news
ONE CHAMPIONSHIP
Zhang Chenlong Berambisi Pukul KO dan Jadi Juara Dunia di Malaysia
03 December 2019 12:22 WIB
berita
Zhang Chenglong yakin ia dapat mencetak KO atas Alaverdi
KUALA LUMPUR - “Muay Thai Boy” Zhang Chenglong yakin ia dapat mencetak KO atas Alaverdi “Babyface Killer” Ramazanov dan menjadi juara dunia dalam ajang ONE: MARK OF GREATNESS. 

Bintang Cina ini menikmati tahun pertama yang gemilang bersama “The Home Of Martial Arts,” dan telah meraih kemenangan dalam tiga laga awalnya.




Baca Juga :
- Petarung Rudy Agustian Keranjingan Main PS 5
- Tiga Laga Panas di Thailand Tandai Kembalinya ONE Championship


Jumat 6 Desember, ia akan memasuki Circle di Kuala Lumpur, Malaysia untuk memperebutkan gelar juara dunia ONE Bantamweight Kickboxing perdana melawan salah satu atlet muda terbaik saat ini.

Alaverdi juga telah meraih tiga kemenangan sejak memasuki organisasi beladiri terbesar di dunia ini. Namun walau ia mencetak KO atas Andrew Miller dan Ognjen Topic, Chenglong berharap akan keluar sebagai pemenang saat keduanya bertukar serangan di Axiata Arena.


Baca Juga :
- Mengenal Perbedaan Martial Arts Self Defense Versus Martial Arts Combat Sport
- Kota Solo Segera Miliki Sasana Terbesar di Indonesia untuk Martial Arts


“Saya melihat beberapa video dari pertandingan lawan saya. Ia berkemampuan cukup lengkap dan gerakannya sangat gesit, namun saya rasa ia tidak terlalu ganas,” kata atlet berusia 21 tahun dari Shenzen ini.

Bukanlah suatu kejutan bahwa “Muay Thai Boy” sangat yakin, karena ia tampil lebih baik tiap kali berkompetisi di dalam rangkaian ONE Super Series.

Awalnya, ia merasa ragu melepaskan pukulannya. Namun ia akhirnya menyerang sekuat tenaga pada ronde terakhir saat melawan Panicos Yusuf di bulan Mei untuk mencetak dua knockdown dan meraih sebuah keputusan mutlak dari laga yang sangat menarik itu.

Ia melanjutkan ini dengan membuat para penggemar berdiri dari tempat duduk mereka dengan pukulan kanannya di Shanghai, bulan Juni, yang mematahkan perlawanan Tyler Hardcastle hanya dalam waktu 105 detik.

Chenglong bersiap untuk kembali tampil agresif saat melawan Alaverdi – menerjang maju dan membuka serangan untuk mencegah atlet Rusia tersebut mendapatkan ritmenya, serta mencoba menjatuhkannya dari jarak dekat.

“Saya memiliki pukulan dan tendangan yang lebih keras,” kata Chenglong.

“Sepanjang laga, saya akan mengendalikan ritme. Saya akan tetap menekan lawan, lalu pada ronde ketiga atau keempat, akan ada kemungkinan untuk sebuah KO. Saya harus mencetak kemenangan dengan poin setelah lima ronde [jika berlangsung sejauh itu].”*

news
Penulis
Suryansyah