news
INFOGRAFIS
Prediksi Liverpool Vs Everton
04 December 2019 15:50 WIB
berita
LIVERPOOL –Merseyside Derby lawan Everton, Rabu (4/12) atau Kamis dini hari WIB, menjadi peluang Liverpool untuk menambah poin dan menjaga jarak keunggulan poin mereka baik dengan Leicester City yang ada di posisi kedua maupun rival The Reds, Manchester City. Jelang laga ke-15 ini, Jordan Henderson dan kawan-kawan memang unggul delapan poin atas Leicester dan 11 poin atas The Citizens.

Persaingan di papan atas saat ini mulai bergeser. Sebelumnya, City yang selalu menguntit dan memberikan tekanan terhadap pasukan Jurgen Klopp. Kini, The Foxes—julukan Leicester—muncul sebagai pesaing terdekat. Jarak delapan poin, memang memperihatkan bahwa Liverpool semakin berpeluang untuk meraih gelar Liga Primer pada
2019/20 ini. Namun, Klopp dan pasukannya tetaplah harus waspada.




Baca Juga :
- Rashford Pakai Mesin Portabel Agar Bisa Fit Lawan Liverpool
- Cuma Sisa 2 Bek Tengah, Klopp Berharap Trio Ini Kembali Saat Lawan Manchester United




Dalam perjalanan Liverpool untuk mengakhiri penantian gelar ajang domestik tertinggi sepak bola Inggris ini, ada setidaknya lima momen kelam ketika tim ini justru gagal menuntaskan gelar setelah sempat memimpin. Contoh terdekat tentulah musim lalu (2018/19) ketika mereka pernah membuat jarak yang bahkan hingga mencapai sembilan poin dengan posisi kedua ketika itu, Man. City, ketika laga telah bergulir 20 pertandingan.

Seperti diketahui, pada akhirnya, Liverpool mengakhiri 2018/19 di posisi kedua di bawah City. Perbedaan jarak itu pun sangat tipis: hanya satu poin. Dengan situasi nyaris meraih gelar itu pula yang membuat Liverpool tetap harus waspada meski mereka telah unggul cukup jauh baik atas Leicester maupun The Citizens. Dan, Everton bisa memberikan
kejutan jika Henderson dan kawan-kawan memandang sebelah mata klub satu wilayah ini.


Baca Juga :
- Kesal Tottenham Ditekuk Liverpool, Mourinho Menolak Bicara Transfer
- Legenda Liverpool Ini Tak Sabar Melihat Dampak Minamino, Berharap Lebih dari Wu Lei dan Kubo


“Ini adalah laga derby, derby yang penting. Karena itu, pertandingan nanti akan menjadi menantang dan akan menguras emosi,” kata Henderson, terkait duel menghadapi The Toffees. Jika Liverpool menjadikan laga ini sebagai target untuk terus menambah poin demi menjaga jarak, pertandingan ini pun penting untuk Everton demi menjauh dari ancaman zona degradasi. Pasukan Marco Silva saat ini berada di peringkat ke-17 klasemen sementara atau hanya unggul dua poin dari Southampton yang berada di posisi ke-18 (zona degradasi).

“Pertandingan ini penting bagi kedua tim,” kapten The Reds ini menegaskan. Henderson sendiri siap untuk memberikan kemampuannya yang paling maksimal untuk pertandingan ini. “Dalam pertandingan seperti ini, Anda akan selalu ingin terliibat dan siap memberiakn segalanya,” dia menegaskan. Peran Henderson di laga kali ini memang akan menjadi bagian yang penting dari kekuatan Liverpool. Pemain 29 tahun yang sepanjang kariernya telah 17 kali menghadapi Liverpool namun tidak pernah menorehkan gol, kemungkinan
besar akan kembali memainkan peran yang berbeda saat lawan The Toffees. Seperti laga pekan lalu ketika menang atas Brighton Albion, Henderson bakal bermain dengan intensitas lebih bertahan.

Kondisi tersebut tidak terlepas dari absennya Fabinho yang mengalami cedera di ajang Liga Champions saat menghadapi Napoli, tengah pekan lalu. Karena itu, Klopp kemudian menempatkan Henderson sebagai defensive midfielder. Performa Henderson tampak solid meski tidak spektakuler. Rata-rata akurasi umpannya mencapai 87 persen di laga tersebut. Dari sembilan umpan lambung yang dilepaskannya, delapan di antaranya umpan yang sukses.

Meski demikian, Henderson tidak sekalipun terlibat dalam aspek menyerang baik itu tembakan maupun melakukan tekanan dengan menggiring bola. Klopp, memang lebih membutuhkan Henderson untuk aspek bertahan timnya. Dan, untuk faktor ini, Henderson sukses melakoninya. Lawan Everton, dia akan kembali menjalankan tugas tersebut.

Sebagai kapten, dia tahu bahwa musim ini, pertahanan timnya dari statistik memang tidak lebih baik dibandingkan musim lalu. Faktanya, Liverpool tidak pernah sekalipun mengakhiri laga dengan clean sheet (tidak kemasukan) dalam 12 pertandingan terakhir. Ini merupakan rapor terburuk sejak 1998. Lalu, satu-satunya kemenangan dengan keunggulan lebih dari satu gol sudah terjadi sejak pertengahan September lalu, tepatnya ketika menghadapi City.

Rapor itu pula yang membuat sejumlah fan khawatir. Intinya, Liverpool dinilai tidak lebih bagus dibandingkan dengan musim lalu. Ada pula penilaian, ada faktor keberuntungan dari hasil positif sepanjang musim ini. Ukuran lainnya, setelah 14 laga Liga Primer musim ini, mereka kemasukan 12 gol. Bandingkan dengan musim lalu pada jumlah pekan yang sama, gawang Liverpool hanya kemasukan lima gol.

Tapi, dengan situasi tersebut, Liverpool mampu meneruskan rapor mereka sebagai tim yang belum terkalahkan dalam 31 laga Liga Primer terakhir, dengan 14 kemenangan di antaranya mereka raih secara beruntun di Anfield. Lawan Brighton, kemenangan Liverpool diraih di antaranya melalui proses bola-bola mati.

“Ada sejumlah cara berbeda untuk mencetak sebuah gol,” kata Klopp, tersenyum. “Lalu, ada beberapa cara berbeda untuk menguasai pertandingan, ada banyak cara pula untuk mengakhiri laga dengan kemenangan.” Liverpool, memang mengkhawatirkan, tapi mereka tampaknya tahu betul bagaimana cara untuk menang.*

loading...
T
Penulis
TSM
news
news