news
LIGA ITALIA
Ancelotti Tidak Aman
04 December 2019 12:33 WIB
berita
Carlo Ancelotti tidak lagi bersikap lunak kepada skuat Napoli.-Topskor.id/istimewa-
NAPOLI – Diperlukan tindakan tegas untuk menyelesaikan masalah, dan Carlo Ancelotti mengambil keputusan tepat. Mulai Rabu (4/12) malam, sang pelatih menginstruksikan seluruh tim SSC Napoli untuk mengikuti latihan tertutup (ritiro) di Castel Volturno, tanpa pengecualian. Ini adalah jalan yang dipilih pria 60 tahun itu untuk menyelamatkan musim I Partenopei sekaligus kariernya di San Paolo.

Bukan solusi baru, karena sebelumnya Presiden Aurelio De Laurentiis pernah menginginkan hal serupa pada awal November. Namun, kala itu perintah ritiro dianggap tak masuk akal karena kondisi tim belum terlalu parah. Apalagi patron klub juga tidak berkonsultasi dengan Ancelotti sebelum mengambil keputusan. Akhirnya kebingungan tercipta: para pemain menolak, perselisihan terjadi, sampai sekarang membesar jadi konflik internal.




Baca Juga :
- Gattuso Marah Napoli Kalah: Kami Cuma Menggelitik Bukan Menyakiti Lawan
- Siaran Langsung Liga Europa, SCTV: Celtic vs AC Milan, Jumat (23/10) Pukul 02.00 WIB


Kali ini, ritiro dilakukan dengan alasan tepat, langsung dari pertimbangan pelatih. Ancelotti melihat keterpurukan Napoli sudah berlarut-larut, perlu adanya evaluasi bersama dan menciptakan kembali kekompakkan. Dalam dialog dengan para pemain, tecnico menggarisbawahi bahwa semua harus bertanggung jawab atas kesalahan segelintir pemain.

Jadi sSelama empat hari, sampai laga melawan Udinese Calcio, Lorenzo Insigne dan kawan-kawan akan “disekap” di Castel Volturno untuk mengasah taktik juga mental. Bahkan, bukan tak mungkin latihan bakal dilanjut sampai duel Liga Champions melawan KRC Genk, Selasa pekan depan.


Baca Juga :
- AC Milan lagi Happy, Kontrak Ibrahimovic, Donnarumma, dan Calhanoglu pun Bakal Diperpanjang
- Lautaro Martinez soal Peran Javier Zanetti dalam Kariernya di Inter: Dia yang Membantu Saya Belajar Bahasa Italia


Tidak berlebihan, karena dua pertandingan itu bisa jadi penentu nasib Ancelotti di Napoli. Jika tak kunjung meraih hasil positif, dia bakal didepak  dari kursi pelatih. Skenario yang sulit dibayangkan sebelumnya, tapi kondisi kacau dalam klub telah memaksa De Laurentiis mempertimbangkan opsi terburuk. Rumornya, sang presiden sedang mengontak Gennaro Gattuso untuk jadi suksesor Ancelotti.

Jadi, Carlo berharap para pemain mau memperlihatkan sikap dewasa. Jangan ada lagi pemberontakan seperti bulan lalu, yang pada akhirnya hanya merugikan semua pihak: denda bagi Insigne dan kawan-kawan, prestasi buruk bagi tim dan tifosi. Seandainya masih ada yang melanggar, bisa dipastikan kariernya bersama Napoli sudah tamat. Jika tidak pada Januari, mereka akan dilepas pada mercato musim panas mendatang.

Apa yag dialami Napoli saat ini memang sangat pelik. Konflik tak hanya terjadi antara tim dengan manajemen, tapi juga antarpemain serta pelatih. Bahkan, kabarnya skuat I Partenopei kini sampai terbelah jadi dua kubu. Inilah yang ingin diselesaikan Ancelotti melalui ritiro kali ini: berharap semua perbedaan dapat diluruskan,  moril dan kekompakan kembali meningkat. Mumpung kompetisi belum melewati paruh musim, masih ada waktu untuk memperbaiki peruntungan.

Terlepas dari pengalaman dan kualitasnya, Carletto dianggap kurang memuaskan pada musim kedua. Alih-alih kian solid, tim justru kian kehilangan identitas. Musim ini, pelatih selalu memainkan kompetisi berbeda tiap pertandingan, terlalu banyak melakukan rotas. Akibatnya, tim jadi sulit menemukan performa  terbaik.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita