news
SEA GAMES 2019
Medali Perak SEA Games 2019 Sebagai Momentum Perkembangan Basket 3x3 Indonesia
02 December 2019 21:45 WIB
berita
Indonesia (merah) vs Filipina di perebutan medali emas Basket 3x3 Putra SEA Games 2019 (Foto: Topskor.id / Muhammad Pratama Supriyadillah)
MANILA - Timnas Basket 3x3 Putra Indonesia berhasil meraih medali perak. Bukan pencapaian yang mengagumkan memang, tapi ada kesulitan besar yang harus dilalui oleh pelatih Timnas 3x3 Putra, Ali Budimansyah, untuk membangun sebuah tim yang kompetitif dan konsisten.

Perak berhasil disumbangkan oleh Timnas Basket 3x3 Indonesia kala berjuang di SEA Games 2019. Mereka ditaklukkan tim tuan rumah, Filipina, di pertandingan perebutan medali emas, Senin (2/12).




Baca Juga :
- Ini CdM Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020
- Percasi Mandiri, Menpora Apresiasi Prestasi Catur Indonesia




Pencapaian yang mengagumkan? Tidak juga. Justru banyak orang berharap Basket 3x3 Indonesia bisa membawa pulang medali emas. Apalagi dari Tim Putrinya, di mana banyak penggemar basket Tanah Air yang berharap banyak pada Jovita Elizabeth dan kawan-kawan. Sayang, mereka malah gagal total di SEA Games ketigapuluh kali ini.

Walaupun pencapaiannya biasa-biasa saja, mengingat di hari yang sama, Indonesia mendapatkan emas dari cabor Angkat Besi, Menembak, dan Duathlon, bagi pelatih Timnas 3x3 Putra Indonesia, Ali Budimansyah, pencapaian ini sudah sangat memuaskan. Sosok yang dulu dijuluki Budi Jordan ini mengaku ada kesulitan besar yang dihadapinya jelang mendampingi Oki Wira Sanjaya cs ke SEA Games 2019.


Baca Juga :
- Usai Juara di SEA Games 2019, Kiper Timnas U-22 Vietnam Membelot
- Profesor Djoko Pekik: Hasil SEA Games Belum Memuaskan, Tapi Patut Diapresiasi


"Mereka ini kan asalnya bermain di basket biasa, basket 5-on-5. Itu kesulitan yang sangat besar bagi saya," ucap Ali Budi.

"Saya membentuk tim ini juga tidak asal-asalan. Saya memilih pemain yang memang memiliki pengetahuan basket yang tinggi. Lalu, sudah memiliki pengetahuan basket yang tinggi, kita harus melihat dari segi kemampuan fisik mereka, karena 3x3 ini jauh berbeda dengan basket biasa," tambahnya.

Selama 5 bulan jelang SEA Games Ali menggembleng pemain-pemainnya. Berbagai macam turnamen diikutinya, mulai dari turnamen lokal, hingga turnamen level internasional. Satu hal yang menjadi penghalang baginya saat membentuk tim yang kompetitif adalah mengubah cara berpikir para pemain.

"Seperti yang tadi saya bilang, mereka berasal dari pemain basket biasa. Main di IBL, 5-on-5. Ya itu saya memiliki kesulitan untuk mengubah pola pikir mereka, dari 5-on-5 menjadi 3x3. Kita itu berbeda dengan Filipina, di mana mereka sudah memiliki pebasket khusus untuk 3x3. Taiwan juga mereka mulai membangun kultur 3x3 mereka. Kita waktu itu uji coba ke sana jelang SEA Games, ikut turnamen di sana, dan tahun ini, mereka memang baru menggelar kompetisi basket untuk 3x3, kompetisi profesional loh ya," jelasnya.

Ya, seorang pemain yang berkualitas tentu terlahir dari kompetisi periodik yang berkualitas pula. Oleh sebab itu, Ali Budimansyah mengajak para pegiat basket, Persatuan Basket Seluruh Indonesia khususnya, untuk mulai membentuk kompetisi 3x3 profesional.

"Dengan raihan perak kita di sini, yuk ke depannya kita mulai bikin kompetisi. Kita ada potensi prestasi di sini dan basket kita memang sedang berkembang ke arah sini. Pondasi kita sudah ada, buktinya IBL Gojek 3x3 kemarin saja kan, itu sudah lumayan. Mendapatkan pemain berkualitas itu tidak bisa hanya seminggu dua minggu. Kita 5 bulan TC saja, itu masih belum cukup. Butuh waktu bertahun-tahun," ungkapnya.

Ali Budi menambahkan, dalam membentuk Timnas 3x3 yang meraih perak ini, dirinya mengaku beruntung bisa memiliki pemain yang memiliki niat belajar. "Saya beruntung memiliki pemain seperti mereka-mereka ini. Mereka tidak hanya ingin menjadi pemain, tetapi untungnya mereka memiliki niat belajar yang tinggi. Mereka ingin lebih mendalami dan belajar banyak mengenai apa sih 3x3 itu. Dan Alhamdulillah hasilnya perak di SEA Games ini, dan kita memang layak untuk itu," tuturnya.

Hanya menggunakan 1 sisi lapangan, serta waktu pertandingan yang lebih singkat, menjadi salah satu faktor mengapa 3x3 berkembang pesat, tidak hanya di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga dunia. Dan raihan medali perak di 3x3 SEA Games 2019 ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk mengembangkan kultur basketnya, terkhusus di 3x3. Potensi prestasi yang lebih besar di nomor ini juga bisa menjadi pertimbangan Perbasi khususnya, untuk mulai terjun serius ke olahraga basket 3 lawan 3 ini. ***

loading...
M
Penulis
Muhammad Pratama Supriyadillah
news
news