news
UMUM
TopSkor U-16 Indonesia dan SBAI Mencari Juara Sejati
04 December 2019 11:56 WIB
berita
Pertemuan TopSkor U-16 Indonesia dan SBAI tak ubahnya reuni/TopSKor-Adi Sesotya
BANDUNG - Semua lawan disapu bersih. TopSkor U-16 Indonesia dan SBAI Calci All Stars mencari predikat juara sejati. Kemenpora International Football Championship (KIFC) 2019 jadi panggungnya.

TopSkor U-16 Indonesia dan SBAI Calci akan memuncaki turnamen KIFC di Lapangan Progresif Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/12). Pemenangnya layak disebut juara sejati. 




Baca Juga :
- Grand Design Olahraga Digodok, Menpora: Tidak Boleh Sepotong-sepotong
- Menanti Pemerintah 'Menyulap' Tiga Lapangan 'Kampung' di Solo Jadi Berstandar FIFA untuk Piala Dunia U-20


Perjalanan kedua tim menapak ke final penuh perjuangan yang melelahkan. TopSkor U-16 Indonesia menaklukkan tim kuat Malaysia, Penang Sport School dengan skor 1-0. Sedangkan SBAI Calci menumbangkan Persib Bandung U-16 lewat drama adu penalti 5-4 (1-1), Selasa (3/12). 

Menariknya kedua tim tak terkalahkan dalam 5 laga fase grup. TopSkor U-16 menang 3 kali dan dua imbang. Sebaliknya SBAI yang keluar sebagai runner-up Grup B di bawah TopSkor U-16 mengais 2 kemenangan dan 3 imbang. 


Baca Juga :
- Hinca Panjaitan Siapkan Donasi Selamatkan Maria Lawalata 
- Menpora RI Zainudin Amali Bawa Kemenpora Raih Penilaian WTP dari BPK RI


"Ini grup neraka dibanding Grup A. Disini para juara kumpul. Beruntung kami bisa mengimbangi TopSkor U-16 di penyisihan grup," kata pelatih SBAI Calci Irwandi Lubis didampingi Budi Harja dan Rusman Coe.

Pertemuan TopSkor U-16 Indonesia dan SBAI tak ubahnya reuni. Kedua tim sebelumnya bertemu di fase grup dengan skor imbang 1-1. Laga pamungkas ini bisa dibilang pengabsahan siapa yang terbaik. 

"Secara permainan TopSkor U-16 Indonesia berada di atas kami. Tapi, anak-anak punya fighting spirit. Performa itu terus menjanjak hingga semifinal kemarin," kata pelatih Iswandi Lubis, pelatih SBAI.

Iswandi mengungkapkan sebuah kejutan bisa menembus final. Menurutnya ini turneman bergengsi yang diikuti 8 tim juara kompetisi liga terbaik di Indonesia plus 4 tim asing. 

Lantaran itu trio pelatih Irwandi, Budi, dan Rusman menggembleng timnya sekitar 3 minggu. Porsi latihan yang semula 3 kali, digenjot jadi 4 kali seminggu. Mereka berlatih di Lapangan Lodaya, Bandung. Kebetulan mayoritas pemainnya adalah pelajar SMA Negeri 4 Bandung. 

"Materi pemain kami cukup komplet. Mereka tersebar dari Jakarta, Samarinda, Lampung, Bali, dan Bandung. Ada juga yang bermain di pro elite academy," ungkap Budi Harja.

Dia menyebut Ardi Adriana dan Ramadhanis Oktoviriandika yang bermain di klub Liga 1 Indonesia, Putra Kalteng. Ardian Rusdianto dan Syukran Arabia Samual (Persebaya Surabaya), Muhammad Rafli Dwi Cahyo (Persija) serta Mochamad Adzikry (Persib). 

Mayoritas dari mereka ternyata juga almunus Liga TopSkor ketika membela klubnya masing-masing di level U-14. Jadi, boleh dibilang mereka sudah saling mengenal peta kekuatan lawan.

"Pertandingan akan menarik. Materi pemain TopSkor bagus-bagus dan unggul postur tubuh. Kami akan bermain dengan cara kami dan menghindari kontak body," kata Rusman. 

Di lain pihak, TopSkor Indonesia telah menggondol gelar juara Super Muda. Dua hari sebelumnya, mereka menaklukkan Persib Bandung U-16 dengan skor 2-0. Pertemuan tersebut lantaran TopSkor U-16 Indonesia keluar sebagai juara Grup B, sedangakn Persib Bandung U-16 penguasa Grup A. 

"Tanggung, kami ingin satu trofi lagi. Kami ingin keluar sebagai juara sejati," kata Deris Herdiansyah, pelatih TopSkor U-16 Indonesia.

TopSkor U-16 memang punya modal besar. Mereka diperkuat 90 persen pemain Tira Persikabo U-16 yang Oktober lalu juara Liga 1. Kuncinya sekarang adalah bagaimana mereka melawan diri sendiri.*

news
Penulis
Suryansyah