news
LIGA INGGRIS
Man. City Dituntut Perfek jika Masih Ingin Juara
02 December 2019 13:13 WIB
berita
Para pemain Man. City gagal memetik tiga poin saat bertandang ke markas Newcastle, akhir pekan lalu, yang membuat mereka kian tertinggal dari Liverpool dalamperburuan gelar juara Liga Primer musim ini./Istimewa
NEWCASTLE – Josep “Pep” Guardiola mungkin menghadapi tantangan terberat dalam karier kepelatihannya. Selama meraih gelar bersama tim-tim dari liga top Eropa, juru taktik asal Spanyol tersebut tidak pernah harus mengatasi gap sebesar 11 poin - yang saat ini dialami skuat Manchester City FC arahannya dengan Liverpool FC.

The Citizens dua kali sempat unggul di Newcastle United FC sebelum dipaksa imbang 2-2 pada Sabtu (30/11) lalu. Sialnya, dua jam kemudian, Liverpool mampu mengatasi kesulitan mereka di awal-awal, termasuk kartu merah untuk kiper Alisson Becker karena handball, untuk kemudian mengalahkan Brighton & Hove Albion FC, 2-1.




Baca Juga :
- Liverpool dan Barcelona Ditawari Ezequiel Garay sebagai Opsi Darurat
- Tumpul tapi Menang, City Melaju ke Fase 16 Besar Liga Champions


“Kami harus menang, menang, dan terus menang. Ketika Anda gagal, maka situasinya akan lebih sulit,” kata Guardiola setelah timnya kehilangan lebih banyak poin dan menolak untuk menyerah dalam persaingan menjadi juara musim ini.

Pep berhasil membalikkan selisih 10 poin musim lalu ketika Man. City mengejar The Reds untuk memenangi gelar Liga Primer. Dan sementara masih ada 24 laga lagi pada 2019/20 ini, dan The Citizens akan berharap Liverpool tergelincir, mereka lupa untuk fokus pada diri sendiri, sehingga hanya berbagi satu poin dengan Newcastle.


Baca Juga :
- Ferran Torres Bisa Menyamai Rekor Sergio Aguero dan Raheem Sterling jika Malam Ini Mencetak Gol lawan Olympiacos
- Siaran Langsung Liga Champions, SCTV: Olympiacos vs Manchester City, Kamis (26/11) Pukul 00.55 WIB


Cedera yang dialami bek tengah Aymeric Laporte pada awal musim bisa dianggap sebagai awal mimpi buruk Man. City musim ini. Kini, mereka harus bermain perfek hingga akhir untuk mengejar Liverpool, yang telah mengumpulkan 40 dari maksimal 42 poin, yang sedang mengincar trofi perdananya di era Liga Primer.

Namun gelar belum diraih, dan sangat mungkin bahwa skuat Juergen Klopp tergelincir di beberapa momen hingga akhir musim nanti. Terutama karena Fabinho harus absen delapan minggu selama momen tersibuk mereka musim ini akibat cedera. Maka, sangat fantastis jika The Reds tetap tak terkalahkan setelah melewati Tahun Baru.

Secara keseluruhan Liverpool hanya kehilangan 13 poin dalam 32 laga terakhir di liga, meski tidak lagi clean sheet sejak 28 September. Pasukan Klopp baru kehilangan dua poin musim ini. “Mereka tampak sudah seperti tim juara,” kata mantan bek Manchester United (MU) FC, Phil Neville. "Di tahap ini, kadang penampilan tak penting.”

Mantan pemain sayap Chelsea FC, Pat Nevin, yang berada di Anfield untuk BBC Radio 5 Live, memberi harapan kepada Man. City dengan mengatakan: “:Liverpool tidak bermain sebaik musim lalu. Namun mereka memenangkan pertandingan. Dengan gelar liga taruhannya, tidak akan ada yang peduli Anda bermain bagus atau tidak.”

Jadwal sibuk Liverpool antara sekarang dan awal tahun 2020, bisa membuka peluang bagi Man. City untuk mengejar lebih banyak kemenangan. The Reds menghadapi sembilan pertandingan di empat kompetisi yang berbeda. Termasuk menjalani lawatan ke Qatar untuk memainkan dua pertandingan di Piala Dunia Antarklub FIFA.

Namun jadwal The Citizens selama Desember pun tak kalah berat. Mereka harus memainkan delapan laga di tiga kompetisi berbeda - termasuk dua di Liga Primer dalam 48 jam melawan Wolverhampton Wanderers FC dan Sheffield United FC. Akankah jadwal itu justru jadi bumerang mengingat kinerja yang buruk melawan Newcastle?

“Man. City terlalu bersusah payah. Mereka tidak bergerak cukup cepat dan itulah sebabnya mereka hanya bermain imbang di Newcaslte,” ujar mantan gelandang The Citizens City Michael Brown. “Mereka membiarkan Liverpool memimpin sekarang. Mereka bukan diri mereka sendiri. Sangat berbeda dengan musim lalu.”***NURUL IKA HIDAYATI

 

 

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E