news
LIGA ITALIA
Performa Lautaro Mengingatkan kepada Ronaldo
04 December 2019 11:30 WIB
berita
Lautaro Martinez makin vital bagi sektor depan FC Internazionale.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Ketika Lautaro Martinez lahir di Bahia Blanca pada 22 Agustus 1997, FC Internazionale mendatangkan Ronaldo Nazario dari FC Barcelona dengan rekor transfer dunia. Striker asal Brasil itu baru berusia 21 tahun, seperti Lautaro saat bergabung ke Giuseppe Meazza, musim panas lalu. Di sini terlihat kesamaan: memulai karier bersama Inter sejak usia muda. Namun, mampukah Lautaro mengikuti jejak I Fenomeno dan menyihir publik Meazza?

Jika hal itu ditanyakan tahun lalu, jawabannya sulit. Ronaldo menggelontorkan 34 gol dalam 47 penampilan pada musim debutnya bersama Inter, sedangkan Lautaro lebih banyak duduk di bangku cadangan dan cuma mengoleksi 9 gol dari 35 laga. Jangankan Ronaldo, menyamai pengaruh Mauro Icardi saja mantan penyerang Racing Club itu belum mampu.




Baca Juga :
- INFOGRAFIS: AC Milan vs AS Roma, Zlatan Ibrahimovic vs Edin Dzeko
- Siaran Langsung Seri A RCTI: AC Milan vs AS Roma, Selasa (27/10) Pukul 02.45 WIB


Tapi sekarang, setelah Lautaro mengalami perkembangan drastis, perbandingan tersebut mulai masuk akal. Seperti Ronaldo, pemuda asal Argentina itu juga mampu menampilkan aksi eksplosif di lapangan, mencetak gol-gol penting, dan membuat seisi stadion terpukau. Setiap kali Lautaro menguasai bola atau terlibat dalam serangan, selalu ada feeling bahwa Inter akan segera mencetak gol.

Dengan prestasi macam ini, bukan cuma tifosi yang terkesan, tapi juga klub-klub besar Eropa. Mulai banyak rumor yang mengaitkan Lautaro dengan transfer mewah, terutama menuju Barcelona. Sejak beberapa bulan terakhir, jawara La Liga itu terus berusaha memboyong sang pemain menuju Camp Nou. Iming-imingnya cukup  menggoda: tampil bersama kompatriot Lionel Messi di lini depan tim.


Baca Juga :
- Siaran Langsung Seri A RCTI: Juventus vs Verona, Senin (26/10) Pukul 02.45 WIB
- Tepis Isu Ketegangan di Juve, Andrea Pirlo Siap Tampilkan Paulo Dybala Malam Ini: Kini Giliran Kamu Main


Namun, Inter tak khawatir. Mereka tahu Lautaro adalah sosok yang pandai membaca situasi: lebih memilih main reguler di Meazza daripada ketidakpastian di Katalan. Lagipula, kontraknya masih sampai Juni 2023, dengan klausul rilis sebesar 111 juta euro sebagai benteng. “Kami menyikapi ini dengan santai. Sama sekali tidak ada masalah soal Lautaro,” kata Direktur Olahraga Piero Ausilio.

Tidak bagi Inter, tapi masalah buat pertahanan lawan. Inilah satu-satunya kekacauan yang ditimbulkan Lautaro. Lupakan soal mercato dan kontrak, lebih baik fokus kepada performa cemerlang yang dicatatkan bomber bernomor 10 itu musim ini. Lautaro sudah mengemas 13 gol di semua kompetisi bersama Inter, jadi pemain termuda di antara liga top Eropa yang mampu mencapai jumlah tersebut.

Tak ada pemain 22 tahun lain yang lebih tajam darinya di kotak penalti. Tammy Abraham (Chelsea FC), Ansu Fati (FC Barcelona), Donyell Malen (PSV Eindhoven), Victor Osimhen (LOSC Lille), Marcus Thuram (Borussia Moenchengladbach), sampai Marcus Rashford (Manchester United FC), semua kalah dari Lautaro jika melihat perbandingan antara gol dan menitbermain. Mungkin cuma Erling Haaland (RB Salzburg) yang bisa melampauinya, tapi pemuda Norwegia itupun bukan dari lima kompetisi top Eropa.

Tak salah bila Diego Milito bersikeras agar mantan klubnya bersedia menebus Lautaro dari Racing, musim panas lalu. Dua puluh dua juta euro dirasa tak seberapa dibanding potensi besar yang bakal diperlihatkannya bersama Inter. Jika pada era Luciano Spalletti dia masih belum panas, Antonio Conte berhasil memaksimalkan segala talenta yang ada dalam tubuh Lautaro. Dia punya kecepatan, sundulan, tembakan, penempatan posisi, juga visi bermain.

“Impian terbesar saya adalah memenangkan kompetisi bersama Inter. Tapi supaya bisa melakukannya, tak perlu banyak bicara. Ini bisa dilihat dari sisi psikologis: jika memikirkan kemenangan semuanya menjadi lebih mudah, tapi jika selalu berpikir menjadi yang kedua, kita tidak akan pernah menjadi juara,” ujar Lautaro.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita