news
UMUM
Pilih Pelatih Timnas Indonesia Jangan Gambling
04 December 2019 12:42 WIB
berita
JAKARTA - Hasil fit and proper test dua calon pelatih timnas Indonesia Luis Milla dan Shin Taeyong akan segera dikaji oleh Direktur Teknik PSSI bersama pakar sepak bola. Setelah itu hasilnya akan menjadi masukan kepada Ketua Umum PSSI Komjen Pol Mochamad Iriawan untuk diputuskan.

“Kami juga berdikusi siapa yang cocok untuk timnas ke depan. Sehingga hasil-hasil masukan nanti ketua umum yang memutuskan mana yang cocok untuk roadmap-nya. Diharapkan pelatih kami itu tidak sebentar tapi untuk jangka panjang,” kata Wakil Ketua Umum PSSI Mayjen TNI Cucu Soemantri.




Baca Juga :
- Tinju Adalah Binatang yang Berbeda, Pelatih Roy Jones Klaim Bentuk Tubuh Mike Tyson Bukan Cermin Ketangkasan Bertinju
- Miris! Badak Lampung FC Sudah Pakai 90 Persen Anggaran Musim Ini Tanpa Ada Hasil, PSSI Segera Ambil Keputusan


Satu yang pasti, PSSI jangan gambling dalam menentukan pelatih timnas seperti sebelumnya. Timnas yang seharusnya sudah lepas landas bersama Luis Milla justru harus kembali ke “garasi” usai Garuda gagal terbang bersama pelatih pilihan PSSI, Simon McMenemy.

Rapor buruk dan dipermalukannya Indonesia di ajang Pra-Piala Dunia 2022 seharusnya sudah bisa menjadi pelajaran bagi pejabat teras di PSSI bahwa menunjuk pelatih untuk timnas jangan coba-coba.


Baca Juga :
- Timnas U-16 Indonesia Butuh Tingkatkan Keseimbangan
- Shin Tae Yong Menilai Timnas U-19 Mengalami Peningkatan Kualitas dari Semua Aspek Selama TC di Kroasia


Jika membandingkan dua kandidat pelatih: Milla dan Shin, keduanya sama-sama punya kualitas baik. Hanya saja, Milla punya keunggulan yakni tak perlu waktu untuk adaptasi. Sebaliknya, Shin setidaknya masih butuh waktu untuk mengidentifikasi dan merumuskan masalah sepak bola Indonesia sebelum menentukan langkah.

Jika berbicara kisaran harga, Milla memang memiliki nilai yang cukup tinggi. Saat menangani timnas Indonesia pada 2017-2018 lalu, Milla mendapat gaji dari PSSI sekitar Rp1,5 miliar per bulan. Namun, kini Milla rela gajinya dipangkas demi bisa kembali melanjutkan proyek jangka panjang bersama PSSI. “Kami masih menunggu proposal (harga) dari Milla,” ucap Cucu.

Tapi, harga tinggi Milla ketika itu mampu dibayar dengan sejumlah peningkatan kualitas permainan timnas. Bahkan bukan hanya meningkatkan level permainan tim Garuda, tapi ia juga memberi sumbangsih dalam dunia pembinaan sepak bola Indonesia. Semua itu ia lakukan secara cuma-cuma dan hal ini menjadi hal yang pertama kali dilakukan pelatih timnas sepanjang sejarah berdirinya PSSI.

Hasil-hasil ini yang membuat sebagian besar pecinta sepak bola tanah air meminta PSSI untuk mengembalikan Milla ke Indonesia. “Ya keputusan akhir bagaimana gaji dan pelatihnya siapa, ujungnya ada di Ketum (PSSI). Kemarin kan yang panggil mereka Ketum juga, saya hanya menyampaikan hasil apa yang dibicarakan oleh Ketum dan para Exco. Tapi kami berharap sebetulnya jangan lama-lama keputusan ini, semoga akhir Desember sudah ada keputusan dan Januari 2020 kami sudah ada pelatih,” ujar Cucu.

Di sisi lain, Cucu tak ambil pusing terkait kabar Shin Tae Yong yang juga didekati salah satu tim Cina, Jiangsu Suning. Dengan musim Liga Super Cina telah usai, pelatih berusia 50 tahun itu menjadi calon pelatih baru Jiangsu Suning. Ia dilaporkan telah tiba di Cina pada Kamis (28/11) lalu. Shin Tae Yong diplot akan menggantikan Cosmin Olariou yang akan mengisi posisi pelatih timnas China.

"Shin Tae-yong secara resmi telah menolak menjadi pelatih Timnas Indonesia. Berdasarkan seorang sumber, coach Shin Tae Yong akan melakukan pembicaraan dengan klub China dalam waktu dekat,” tulis kanal berita sepak bola internasional Axtoutiao.

Kabarnya untuk masalah gaji memang Jiangsu lebih memikat. Namun untuk kredibilitas internasional, timnas Indonesia adalah pilihan yang menjanjikan bagi Shin. Terlepas dari kabar itu, memang sejauh ini belum ada kepastian langsung dan secara resmi dari pelatih asal Korea Selatan itu. “Saya kurang mengikuti masalah itu, yang jelas kami hanya semacam pre and proper test dari dua kandidat pelatih itu,” ucap Cucu.***NIZAR GALANG / SUMARGO PANGESTU

 

R
Penulis
Rizki Haerullah