news
LIGA 1
Kekalahan Beruntun Persib, dari Rapor Kandang Buruk hingga Misteri Menit ke-56
04 December 2019 13:17 WIB
berita
Penyerang sayap Persela Delfin Rumbino (tengah) dikepung dua pemain Persib/Foto:TopSkor/Arief NK
BANDUNG – Kekalahan 0-2 dari Persela Lamongan Selasa (3/12) malam di Stadion Si Jalak Harupat semakin memperpanjang rekor buruk Persib Bandung di kandang. Ini merupakan kekalahan ketiga Maung Bandung dari 15 laga kandang musim ini.

Lima partai kandang lainnya hanya bermain imbang yakni saat ditahan Barito Putera, Madura United, Borneo FC,  Tira Persikabo, dan Semen Padang. Sisanya tujuh laga berbuah kemenangan. Itulah yang menyebabkan Maung Bandung sulit merangkak ke papan atas Liga 1 2019.




Baca Juga :
- Kelanjutan Kompetisi Tak Jelas, Omid Nazari Pilih Di Rumah
- Pelatih Persib Akui Motivasi Pemainnya Menurun Akibat Tertundanya Kembali Lanjutan Liga 1 2020


Tidak ada yang salah dari penampilan Persib. Hanya, semua serangan selalu patah di depan lantaran tidak adanya ujung tombak. Maung Bandung lebih banyak memainkan bola atas menuju gawang Persela. Tapi, upaya itu mentah karena para pemain belakang Laskar Joko Tingkir mampu menahannya, ditunjang postur yang tinggi.

Tertinggal 0-1 membuat tuan rumah panik. Kondisi ini dimanfaatkan dengan baik oleh Persela untuk terus memancing mental tanding pemain Persib yang akhirnya tidak mampu menahan emosi. Kubu Persela pandai membuat intrik. Ketika pemain Persib tengah mengencangkan serangan, Persela menurunkan tempo permainan.


Baca Juga :
- Nil Maizar: Jadwal Latihan Persela Tergantung Kabar dari Manajemen
- Persib Kembali Gelar Latihan Jumat Ini, dengan Asumsi Liga Dimulai November


Tak ayal serangan Persib mentah dan mentah lagi. Penjaga gawang Persela,  Dwi Kuswanto pantas menjadi man of the match dalam laga ini. Sebab,  ia mampu lima sampai enam kali menyelamatkan gawangnya dari tendangan serta tandukan pemain Persib.

Sementara dua gol yang bersarang ke gawang Persib lahir melalui Rafael Gomez De Oliviera menit ke-12 dan satu lagi gol bunuh diri pemain belakang Persib,  Achmad Jupriyanto, menit ke-56.

Persib memang kurang beruntung  dalam laga semalam. Berkali-kali peluang yang lahir tidak berhasil menjebol gawang Persela. Bahkan, saat Persela bermain dengan 10 pemain,  Persib tetap tidak  bisa memanfaatkannya.

Pelatih Robert Rene Alberts tidak mampu menyembunyikan kekecewaannya. "Kami antiklimaks. Sebetulnya, kami kalau menang  bisa menembus peringkat keempat. Tapi dengan  kesempatan yang ada, kami malah turun ke peringkat ke-10 atau 11 dan ada jarak yang cukup jauh,” ujar Robert.

 “Gol mereka juga terlalu mudah, baru berjalan 12 menit, dengan bebas menyundul bola dan gol kedua dari gol bunuh diri. Kami tidak bisa membantu tim kami sendiri. Memang tidak biasanya mencetak dua gol bunuh diri dalam dua game beruntun. Itu membuat kami kecewa," ujar pelatih asal Belanda itu. Menariknya, gol bunuh diri sebelumnya yang dicetak Supardi Nasir ke gawang Bali United, juga tercipta menit ke-56.  

Sebaliknya bagi pelatih Persela, Nilmaizar, kemenangan atas tuan rumah di luar "Sebisa mungkin kami  memberi motivasi kepada pemain,  karena ketika unggul 1-0 Persib masih bisa membalasnya,” Nil menuturkan.

“Ini hasil yang sangat mengejutkan karena memang target tidak kalah. Namun di liuar dugaan malah kami menang atas Persib, " kata Nil. Menurutnya, kemenangan itu merupakan berkah bagi tim asuhannya.

"Pemain bermain sabar karena memang bermain sepak bola harus sabar. Apalagi motivasi kami sedang meningkat sehingga kami sampai saat ini masih bisa menang dan tidak lagi kehilangan poin," Nil menuturkan.*Arief NK

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id