news
UMUM
TopSkor U-16 Indonesia Gagah ke Final, Wakil Malaysia Ditumbangkan
03 December 2019 18:26 WIB
berita
TopSkor Indonesia U-16 (biru) tak kenal lelah/TopSkor-Adi Sesotya
BANDUNG - Luar biasa..!  Tujuh hari beruntun tak henti bertanding.  Melelahkan,  itu pasti.  Tapi,  TopSkor Indonesia U-16, tetap perkasa.  Semua lawan tak kuasa membendung. 

Pada semifinal Kemenpora International Football Championship (KIFC), TopSkor Indonesia U-16 menumbangkan wakil Malaysia, Penang Sport School dengan skor 1-0. Gol tunggal yang terukir di Lapangan Progresif,  Bandung,  Jawa Barat, Selasa (3/12) dibukukan Dicky Daniel pada menit 24.




Baca Juga :
- Keberatan! PSMS Medan Meminta PT LIB Naikkan Nilai Subsidi
- Aset! Pioli Mau Pakai Gelandang Tengah Ini untuk Melapis Kessie, Tiga Tawaran Ditolak


Kemenangan ini mengantar TopSkor Indonesia ke final yang akan menghadapi pemenang pertandingan antara Persib U-16 kontra SBAI Calci,  Rabu (4/12).

TopSkor Indonesia pun berpeluang mengawinkan gelar setelah sehari sebelumnya melipat Persib Bandung U-16 dengan skor 2-0 pada laga pamungkas laga bertajuk Super Muda Menpora.  


Baca Juga :
- Lincahnya Dembele di Sesi Latihan Barca, Semoga Bisa Dimainkan saat lawan Munchen
- Terjawab! Conti Bertahan, Calabria Dilepas tapi Milan Tetap Butuh Satu Bek Kanan Lagi


"Dalam kondisi yang  sangat lelah,  para pemain bermain sesuai instruksi.  Beruntung anak-anak punya mental kuat, " kata pelatih TopSkor Indonesia U-16 Deris Herdiansyah.  

Sementara itu kapten Nadhif Girastha Kosasih mengaku rekan setimnya termotivasi untuk memenangkan setiap pertandingan.  "Kami bermain dalam satu misi dan visi,  saling percaya satu sama lain, " kata Nadhif ditanya kunci keberhasilan TopSkor Indonesia U-16.

Pelatih Penang Sport School Malaysia, Noraffendi mengatakan timnya telah berusaha tampil maksimal. Tapi hasil akhir berbeda dengan yang diharapkan. 

"Ini pelajaran berharga bagi anak-anak muda menghadapi situasi genting. Tapi kami bersyukur bisa bermain di semi-final karena sesuai target kami, " ujar Noraffendi. 

Keuntungan rehat sehari dibanding TopSkor Indonesia menurutnya tidak terlalu pengaruhi permainan.  Timnya dikatakan telah bermain baik.  Hanya saja kesalahan kecil dari kiper mereka harus dibayar mahal dengan sebuah gol untuk TopSkor Indonesia U-16.

"Kami tak ingin menyalahkan kiper.  Semua sudah bermain dengan baik.  Kami kurang beruntung tidak bisa memberi gol balasan, " tuturnya. *

news
Penulis
Suryansyah