news
LIGA INGGRIS
Mertesacker Naik Pangkat jadi Staf Pelatih Tim Utama Arsenal
02 December 2019 13:57 WIB
berita
Pelatih akademi Arsenal, Per Mertesacker (kiri) kini menjadi salah satu tangan kanan caretaker Freddie Ljungberg di tim utama klub London Utara tersebut./Istimewa
LONDON – Per Mertesacker dipastikan akan menjadi bagian dari staf caretaker Freddie Ljungberg untuk laga tandang Arsenal FC ke Norwich City FC pada laga ke-14. Ljungberg ditunjuk The Gunners pada Jumat (29/11) pagi setelah Unai Emery dipecat sehingga sang pelatih sementara harus membentuk komposisi stafnya dari nol.

Mertesacker adalah pelatih akademi Arsenal dan sebelumnya bermain untuk tim, kini diberikan kepercayaan untuk membantu Ljungberg dalam menjalani peran barunya. Selama tujuh tahun menjalankan tugasnya sebagai bek tengah di Emirates, Mertesacker bermain lebih dari 200 pertandingan dan telah memenangkan dua trofi Piala FA.




Baca Juga :
- Jejak Digital Kiper Baru Arsenal Tidak Bisa Hilang, Pernah Mengatakan: Wenger Pelatih Paling Bodoh
- Klasemen Liga Inggris, Leicester di Puncak, 5 Tim Belum Tersentuh


Setelah pensiun pada 2018, dia menekuni karier manajerial di akademi Arsenal. “Pelatih akademi, Per Mertesacker akan mendukung pelatih sementara tim utama, Freddie Ljungberg dalam jangka pendek. Dia akan berada di ruang ganti di Carrow Road pada pertandingan selanjutnya (melawan Norwich),” kata pernyataan The Gunners.

Sebelumnya pada Sabtu (30/11) lalu, Ljungberg mengisyaratkan bahwa ia akan mengumpulkan staf untuk perjalanan menghadapi Norwich. “Saya diminta untuk mengatur apa yang saya bisa dan termasuk staf pelatih. Semua berputar sangat cepat, menganalisa Norwich, untuk mencari strategi yang terbaik," ujarnya kepada Sky Sports.


Baca Juga :
- Atletico Suka Gelandang Arsenal Lucas Torreira, tapi Tak Mau Ditukar Thomas Partey, The Gunners Dekati Aouar
- Gajinya Dinaikkan Hampir 2 Kali Lipat, Bayaran Aubameyang di Arsenal Masih Kalah dari David De Gea di MU


Dalam waktu singkat, Ljungberg menarik pemain junior seperti Bukayo Saka, Emile Smith-Rowe, dan Joe Willock ke tim utama. Prospek pemain muda untuk memainkan peran besar dalam periode kerja Ljungberg, sangat terbuka. Hari pertama tugasnya sebagai pelatih, dia mempromosikan Tyreece John-Jules dari akademi.

Mantan pemain Arsenal lainnya, Gilberto Silva, juga disebut-sebut untuk ambil peran sebagai staf kepelatihan Ljungberg. Namun, pria berkebangsaan Brasil itu tampaknya telah absen untuk sementara waktu. Berbicara di Soccer AM pada Sabtu pagi, Silva mengakui hal tersebut.

“Belum ada kontak. Saya tidak tahu apakah itu akan terjadi sekarang tetapi mungkin di masa depan. Saat ini, saya dapat memberi tahu Anda tidak ada apa-apa di posisi saya," kata Gilberto.

Tanpa Ampun

Sebuah fakta menarik terungkap paska pemecatan Emery. Pelatih asal Spanyol itu tidak bisa mempertahankan masa depannya setelah dipecat oleh Direktur Sepak Bola The Gunners, Raul Sanllehi, di kamp latihan Arsenal, Colney pada Jumat pagi.

Emery, 48 tahun, baru menyadari nasibnya saat hendak melapor untuk sesi latihan pada pukul sembilan. Alih-alih dia justru diantar ke ruang pertemuan untuk berjumpa Direktur Teknik Edu dan Direktur Pelaksana Vinai Venkatesham. Tak lama Emery pun menerima penjelasan bahwa dirinya tidak lagi diperlukan sebagai pelatih.

Satu jam kemudian, berita itu kemudian disampaikan ke semua pemain dan seluruh staf kepelatihan pada pertemuan khusus yang juga dihadiri Sanllehi, Edu, Venkatesham, negosiator kontrak Huss Fahmy dan pelatih kepala sementara yang baru, Ljungberg. Bahwa Emery dan seluruh stafnya tidak lagi bertugas untuk mereka.

Emery pun diizinkan untuk mengucapkan selamat berpisah sebelum membersihkan kantornya dan meninggalkan klub untuk terakhir kalinya. Kabarnya Arsenal akan membayarkan kompensasinya sebesar 4 juta paun karena kontraknya masih tersisa  tujuh bulan.

Tampaknya Emery telah memperkirakan nasibnya itu menyusul kekalahan di kandang dari Eintracht Frankfurt, pertandingan ketujuh Arsenal berturut-turut tanpa kemenangan. Tetapi Sunsport memahami bahwa keputusan pecat itu sudah diambil bahkan sebelum kekalahan di Liga Europa tersebut.

Sanllehi dan Venkatesham telah terbang ke Colorado awal pekan ini untuk membahas krisis yang sedang berkembang dengan pemilik klub, miliarder Stan Kroenke dan putranya Josh.*NURUL IKA HIDAYATI

 

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E