news
SEA GAMES 2019
Garuda Muda Kalah Kualitas dari Vietnam
02 December 2019 13:41 WIB
berita
Bek timnas Indonesia U-23 Rachmat Irianto (kiri) coba mengadang pemain Vietnam dalam laga Minggu (1/12)/Foto:TopSkor/Muhammad Pratama
MANILA – Torehan positif timnas Indonesia akhirnya terhenti pada laga ketiga Grup B cabang sepak bola putra SEA Games 2019 kala melawan Vietnam di Stadion Rizal Memorial, Manila, Minggu (1/12). Sejatinya timnas sempat unggul dulu melalui sundulan Rizki Sani menit ke-22.

Namun permainan impresif dan kerja keras para pemain Vietnam berhasil membalikkan skor jadi 1-2 melalui gol Nguyen Thanh Chung menit ke-64 dan sepakan keras Hoang Duc menit akhir babak kedua. Kalah kualitas mungkin jadi gambaran dari raihan negatif Garuda Muda pada laga ketiganya ini.




Baca Juga :
- Ini Hasil Rapat Shin Tae yong dan PSSI, Indra Sjafri Tangani Timnas U-23
- Usai Juara di SEA Games 2019, Kiper Timnas U-22 Vietnam Membelot




Osvaldo Haay dan kawan-kawan sebenarnya sudah memperlihatkan permainannya yang baik pada babak pertama. Gaya Vietnam dengan permainan ball possession untuk menggencarkan serangan diantisipasi dengan baik oleh skema bertahan yang rapat serta serangan balik berbahaya.

Namun, usai turun minum pelatih Vietnam, Park Hang Soe mengubah strategi dan berhasil mematikan dan meredam skema garuda muda. Park memaksa timnas U-23 bertahan total dengan memasukan pemain penyerangnya Duc Shinh untuk menggantikan pemain lini pertahanan Tan Tai.


Baca Juga :
- Dua Pemain Timnas U-22 Indonesia Sudah Bergabung dalam Latihan Persebaya
- Indra Sjafri Diminta Istirahat, Bagaimana Nasib Fakhri Husaini?


“Kami memulai laga dengan baik dan menerapkan skema yang sudah direncanakan. Babak kedua sebenarnya kami juga memancing Vietnam karena mereka ketinggalan. Pasti mereka akan main menyerang, dan kami berharap ada counter attack tapi selalu gagal. Beberapa kali kami sabar menunggu bola, tapi counter-nya tidak berhasil,” ujar Indra.

Organisasi antarlini yang terjalin baik babak pertama kian menghilang paruh kedua. Artinya konsistensi dan fokus pemain perlu ditingkatkan. “Pertanyaannya kenapa bisa kebobolan dari set piece? Ya Ini yang menjadi PR kami ke depan,” kata Indra.

“Kami tahu memang kemajuan Vietnam dari penguasaan bolanya sekarang lebih bagus dan bola-bola set piece mereka juga berbahaya untuk lawan-lawannya. Tentu ini harus diperbaiki untuk laga yang akan datang,” ujar Indra.

Ia juga menyadari risiko menjalani strategi deep defending. Menurut Indra ketika semua fokus ke lini pertahanan untuk lebih maksimal merebut bola, akan ada saatnya ruang kosong terjadi di depan area kotak 16 pas dan itu yang terjadi pada gol kedua.

Kekalahan ini mengakibatkan Indonesia turun peringkat ke posisi ketiga dengan poin enam. Poin yang sama dengan Thailand, namun Thailand unggul produktivitas gol.

Sedangkan Vietnam kian kokoh di puncak klasemen sementara Grup B. Indonesia harus mencetak banyak gol dalam dua laga terakhir lawan Laos dan Brunei Darussalam jika ingin memperbesar kans ke semifinal.*Nizar Galang Gandhimar

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news