news
INFOGRAFIS
Prediksi MU Vs Tottenham Hotspur
04 December 2019 14:10 WIB
berita
MANCHESTER – Kondisi kedua tim yang akan bertemu di Stadion Old Trafford pada
duel pekan ke-15 Liga Primer, Rabu (4/11) malam, sedang bertolak belakang. Tuan
rumah Manchester United FC (MU) tidak mampu menang dalam empat duel terakhir
Liga Primer. Dengan hanya mengoleksi 18 poin dari 14 pertandingan, inilah rekor
terburuk Setan Merah mengawali musim sejak terakhir mengalaminya pada 1988/89.

Kondisi sebaliknya dialami Tottenham. Sejak memilih Jose Mourinho menggantikan
Mauricio Pochettino, 20 November lalu, grafik performa Spurs naik signifikan. Mampu
memenangi seluruh tiga laga semua kompetisi, The Lilywhites mampu mencetak 10 gol
dan kemasukan enam. Di Liga Primer, dengan memenangi dua laga terakhir, peringkat
Spurs melesat dari 14 pada pekan ke-12 (terakhir ditangani Pochettino) menjadi
kelima.




Baca Juga :
- Awas MU! Paul Scholes Ingatkan Masih Ada Inter di Europa League
- Menarik! Paul Scholes Sarankan MU Beli Harry Kane Ketimbang Jadon Sancho, Ini Alasannya


Tetapi, kendati berselisih empat tingkat di klasemen, Spurs hanya unggul dua poin atas
MU. Laga ini sangat krusial bagi Solskjaer yang tengah dalam bayang-bayang
pemecatan. Tiga hari setelah melawan Spurs, MU akan turun di kandang juara Liga
Primer dua musim terakhir, Manchester City FC, Sabtu (7/11). Empat atau enam poin
dari dua pertandingan ini mungkin masih bisa menyelamatkan posisi Solskjaer.

“Saya tidak ambil pusing dengan isu pemecatan dan hanya akan fokus pada tugas,” ujar
Solskjaer. “Saya akan memberikan yang terbaik dan melihat laga-laga berikutnya. Juga
target jangka panjang dan rencana-rencana klub ke depannya.”


Baca Juga :
- Penjualan Alexis Sanchez ke Inter Disambut Suka Cita oleh Pendukung MU
- Sanchez Resmi Dibuang MU ke Inter, tapi Gajinya Anjlok Jadi Rp 2,5 Miliar Seminggu


Di sisi lain, Mourinho ingin membuktikan bila MU telah mengambil keputusan salah saat
mendepaknya pada 18 Desember 2018 lalu. Ia juga ingin memenuhi janjinya membawa
Spurs finis di empat besar pada akhir Liga Primer nanti.

Baik The Red Devils maupun The Lilywhites sama-sama memiliki pertahanan kurang
bagus. MU kemasukan delapan kali dalam lima laga terakhir semua ajang. Dalam
periode yang sama, Spurs kebobolan tujuh gol. Spurs juga mampu melesakkan 15 gol
dalam lima laga terakhir serta tidak pernah kalah (empat menang, satu imbang).

Sedangkan MU hanya dua kali menang (dua seri, satu kalah) dengan mencetak 12 gol.
Karenanya duel di lini tengah akan berperan penting pada duel malam nanti. MU bisa
sedikit tersenyum karena gelandang tengah Scott McTominay mungkin sudah bisa
dimainkan. Paul Pogba memang masih absen. Tetapi, menurunkan salah satu dari
mereka bisa membuat lini tengah Setan Merah lebih baik.

Di kubu Spurs, Mourinho bisa memilih tiga gelandang tengah yang tersedia. Ia
memainkan Tanguy Ndombele dan Eric Dier di tengah saat menundukkan AFC
Bournemouth, 3-2, Sabtu (30/11) lalu. Namun, memainkan keduanya berisiko kian
banyaknya ruang untuk lawan di sisi luar. Jika memainkan Moussa Sissoko, Mou bisa
memintanya untuk lebih banyak menutup bek kanan. Bila Ndombele dimainkan, ia bisa
membantu Spurs menahan bola lebih lama untuk mengawali serangan balik.

Performa sejumlah pemain Spurs juga meningkat drastis sejak Mourinho datang. Dele
Alli dan Son Heung Min adalah dua di antaranya. Alli yang bermain sebagai gelandang
serang mampu mencetak tiga gol dan satu assist dalam tiga laga awal Mou di semua
ajang. Sementara, Heung Min di sayap kiri mampu membuat satu gol dan empat assist
sejak pelatih asal Poetugal itu datang.

Duel sengit juga akan terjadi di lini depan. Jumlah gol Marcus Rashford untuk MU di Liga
Primer memang sama dengan Harry Kane, striker Spurs, yakni tujuh, Namun, statistik
menunjukkan Kane, 26 tahun, jauh lebih efektif ketimbang Rashford yang empat tahun
lebih muda. Dari 14 pertandingan yang sudah digelar di Liga Primer, Kane unggul dari
konversi gol, menit per gol, dan harapan gol (expected goals/xG). Dengan xG mencapai
8,66 atau peluang gol mencapai 86,6 persen, Rashford seharusnya sudah mengemas
delapan gol. Dengan angka xG yang lebih rendah, Kane sebetulnya hanya bisa mencetak
lima gol bila mengacu jumlah peluang yang ia miliki.*

T
Penulis
TSM