2001, selepas Persija juara liga, klub berjuluk Macan Kemayoran ini doyan gonta-ganti pelatih. Sebelum memasuki era Liga 1 pada 2017, Persija 15 kali mengganti pelatih. Dari jumlah itu, hanya Iwan Setiawan dan Beny Dollo yang sempat berkarir sedikit panjang, satu tahun lebih.




Baca Juga :
- Bepe Resmi Jadi Manajer Tim Persija, Begini Komentarnya
- WAWANCARA EKSKLUSIF bersama Mahmoud Eid




Selama itu, tak ada prestasi yang diraih, kecuali gelar Trofeo Persija, yakni turnamen mini yang digelar sendiri dalam rangka ulang tahun klub. Kisah suram tersebut akhirnya terpatahkan saat kebijakan berani diambil. Stefano “Teco” Cugurra yang pada awal musim 2017 tak impresif, tetap dipertahankan pada 2018.

Hasilnya, pria Brasil itu mempersembahkan gelar juara kompetisi, plus dua gelar turnamen, Piala Presiden 2018 dan Piala Boots Sportfix 2018 di Malaysia. Sayangnya, Teco didepak. Tiga gelar juara dalam semusim tak membuat manajemen Persija memberikan kontrak lebih panjang.


Baca Juga :
- Sentuhan Dramatis dan Kreatif dalam Perkenalan Pemain Baru Liga 1 2020
- Mantap! Inter Berani Bayar Gelandang Tottenham Ini dan Segera Datang, Rival Gigit Jari


Terlepas ada permintaan gaji yang tinggi, keputusan melepas Teco akhirnya berdampak memalukan. Musim ini Persija seperti “ayam sayur” yang selalu jadi bulan-bulanan lawan. Jangankan bersaing di papan atas mempertahankan gelar juara, Persija malah dipaksa berjuang selamat dari degradasi.

Rentetan kisah tersebut ternyata belum cukup menginspirasi atau bahkan menjadi pelajaran. Seolah bermain layangan, tarik-ulur, untuk menekan harga kontrak baru, Tavares malah diancam. Bila Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan tak bisa menembus 10 besar, kontrak baru Tavares ditinjau ulang.

Lima pertandingan terakhir Liga 1 2019, disebut-sebut jadi penentu. Satu laga telah dijalani dengan hasil negatif, yakni dipermalukan Bhayangkara FC dengan skor 0-3, Rabu (4/12). Namun masih ada empat laga lagi, yakni melawan Perseru Badak (8/12), Madura United (13/12), Persebaya (17/12), dan Kalteng Putra (22/12)

“Kesepakatan secara profesional, itu pegangan kami. Memang ada target utama sebenarnya lolos dari degradasi dulu. Terus target berikutnya kami mau, posisi di atas 10. Jadi, kalau dari sisi target itu tercapai, rasanya tidak ada alasan buat kami tidak memperpanjang kontraknya (Tavares),” kata CEO Persija Ferry Paulus.

Ferry menambahkan, taktikal dan kejelian Tavares juga menjadi salah satu pertimbangan. “Kalau pelatih itu punya taktik dasar, misalnya A, tetapi dia bisa keluar pada waktu memasuki babak kedua, dengan beberapa pilihan koreksinya yang jitu. Itu menurut saya menjadi bagian pertimbangan pelatih itu bagus,” katanya.* Furqon Al Fauzi 

loading...
news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news
news