news
LIGA EUROPA
Tertunda, Langkah Arsenal ke 32 Besar
30 November 2019 13:25 WIB
LONDON - Arsenal FC gagal mengikuti jejak Manchester United FC dan Wolverhampton Wanderers FC. Yaitu, sebagai klub Liga Primer yang memastikan tiket ke babak 32 besar Liga Europa. Itu akibat dikalahkan Eintracht Frankfurt 1-2 pada matchday kelima Grup F, Kamis (28/11).

Satu gol dari Pierre-Emerick Aubameyang yang tercipta jelang turun minum tidak cukup. Sebab, tim tamu sukses mencetak dua gol usai istirahat yang diborong Daichi Kamada. Hasil ini memaksa Arsenal untuk menunda kelolosan ke fase selanjutnya hingga 12 Desember mendatang. Pada laga pamungkas Grup F itu, Arsenal ditunggu Standard Liege di Maurice Dufrasne.




Baca Juga :
- Presiden UEFA Katakan Format Satu Leg Tak Bisa Diteruskan Musim Depan
- Kalahkan Wolves, Sevilla Tantang MU di Semi Final Liga Europa


Memang, kalah di Belgia pun, jika tidak lebih dari 0-4, tetap membuat Arsenal lolos. Namun, tentu, mereka butuh kemenangan pada matchday pamungkas tersebut. Terutama, demi mengembalikan kepercayaan diri dari pemain yang sudah memudar. Tepatnya, saat dikalahkan Frankfurt yang memperpanjang tren negatif Arsenal dengan belum pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Kekalahan dari Frankfurt yang berujung pemecatan Unai Emery sebagai pelatih menyiratakan kehilangan kepercayaan diri di antara pemain. Termasuk, di sektor depan. Terlepas dari gol Aubameyang, barisan depan menampilkan permainan tidak imajinatif. Terutama, setelah Gabriel Martinelli  digantikan Mesut Oezil.


Baca Juga :
- Kontes Otot antara Adama Traore dan Diego Carlos dalam Duel Wolves vs Sevilla
- INFOGRAFIS: Raul Jimenez adalah Alpha dalam Pasukan Wolves


Pada sektor belakang, Emery mengganti pola tiga bek jadi empat. Bahkan, menjadikan David Luiz sebagai gelandang bertahan yang berduet dengan Granit Xhaka. Itu kali pertama Luiz tampil sebagai gelandang di semua kompetisi musim ini. Jelas, itu bukan posisi ideal mengingat dia terbiasa sebagai bek tengah meski hanya tampil 31 menit yang harus digantikan Matteo Guendouzi akibat cedera.

Secara keseluruhan, permainan Arsenal tidak berkembang. Tak heran jika beberapa penonton mencemooh aksi mereka. Sebab, kekalahan ini memperpanjang tren negatif tidak pernah menang hingga tujuh pertandingan di semua kompetisi. Tepatnya, sejak menekuk Vitoria Guimares pada matchday tiga Liga Europa, 24 Oktober lalu.

“Kami tidak percaya harus kalah. Sebab, tim memiliki banyak peluang untuk mencetak gol,” kata kiper Arsenal, Emiliano Martinez. “Kami memang masih berada di puncak klasemen sementara. Namun, kami kecewa akibat kalah pada pertandingan yang disaksikan fan. Kami ingin memberikan kemenangan untuk mereka.”*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

Permutasi dan Peluang ke 32 besar dari Grup F Liga Europa

Arsenal lolos jika:
- Menang atas Liege
- Seri atas Liege
- Kalah tidak lebih dari empat gol. Pertemuan pertama, Arsenal menang 4-0 atas Liege
Frankfurt lolos jika:
- Menang atas Vitoria
- Seri dengan Vitoria, pada saat yang sama Liege gagal menang atas Arsenal
- Kalah dengan Vitoria, pada saat yang sama, Liege gagal menang atas Arsenal

Liege lolos jika:
- Menang atas Arsenal berapa pun skornya, pada saat yang sama, Frankfurt gagal mengalahkan Vitoria
- Menang 5-0 atas Arsenal, terlepas hasil Frankfurt

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho